NU: Perlawanan Terhadap Penjajah.

Al-Khilafah Islamiyah Perkara Mendesak..

Mendudukan Sejarah Kekhilafah`n Islam.

ABU AYYUB AL ANSHARI ( SEMANGAT PEMUDA DALAM FISIK YANG TUA )

/ On : Jumat, Oktober 29, 2010/

Hayo siapa yang tidak kenal sosok Abu Ayyub Al Anshari, beliau adalah salah seorang sahabat dari kaum Anshar.

Saat Nabi Muhammad Saw berhijrah ke Madinah, beliau Saw disambut oleh penduduk Madinah dengan meriahnya, ya memang sosok Rasulullah Saw sudah sangat diidolakan oleh kaum muslimin di Madinah, semua penduduk Madinah membuka pintu dan berharap Rasulullah bersedia tinggal di rumahnya, bahkan para pemimpin Madinah pun sampai berlutut memohon kepada Beliau Saw, agar mau tinggal di rumah mereka. Namun Rasul saw bersabda “ Biarlah untaku ini berjalan sesuai kehendaknya dan berhenti dimana pun maka di sanalah saya akan tinggal, karena unta ini Insya Allah telah mendapat bimbingan Allah SWT dalam tiap langkahnya”. Akhirnya unta Nabi Saw berhenti di rumah seorang laki-laki tua bernama Abu Ayyub Al Anshari, lalu beliau pun tinggal untuk sementara waktu di sana.

Betapa senangnya Abu Ayyub Al Anshari, karena Nabi Besar Saw mau tinggal di rumahnya yang sederhana, maka dia menyiapkan kamar di lantai atas agar Nabi Muhammad tinggal di sana, namun Nabi Saw tidak mau, dengan alasan agar mudah menerima tamu, sehingga Nabi Saw memilih tinggal di kamar tamu lantai bawah.

BISYARAH ( JANJI ) NABI MUHAMMAD SAW, MEMBANGKITKAN JIWA MUDA ABU AYYUB AL ANSHARI.
Dalam suatu riwayat yang mutawatir ( kebenarannya sangat mutlak ) dituturkan oleh Imam Ahmad, dikisahkan Nabi Muhammad dan para sahabatnya duduk dan mengaji, saat itu Beliau Nabi Saw tiba-tiba ditanya tentang kota manakah yang akan takluk terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma, lalu Rasulullah Saw menjawab “Madinnati Hirokla taftahu awalan yakni Kustontiniat”, artinya kotanya kaisar Heraklius yang akan ditaklukan terlebih dahulu yaitu Konstantinopel, lalu Nabi Saw meneruskan Hadisnya “Lataftakhanal Kustontiniat, fa la ni’mal amiru amiruha, wa la ni’mal jaizu zdalika jaiz”, Konstantinopel pasti kalian taklukan, sehebat-hebatnya panglima perang adalah panglima perangnya dan seistimewa-istimewa pasukan adalah pasukan itu, HR. Ahmad. Rasul saw juga menggambarkan bahwa penakluk Konstantinopel adalah seorang laki-laki dengan pasukan yang istimewa.

Saat mendengar penjelasan dari Nabi Muhammad Saw tentang Konstantinopel, Abu Ayyub Al Anshari seakan mendapatkan sesuatu di jiwanya, dia merasa seakan-akan waktu diputar mundur puluhan tahun ke belakang, seakan dia kembali menjadi pemuda dua puluhan tahun, seakan jiwa remaja belasan tahun bangkit dan bergejolak di dadanya.

SAAT ITU JUGA ABU AYYUB AL ANSHARI BERTEKAD UNTUK MENJADI SEHEBAT-HEBATNYA PANGLIMA PERANG, DIA BERTEKAD AKAN MENAKLUKAN KONSTANTINOPEL.

Maka dalam setiap pertempuran baik melawan kafir Quraisy maupun Romawi, Abu Ayyub tidak pernah ketinggalan, dia bahkan hampir saja syahid ketika terjadi perang Mut’ah, saat 3000 pasukan muslim menghadapi 100000 pasukan Romawi di wilayah Palestina.

