NU: Perlawanan Terhadap Penjajah.

Al-Khilafah Islamiyah Perkara Mendesak..

Mendudukan Sejarah Kekhilafah`n Islam.

Insiden Times Squares, Pelakunya Bisa Jadi Orang Amerika Sendiri

/ On : Selasa, Mei 04, 2010/
Kawasan Time Squares di New York adalah salah satu kawasan yang sibuk dan salah satu tujuan wisata utama para turis yang datang ke AS. Siang malam, ribuan orang berkumpul di lokasi ini hanya untuk menikmati kuliner, sekedar minum-minum atau berbelanja. Di Time Squares juga terdapat gedung-gedung yang menjadi kantor perusahaan-perusahaan raksasa di AS, termasuk kantor media massa dan stasiun televisi terkemuka serta Pasar Modal Nasdaq, membuat Time Squares diyakini banyak orang sebagai salah satu tempat di AS yang berpotensi menjadi target serangan teroris.

Keyakinan itu nyaris menjadi nyata pada hari Sabtu (1/5) ketika ditemukan kendaraan mencurigakan yang diparkir di Times Squares. Kepolisian New York sampai harus melakukan evakuasi untuk mengamankan mobil mencurigakan itu. Hasilnya, kepolisian mengklaim menemukan benda-benda mencurigakan berupa bahan eksplosif, kabel-kabel dan alat penunjuk waktu di dalam kendaraan itu, dan dengan cepat muncul dugaan bahwa ada upaya serangan terorisme ke kawasan Times Squares.

Sejauh ini, pihak berwenang di AS masih menyelidiki penemuan kendaraan bermuatan bahan eksplosif di Times Squares akhir pekan kemarin dan belum sampai pada kesimpulan siapa dan apa motifnya. Namun spekulasi bermunculan soal kemungkinan siapa dibalik semua itu, jika memang kendaraan yang ditemukan itu ditujukan untuk aksi terorisme.

Kelompok Militan Asing

Pihak berwenang AS pastinya akan mempertimbangkan kemungkinan bahwa kelompok militan asing berada di balik insiden Times Squares, seperti Al-Qaida dan organisasi-organisasi dibawahnya. AS masih meyakini bahwa Al-Qaidalah dalang dari serangan 11 September 2001 yang menghancurkan menara kembar World Trade Center dan sebagian gedung Pentagon.

Setelah peristiwa itu, para anggota Al-Qaida terus mengancam akan kembali melakukan serangan mematikan ke AS, termasuk ke New York. Klaim militer AS bahwa mereka berhasil membungkam banyak jaringan Al-Qaida di Afghanistan tak terbukti, karena kelompok itu terus melakukan operasinya dan mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah serangan teroris di berbagai negara.

Pada bulan Desember 2009 misalnya, seorang pemuda asal Nigeria Umar Farouk Abdulmutalib ditangkap aparat AS karena mencoba meledakkan pesawat komersial AS yang ditumpangingnya, sehingga pesawat terpaksa mendarat di Detroit. Dalam pemeriksaan, Umar Farouk mengaku mendapatkan pelatihan dan diberi material untuk membuat bom oleh kelompok Al-Qaida di Yaman.

Tapi insiden serupa pernah dilakukan oleh warga negara Inggris, Richard Reid beberapa bulan setelah peristiwa 11 September 2001. Reid menyembunyikan bahan peledak di dalam sepatunya dan berencana ingin melakukan serangan terhadap pesawat komersial AS.

Orang Amerika di Kelompok Militan

Belakangan ini, para pejabat pemerintah AS mengungkapkan kekhawatirannya atas keterlibatan warga negara AS dalam kelompok-kelompok militan seperti Al-Qaida dan Laskar Taiba.

Tahun 2009 lalu, aparat keamanan AS menangkap enam orang warga negaranya yang diduga akan melakukan serangan teroris di jalur kereta bawah di New York. Salah seorang diantara mereka, seorang imigran asal Afghanistan, Najibullah Zazi di persidangan mengaku bersalah telah merencanakan serangan tersebut. Zazi juga mengaku bahwa ia pernah mengikuti pelatihan oleh Al-Qaida di perbatasan Pakistan-Afghanistan.

Bulan Oktober, David Headley asal Chicago ditangkap di bandara saat akan berangkat ke Afghanistan. Headley dituduh merencanakan pembunuhan terhadap kartunis Denmark yang membuat kartun-kartun yang menghina Rasulullah Saw. Penyelidikan terhadap Headley juga mengungkap keterlibatannya dalam serangan di kota Mumbai, India pada tahun 2008. Kelompok Islamis Laskar Taiba dituding sebagai dalam dalam serangan yang menewaskan 166 orang itu, termasuk enam warga negara AS.

Bulan November, AS dikejutkan dengan peristiwa penembakan di basis militer AS Fort Hood, Texas, yang dilakukan oleh seorang prajurit muslim berpangkat mayor. Aksi penembakan yang dilakukan Nidal Malik Hasan itu menyebabkan 13 orang tewas. Setelah dilakukan penyelidikan, Nidal diketahui pernah melakukan kontak dengan Anwar Al-Awlaki, seorang warga negara AS keturunan Yaman yang dikenal sebagai da'i yang radikal di AS.

Dan belum lama ini, aparat keamanan AS menangkap dua perempuan asal Pennsylvania, salah satunya Collen LaRose yang sering menggunakan nama samaran JihadJane. Kedua perempuan Amerika itu dituduh terlibat dalam rencana pembunuhan terhadap kartunis asal Swedia yang membuat kartun-kartun Rasululullah Saw.

Eksrimis Domestik

Kemungkinan yang juga dipertimbangkan oleh pihak berwenang di AS adalah para ektrimis di kalangan orang Amerika sendiri. Mereka tentu saja tidak bisa melupakan peristiwa pemboman gedung FBI di Oklahoma pada tahun 1995 yang menewaskan 168 orang. Pelaku pemboman itu adalah seorang ekstrimis sayap kiri bernama Timothy McVeigh.

Dan pada bulan Maret kemarin, aparat AS juga menangkap anggota milisi Kristen yang merencanakan pembunuhan serangan teror di Michigan.

Fakta bahwa di kalangan orang Amerika sendiri ada kelompok-kelompok ektrimis tidak menutup kemungkinan bahwa insiden Time Squares akhir pekan kemarin-jika benar merupakan rencana serangan teror- dalangnya adalah orang-orang non-Muslim Amerika sendiri. Saat ini, banyak rakyat Amerika yang menjadi miskin dan tidak puas dengan pemerintahannya yang dianggap tidak becus mengatasi krisis ekonomi yang melanda negeri itu.
sumber: eramuslim.com

0 komentar:

Posting Komentar

be nice, keep it clean my friend

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Watch videos at Vodpod and more of my videos

Followers

Foto Saya
bilal mubaraqi
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
a sore loser | full time dreamer | part time achiever | self centered servant | educator | big brother of insolent brothers | arts lover | half ass photographer
Lihat profil lengkapku