NU: Perlawanan Terhadap Penjajah.

Al-Khilafah Islamiyah Perkara Mendesak..

Mendudukan Sejarah Kekhilafah`n Islam.

invitation to think: 4

/ On : Rabu, Mei 04, 2011/
ISLAM IS THE ONLY ONE MEDICATION


K
riminalitas seolah sudah menjadi bagian yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Setiap hari kita melihat aktivitas kriminal menghiasi layar kaca dan lembaran-lembaran kertas koran, menjadi headline setiap harinya. Kasus perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, perselisihan antar suku bahkan sampai kasus besar yang turut menyeret pemerintah dan sejumlah menterinya. Semua berita itu tak jarang membuat kita bosan. Bagaimana tidak? Bukankah sudah ribuan kali kita mendengar koruptor yang dijebloskan ke dalam bui? Berapa banyak orang yang dipenjara karena kasus perampokan, pembunuhan, dan pemerkosaan? Apakah hukuman itu berhasil menjaga hak-hak masyarakat? Menjaga rasa aman masyarakat? Menyadarkan masyarakat yang lainnya agar tidak melakukan hal serupa? Karena itu wajar ketika muncul pertanyaan dalam benak kita, "Apa sebenarnya yang menjadi akar permasalahan tersebut?". Dengan mengetahui akar dari semua permasalahan, kita bisa mulai menentukan cara yang ampuh untuk mengangkat masyarakat dari keterpurukan yang telah mengakar (radikal) ini.

AKAR MASALAH 

Setiap tahun kita selalu dihadapkan dengan masalah yang sama, persoalan seputar kemiskinan, pengangguran, mahalnya harga sembako, mahalnya biaya kesehatan dan pendidikan, krisis pangan, dsb. Padahal semua itu merupakan kebutuhan pokok  masyarakat,  kebutuhan krusial yang tidak bisa tidak harus dipenuhi. Namun pemerintah yang tidak serius dalam menyelesaikan masalah ini,  sejatinya menjadi salah satu faktor pemicu tindak kriminal bagi sebagian masyarakat, terutama bagi mereka yang sudah patah arang untuk memenuhi kebutuhannya. Karena bagaimanapun kebutuhan pokok adalah kebutuhan alami manusia. Jika kebutuhan itu tidak bisa terpenuhi dengan cara yang baik, maka tidak ada pilihan selain memenuhinya dengan cara yang seenaknya.

Suasana kehidupan yang jauh dari nuansa kehidupan yang islami pun menjadi salah satu sebab maraknya penyimpangan di tengah masyarakat. Memang masyarakat kita mayoritas muslim, mendirikan shalat, mengerjakan shaum ramadhan, menghidupkan berbagai macam amalan sunnah dan masih memiliki perasaan islam yang kuat. Namun ada satu hal sangat penting yang tidak dimiliki oleh masyarakat ini. Itulah peraturan Islam.
 
Kapitalisme-Sekuler, Peraturan yang Bertentangan dengan Islam!! 

Peraturan yang diterapkan dalam kehidupan bernegara di Indonesia kini sesungguhnya bukanlah hukum yang berlandaskan aturan Islam. Sekalipun setiap tahun merayakan hari besar Islam. Para pejabat negeri ini memang mayoritas muslim dan masih memiliki perasaan keislaman seperti masyarakat pada umumnya, namun perasaannya itu tidak menjadikan mereka terikat dengan peraturan yang Allah turunkan. Mereka cenderung memisahkan aturan agama dari pemerintahan dan berpandangan aturan agama tidak bisa mengatur pemerintahan. Pandangan seperti itulah yang dinamakan Sekuler. Asy Syeikh Taqiyyuddin an Nabhani, dalam kitab Nizhamul Islam mengartikan Sekuler adalah fashluddin 'anil hayaah yaitu memisahkan agama dari kehidupan. Maksudnya Sekulerisme adalah suatu pemahaman yang memisahkan peran agama dalam kehidupan, baik itu dalam bidang pemerintahan, kehidupan bermasyarakat (sosial), ataupun dalam kehidupan pribadi. Jelas pemahaman ini sangat bertentangan dengan peraturan Islam. Bukankah Islam diturunkan untuk mengatur seluruh aspek kehidupan? Mulai dari berpakaian, mu'amalah,  dan persanksian. Kita pasti pernah mendengar kisah Rasulullah yang setiap hari menyuapi seorang yahudi tuna netra, atau kisah Khalifah Umar bin Khattab ra. yang setiap malam berkeliling untuk memastikan bahwa rakyatnya tidak ada yang kelaparan. Dan suatu saat beliau mendekati sebuah rumah dan mendapati seorang ibu yang tengah memunguti batu untuk direbus agar anaknya tidak menangis karena kelaparan, Umar langsung pulang dan segera kembali dengan memikul karung berisi gandum untuk diberikan kepada sang ibu.

Kedua kisah diatas bukanlah sekedar kisah teladan! Baik Rasulullah maupun Umar, melakukan itu bukan sekedar amal jariyah atau karena memiliki empati yang tinggi, namun karena memang Islam telah mewajibkan bagi penguasa untuk mengurus pemenuhan kebutuhan  rakyatnya. Seperti itulah wajah politik dalam sistem islam. Jelas terlihat bahwa politik dalam Islam bertentangan dengan politik Sekuler saat ini. Politik Islam adalah sistem politik yang mengatur urusan masyarakat dan mengontrol kegiatan mereka agar selalu bertindak sesuai dengan aturan Islam. Sehingga akan terbentuk kehidupan masyarakat yang Islami. Sedangkan sistem politik Sekuler akan menghasilkan suatu tatanan kehidupan yang juga Sekuler. Kehidupan masyarakat yang seenaknya, tidak peduli mana halal dan mana haram. Karena itu sudah saatnya kita menjadikan Islam sebagai satu-satunya pengobatan. Dengan begitu bukan hanya kehidupan kita akan menjadi lebih baik namun juga akan menjadi mulia di hadapan Allah Ta'ala.

2 komentar:

ijal mengatakan...

artikel yg bagus..gan...saya setuju..memang islam harus dijadikan satu satunya pengobatan..

ryuuzaki-kun mengatakan...

@ijal
cuma masalahnya banyak orang yang gak nydar kalo masyarakat ini lagi sakit loh gan..

Posting Komentar

be nice, keep it clean my friend

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Watch videos at Vodpod and more of my videos

Followers

Foto Saya
bilal mubaraqi
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
a sore loser | full time dreamer | part time achiever | self centered servant | educator | big brother of insolent brothers | arts lover | half ass photographer
Lihat profil lengkapku