KESEMPATAN DATANG
Saat Muawiyah bin Abu Sufyan memegang pemerintahan Khilafah Islam, saat itu beliau memerintahkan untuk meneklukan Konstantinopel, dia memerintahkan anaknya yaitu Yazid untuk memimpin pasukan, namun Abu Ayyub yang saat itu sudah berumur sekitar 75 tahun memaksa agar dia ikut dan dia sebagai panglima perang utama pasukan yang akan menyerang Konstantinopel. Sehingga Khalifah Muawiyah akhirnya mengijinkan. Perlu kalian ketahui bahwa Konstantinopel adalah ibukota Kekaisaran Bizantium yang saat itu adalah sebuah Negara Adidaya dan penjajah dan tak pernah terkalahkan.

Untuk menaklukan Konstantinopel Khalifah Muawiyah mengerahkan sekitar 70000 prajurit yang dipimpin oleh Abu Ayyub Al Anshari, dan didampingi oleh Yazid bin Muawiyah, putra Muawiyah.

Saat pasukan sampai ke semenanjung Anatolia ( Turki ), Abu Ayyub mendadak sakit karena kelelahan, badan beliau begitu lemahnya, dan tidak mungkin untuk berperang. Kemudian Yazid bertanya kepada Abu Ayyub, “ wahai Abu Ayyub, kita batalkan saja misi penaklukan Konstantinopel ini, kita kembali saja “. Namun Abu Ayyub menolak, dia sepertinya sudah merasakan bahwa ajalnya sudah dekat, kemudian dia berwasiat kepada Yazid bin Muawiyah agar tetap maju bersamanya untuk menyerang Konstantinopel, dan jika dia mati agar dikuburkan di posisi paling depan pasukannya, artinya adalah sebagai tanda, bahwa orang tua saja sudah sampai sini, jika sampai ada para pemuda yang tidak sampai di sini maka itu keterlaluan.

Tak berapa lama Abu Ayyub pun meninggal dunia, kemudian saat itulah terjadi pertempuran di Tanjung tanduk emas ( Golden Horn ), dalam pertempuran melawan tentara Bizantium pasukan kaum muslimin kalah, namun secara diam-diam mereka berhasil memakamkan jenazah Abu Ayyub Al Anshari di dekat Benteng Konstantinopel.

Yah memang Abu Ayyub sudah tua dan renta serta sakit-sakitan, namun semangat beliau telah membuat kita malu sebagai pemuda, fisik beliau yang sudah renta dan lemah tidak menghalangi jiwa pemuda beliau yang bergejolak ingin membuktikan Bisyarah Nabi Muhammad Idola beliau.

SEJAUH MANA KITA BERJALAN ???
Memang Konstantinopel sudah ditaklukan oleh Sultan Muhammad Al Fatih tahun 1453, 800 tahun setelah Hadis tentang penaklukan Konstantinopel disabdakan Rasulullah Saw.
Namun jika kita berkaca pada diri kita sebagai pemuda, sudah sejauh mana kita memperjuangkan Islam sebagai agama kita???

Kita lihat Al Quran dihina, rakyat Palestina dijajah, Chechnya, Uighur, Patani, Moro, Rohingnya, Irak, Afganistan, dan kaum muslim lain masih dijajah, namun kita masih saja diam dan tak bergerak.

Yang kita tahu hanyalah pacaran-pacaran-pacaran, kita seolah berjuang sekuat tenaga hanya untuk cari pacar, jadi artis, ikut lomba-lomba bakat yang tidak ada gunanya sama sekali, padahal masih banyak PR yang harus dikerjakan oleh kita sebagai pemuda.
Atau mungkin justru kita menganggap bahwa Janji Allah dan Rasulullah hanya bualan belaka, hanya ilusi, tidak nyata, Teroris, Astaghfirullah 1000x, padahal kita sudah mengucapkan 2 kalimat Syahadat sebagai seorang muslim, lalu mana bukti keIslaman kita ??.Tidak malukah kita kepada orang tua seperti Abu Ayyub Al Anshari.

0 komentar:

Posting Komentar

be nice, keep it clean my friend

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Watch videos at Vodpod and more of my videos

Followers

Foto Saya
bilal mubaraqi
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
a sore loser | full time dreamer | part time achiever | self centered servant | educator | big brother of insolent brothers | arts lover | half ass photographer
Lihat profil lengkapku