NU: Perlawanan Terhadap Penjajah.

Al-Khilafah Islamiyah Perkara Mendesak..

Mendudukan Sejarah Kekhilafah`n Islam.

Menuju Kebangkitan Indonesia

/ On : Jumat, Mei 21, 2010/

Tanggal 20 mei seluruh masyarakat Indonesia memperingati hari yang dianggap hari bersejarah yakni hari kebangkitan nasional yang tak tanggung-tanggung ini peringatan yang ke-102. Peringatan ini didasarkan dengana berpatokan berdirinya organisasi Budi utomo tanggal 20 Mei 1908. Kebangkitan nasional sejak penetapannya maupun hakikatnya selalu saja menuai banyak kritik. Sebut saja penetapannya yang didasarkan pada berdirinya budi utomo. Kemudian tentang arti kebangkitan itu sendiri bagi Indonesia. lihat saja peringatan ke-102 ini kondisi Negara ini tidak mencerminkan Negara yang mengalami kebangkitan melainkan Negara yang mengalami keterpurukan disegala bidang. Tengok saja sebuah contoh kecil kondisi dunia pendidikan di negeri ini yang kondisinnya semakin hari semakin tertinggal dari Negara-negara lain. Tahun ini ditandai oleh banyaknya siswa yang tidak lulus dalam Ujian Nasional (UN). Bahkan menurut data dari Kementerian Pendidikan Nasional, tahun 2010 ini sebanyak 267 sekolah tingkat SMA di seluruh Indonesia, 100% siswanya tidak lulus UN (Republika.co.id, 28/4). Di tingkat SMP kondisinya lebih parah lagi; sebanyak 561 SMP/MTs di seluruh Indonesia, 100% siswanya juga dinyatakan tidak lulus UN (Detik.com, 5/5). Kenyataan ini belum ditambah dengan makin banyaknya angka putus sekolah karena biaya pendidikan. Jadi jangan heran kalau ada semboyan baru berupa orang miskin dilarang sekolah.

Dibidang hukum juga demikian belum selesai kasus buaya VS cicak atau rekayasa kasus Antasari muncul lagi kasus makelar kasus. Hukum terlihat adil sebelah liat saja kasus pencurian kakao atau kasus pencurian sebuah semangka di jombang membuktikan betapa hukum sangat tegas ditegakkan akan tetapi hal ini sangat bertolak belakang dengan betapa sulitnya menegakkan hukum bagi orang-orang yang dengan sengaja merugikan Negara yang besarnya tidak tanggung-tanggung sampai 6,7 Triliun, disini seolah-olah hukum terlihat bagaikan pisau yaitu tajam menindak orang yang ada dibawah (sebut rakyat kecil) dan tumpul ke atas menindak orang-orang memiliki kekuasaan dan berduit. Kebobrokan hukum di Negara ini semakin terangkat kepermukaan lewat beberapa kasus yang dibongkar oleh mantan Kabareskrim komjen (Pol) Susno Duaji yang kini malah ditahan karena dugaan kasus suap. Ingin menegakkan hukum aja susah bukan gelar pahlawan yang didapat pelainkan penjara didapat. Jadi jangan heran akibatnya korupsi pun semakin merajarela di Indonesia menurut survei PERC Indonesia masih memegang rekor sebagai negara terkorup di Asia Pasifik pada tahun 2010 (Metronews.com, 10/3).

Di bidang ekonomi, negeri yang kaya-raya dengan sumberdaya alam ini hanya bisa mendapatkan sebagian besar pemasukan negaranya dari memajaki rakyatnya sendiri padahal kekayaan sumberdaya alam baik tambang laut maupun hutan sungguh melimpah ruah. Dan karena kesalahn managemen ekonomi inilah Negara ini masih menyisakan sekitar 100 juta penduduk miskin menurut kategori Bank Dunia (Okezone, 18/8/2009), dan Parahnya lagi, rakyat ini harus menanggung beban utang luar negeri yang tahun 2010 ini mendekati Rp 2000 triliun (Kompas.com, 16/5).

Di bidang kesehatan, mencuat kembali sejumlah kasus gizi buruk di berbagai daerah, yang tentu berkaitan langsung dengan masalah kemiskinan. Ditambah dengan sulitnya mengakses layanan kesehatan bagi masyarakat kecil walhasil gerakan rakyat untuk lewat pengumpulan koin demi biaya operasi seorang anak mulai bermunculan. Ibaratnya kesehatan bukan lagi menjadi hak yang disediakan Negara bagi bagi orang kecil melainkan Cuma menjadi hak bagi orang kaya yang sanggup membayar.

