NU: Perlawanan Terhadap Penjajah.

Al-Khilafah Islamiyah Perkara Mendesak..

Mendudukan Sejarah Kekhilafah`n Islam.

Panggung Terbuka Mahasiswa; Dept. Keputrian BKIM IPB

/ On : Jumat, Juli 30, 2010/
Panggung Terbuka Mahasiswa “Pemuda Dalam Cengkeraman Syahwat?” adalah acara yang diselenggarakan pada tanggal 27 Maret 2010 oleh Departemen Keputrian (DEPUTI) BKIM IPB yang bekerjasama dengan Komunitas Gaul Sehat (KOGASE) serta Lembaga Dakwah Fakultas, yaitu El-Sifa (FAPERTA), MT Al-Marjan (FPIK), MT Al-Asyjaar (FAHUTAN), dan DKM Al-Fath (FATETA). Acara yang diselenggarakan di Koridor Pinus ini dihadiri oleh puluhan mahasiswi dari perwakilan lembaga di IPB, seperti BEM TPB, BEM FEM, FKRD-A, FORMASI, HIPMA, IKADA, CREBS, DKM Al-Hurriyah, dan Perwakilan Asrama TPB IPB serta peserta mahasiswa umum.

Acara ini bertujuan untuk membangkitkan kepekaan dan kesadaran civitas akademik IPB terhadap kondisi pergaulan di kampus sehingga muncul gerakan bersama dalam menciptakan lingkungan pergaulan yang lebih baik. BKIM berperan sebagai inisiator bagi terciptanya pergaulan sehat di IPB. Output dari acara ini yaitu adanya kesepakatan antara BKIM dengan kelembagaan IPB untuk bersama-sama mengawal dalam penciptaan kondisi pergaulan kampus yang lebih baik.

Acara dibuka oleh MC yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran:“Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah merekq menutupkan kain kerudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau perempuan (sesama islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka milki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriaman, agar kamu beruntung.” (TQS. An-Nur: 31).

Pada awalnya, dalam acara ini ada sambutan yang disampaikan oleh Dewan Penasehat BKIM IPB, yaitu Dr. Ir. Ma’mun Sarma, MS. MEc. Namun, karena ada halangan, beliau tidak dapat hadir dalam acara ini. Maka, sambutan dilanjutkan oleh Ketua Departemen Keputrian BKIM IPB, Lina Najwatur Rusydi.

Selanjutnya, MC mengajak peserta untuk jargon bersama, “Mahasiswa cerdas?? Pilih Gaul sehat. Gaul sehat? Gue banget, funky tetep syar’i”. Sebelum masuk ke acara inti, peserta dipersilakan untuk mengisi pre-test terlebih dahulu. Pre-test dijadikan sebagai alat ukur sejauh mana kepekaan peserta terhadap kondisi pergaulan di IPB dan lingkungan sekitar.

Selanjutnya, MC memperkenalkan host yang akan memandu acara inti, yaitu Choridatul Jannah. Saat ini beliau bergabung dengan Komunitas Gaul Sehat yang menjadi salah satu pemrakarsa acara ini.

Acara inti Panggung Terbuka Mahasiswa yaitu diskusi interaktif antara peserta dengan pembicara, Ustzh .Ir. Latifah Musa. Beliau merupakan alumni IPB sekaligus BKIM yang saat ini concern terhadap masalah pergaulan. Bersama suaminya, beliau membuat film dokumenter tentang sejarah pergaulan bebas dan bagaimana bisa masuk ke Indonesia. Saat ini beliau menjadi Pemimpin Redaksi dan Produser Majalah Udara Voice Of Islam Media Islam NetWork (278 radio seIndonesia), Narasumber Rubrik: Editorial, Konsultasi Surat, Homeschooling, Majalah Udara Voice of Islam, Produser El Moesa Production (Produsen VCD-VCD Sejarah dan Hukum Islam), Jurnalis Artikel Tentang Perempuan, Anak, Keluarga dan Politik, Penulis Buku-Buku Pendidikan Anak Usia Dini, dan Praktisi Homeschooling dalam Keluarga.

Untuk menjaga kekhidmatan acara dan agar peserta fokus, host dan peserta menyepakati ground rules yang harus diikuti selama diskusi berlangsung. Sebagai pembuka diskusi, host meminta tanggapan peserta mengenai kondisi pergaulan di IPB. Menurut Via (perwakilan Asrama putri TPB) saat ini banyak yang tidak sesuai dengan syariat Islam, misalnya banyaknya yang pacaran dan ikhtilat (campur baur antara laki-laki dan perempuan). Pendapat senada diungkapkan oleh Yeni (mahasiswi). Menurutnya hal itu disebabkan karena belum sampainya pemahaman Islam kepada mahasiswa seluruhnya.

Selanjutnya, host menampilkan tayangan yang berisi testimoni dari civitas akademika IPB yang meliputi dosen dan mahasiswa, diantaranya adalah testimoni dari sekretaris dekan FEMA, Ibu Dr. Ir. Diah K. Pranadji, MS yang menyampaikan kegelisahannya melihat banyaknya mahasiswi yang banyak memakai baju ketat, di depan laptop tapi duduknya mepet-mepetan antara laki-laki dan perempuan. Selain itu beliau menyampaikan dukungannya kepada BKIM dalam perjuangannya menciptakan pergaulan sehat.

Adapun Tika, Bendahara Umum BEM KM berpendapat bahwa pergaulan tidak sehat bukan hanya terjadi di lingkungan kampus saja, namun juga di kost-an. Oleh karenanya, menjadi tugas bersama untuk mewujudkan suasana kampus yang kondusif. Menurut Hasan (KAREMATA), saat ini ada pergeseran moral dalam kehidupan mahasiswa dari sifat malu menjadi tidak tahu malu, sehingga aktivitas pergaulan yang dilakukan pun semakin tidak tahu malu.

Pembicara memaparkan bahwa fenomena ini terjadi karena derasnya arus liberalisasi yang menggempur sistem pendidikan di Indonesia. Dengan adanya paham kebebasan yang diusung, maka mahasiswa memiliki kebebasan untuk berpikir, berpendapat, berbicara, dan bebas berperilaku, termasuk di dalamnya bebas bergaul dengan siapa saja dan dengan cara yang bagaimana saja. Padahal pergaulan yang tidak sehat dapat menghancurkan karakter intelektual mahasiswa. Mahasiswa yang idealnya memberikan kontribusi terbaik bagi negeri ini justru terjebak dalam pergaulan yang tidak sehat. Pada prinsipnya, semua mahasiswa memiliki perilaku yang baik, tapi jika dia tinggal dalam lingkungan yang tidak baik, maka perilaku baik tersebut akan tergerus oleh sistem. Bagaimana caranya menginisiasi gaul sehat? Pertama, mulailah dari diri sendiri (menyelamatkan diri sendiri). Kedua, mengajak orang lain untuk gaul sehat. Kedua langkah ini harus dijalankan secara beriringan. Dengan mengajak orang lain untuk gaul sehat, secara otomatis kita pun telah menjaga diri sendiri dari pergaulan tidak sehat. Sebagai mahasiswa muslim, maka landasan yang menjadi gaul sehat adalah sesuai dengan hukum syara’. Ada delapan poin yang menjadi indikator gaul sehat, yaitu 1) menundukkan pandangan; 2) Menutup aurat dengan sempurna; 3) Perempuan tidak bepergian dari satu tempat ke tempat lain dalam sehari semalam tanpa disertai mahram; 4) Tidak berkhlawat (berdua-duaan); 5) Seorang istri tidak boleh keluar tanpa izin suaminya; 6) Perempuan dan laki-laki hanya boleh berinteraksi dalam urusan pendidikan, kesehatan, muamalah (jual beli), dan penyidikan; 7) serta tidak berzina.

Acara diskusi ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari panitia kepada pembicara dan host yang telah bersedia menjadi pengisi acara Panggung Terbuka Mahasiswa. Acara dilanjutkan dengan penyampaian amanat dari Bapak Rimbawan selaku Bapak kemahasiswaan oleh Koordinator Humas Keputrian BKIM IPB. Dalam amanatnya yang berupa power point, beliau bercita-cita menjadikan kampus IPB sebagai kampus madani. Madani, artinya ideal yang mencakup dua nilai, yaitu nilai intelektual dan nilai spiritual. Harapannya supaya IPB memiliki output berupa mahasiswa yang intelek, peka dengan keadaan sekitar dan taat beragama agar sesuai dengan motto IPB yaitu Mencari dan Memberi Yang Terbaik. Hal ini sesuai dengan cita-cita besar BKIM bahwa mahasiswa tidak hanya harus memilki kematangan intelektual namun juga kematangan emosional dan spiritual sehingga menjadi intelektual muslim yang memilki kepribadian islam (pola pikir dan pola sikap islam, termasuk hal pergaulannya).

Selanjutnya, acara dipandu kembali oleh MC. Sebagai follow up dari acara ini, BKIM bekerjasama dengan KOGASE akan menyelenggarakan acara Promo Gaul Sehat dan Stadium General. Oleh karena itu, MC memanggil Ketua KOGASE, Yeni Rohaeni untuk menjelaskan profil KOGASE. Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film pergaulan islami yang menjelaskan bagaimana hukum syara mengatur pergaulan manusia. Acara selanjutnya yaitu penandatangan Kesepakatan Duta Pergaulan oleh para peserta. Sebelum ditutup, tiga peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan apa yang didapatkan selama acara berlangsung. Kemudian kepada mereka yang berani diberikan doorprize oleh ketua panitaia. Acara ditutup dengan do’a penutup pada pukul 12.22 WIB.

Demikian reportase ini kami sampaikan kepada civitas akademika IPB dengan harapan menjadi cita-cita dan usaha bersama dalam mewujudkan IPB yang hijau dengan pergaulan islami. Semoga Allah mencatat setiap amal baik kita semua. Amiin.

0 komentar:

Posting Komentar

be nice, keep it clean my friend

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Watch videos at Vodpod and more of my videos

Followers

Foto Saya
bilal mubaraqi
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
a sore loser | full time dreamer | part time achiever | self centered servant | educator | big brother of insolent brothers | arts lover | half ass photographer
Lihat profil lengkapku