Dibidang moral, liat saja Sebanyak 32 persen remaja usia 14-18 tahun di Jakarta, Bandung, dan Surabaya mengaku pernah melakukan hubungan seksual. Begitu kesimpulan survei terbaru dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Terungkap pula bahwa perilaku tak pantas para remaja itu dipicu oleh muatan pornografi yang mereka akses dengan mudahnya di Internet. Data yang lebih mencengangkan pernah dirilis Sony Adi Setiawan. Menurut praktisi pertelevisian yang juga dosen mata kuliah produksi program televisi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini, ada 750 hingga 900 video pornografi yang sudah dibuat dan diedarkan di Indonesia. Kebanyakan merupakan video amatir hasil rekaman dari kamera ponsel. Pembuatnya, 90 persen adalah kawula muda, dari pelajar SMP sampai mahasiswa. Sementara itu, di dunia maya saat ini ada sekitar empat juta situs web pornografi. Sebanyak 90 ribu di antaranya menampilkan pornografi anakanak. Materi pornografi pun tak cuma berbentuk cerita, gambar, atau film, juga menyusup dalam bentuk permainan video melalui perangkat semacam PlayStation. (tempointeraktif.com, 17/5/2010)

Dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi, bisa diliat IPTEK di Indonesia seakan-akan semakin jauh tertinggal dibanding negara-negara asia lainnya sebut saja Malaysia yang dulunya Negara ini mengirimkan pendidiknya untuk belajar di Negara kita. Bukti lain, liat saja segala bentuk barang elektronik,otomotif maupun tenologi lainnya yang beredar di masyarakat yang buatan dalam negeri sendiri jumlahnya pasti bisa dihitung dengan jari.

Jika demikian keadaannya, tentu setiap orang di negeri ini layak bertanya, lalu apa makna Hari Kebangkitan Nasional yang telah melawati usia lebih dari satu abad ini jika kebangkitan yang diharapkan semakin jauh dari harapan. Disini kita perlu mencermati juga bahwa penyebab utama Indonesia kesulitan untuk bangkit ialah sistem yang digunakan dalam segala aspek masih menggunakan sistem yang mengadopsi warisan penjajah. Hal ini semakin diperparah dengan semakin diadopsinya sistem kapitalis matrealis yang penerapannya semakin tampak dibidang ekonomi dan bidang yang lainnya.

Untuk bisa melakukan kebangkitan yang sebenarnya kita harus memahmi hakikat dari bangkit itu sendiri. kebangkitan yang benar Ialah kebangkitan yang didasarkan pada akidah yang shahih. Inilah kebangkitan Islam. Sementara kebangkitan yang salah adalah kebangkitan yang didasarkan pada akidah yang salah. Contohnya, kebangkitan Barat yang didasarkan pada Sekularisme, atau kebangkitan Sovyet dengan Komunisme. Islamlah satu-satunya fikrah yang benar karena didasarkan pada ruh, yang mengakui eksistensi Allah dengan segala otoritasnya dalam seluruh aspek kehidupan. Dan didalam Islam sendiri telah ada seluruh konsepsi yang dibutuhkan untuk mewujudkan kebangkitan: akidah, sistem pemerintahan, sistem ekonomi, sistem sosial, sistem pendidikan, sanksi hukum, hukum pembuktian, politik luar negeri, dan sebagainya. Sehinnga Islam tidak hanya dimaknai sebagai agama ritual belaka melainkan juga sebagai sebuah sistem mengurusi segala aspek kehidupan.


Harus dikatakan Tanpa Islam bangsa ini akan makin tepuruk. Tanpa ideologi yang melahirkan sistem Islam kondisi negeri ini akan makin memburuk. Akan tetapi suatu kemustahilan untuk menerapkan Islam sebagai sistem yang menyeluruh di sebuah Negara yang notebene menerapkan sistem demokrasi karena sampai kapan pun Islam akan bertentangn dengan demokrasi. Sistem Islam hanya bisa diterapkan didalam sebuah Negara yang mutlak beridiologi Islam seperti yang dicontohkan Oleh baginda Nabi Muhammad dan para sahabat dilanjutkan para Khalifah selama 13 abad lamanya yang dikenal sebagai Khilafah. Perubahan hakiki ini memang tidak mudah dan membutukan segala bentuk pengorbanan baik tenaga waktu maupun nyawa akan tetapi perubahan menuju kearah yang lebih adalah suatu keniscayaan.

Allah SWT sendiri telah berfirman:

]إِنَّ اللهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ[

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah apa yang ada dalam suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang mengubahnya (QS ar-Ra’du [13]: 11).

Karena itu suatu tindakan yang sia-sia ketika kita hanya bertkutit pada perubahan-perubahan yang semu karena selama kita melakukan perubahan tapi tetap menggunkan sistem demokrasi dan kapitalis maka hasilnya bukan kebangkitan yang kita dapat akan tetapi kehancuran didepan mata yang tidak bisa dihindarkan lagi. Lakukan perubahan dengan sistem yang lebih baik yakni sistem Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.
Oleh Ancah Suroso.
sumber: dakwahkampus.com

0 komentar:

Posting Komentar

be nice, keep it clean my friend

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Watch videos at Vodpod and more of my videos

Followers

Foto Saya
bilal mubaraqi
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
a sore loser | full time dreamer | part time achiever | self centered servant | educator | big brother of insolent brothers | arts lover | half ass photographer
Lihat profil lengkapku