NU: Perlawanan Terhadap Penjajah.

Al-Khilafah Islamiyah Perkara Mendesak..

Mendudukan Sejarah Kekhilafah`n Islam.

People Power Dalam Perspektif Islam, dan Cara Membangun Pemerintahan Islam

/ On : Rabu, Mei 11, 2011/

Assalamualaikum...
    Postingan ini saya tujukan untuk salah satu sobat bloger yang menanyakan terkait, "bagaimana membangun sebuah Negara Islam. Apakah dari dalam ataukah dari luar sistem?"
Beruntung saya menemukan salah satu artikel yang merupakan Nasyroh Hizbut Tahrir terkait hukum "People Power" atau Revolusi. Pembahasan ini sangat menarik untuk dibahas mengingat fakta di lapangan menunjukan semenjak awal tahun 2011 ini telah terjadi berbagai peristiwa penting di Timur Tengah. Saya berharap dengan pembahasan postingan kali ini, dapat memberikan sedikitnya gambaran mengenai hukum Revolusi dan bagaimana cara mendirikan sebuah negara Islam. Dan mudah-mudahan bisa menjadi awal penjelasan bagi postingan-postingan berikutnya, Insya Allah.

Bagaimana hukum people power atau revolusi menurut syariat Islam? Dan, bagaimana sesungguhnya membangun pemerintahan Islam melalui jalan umat?

Jawab:
People power adalah kekuatan rakyat yang biasanya digunakan untuk melakukan perubahan dengan menjatuhkan rezim yang ada, untuk digantikan dengan rezim yang baru. Perubahan dengan menggunakan kekuatan rakyat ini bisa digunakan untuk tujuan reformasi maupun revolusi, baik untuk mengubah sebagian sistem yang ada, maupun mengubah seluruh sistem dengan sistem yang lain sama sekali.
Dalam konteks Islam, perubahan yang dimaksud tentu adalah perubahan dari sistem Kufur menjadi sistem Islam. Namun, apakah menggunakan people power tersebut dibenarkan oleh Islam? Jawabannya jelas tidak. Dalam hal ini ada tiga alasan:
Pertama, cara seperti ini jelas menyimpang dari ketentuan syariah, karena tidak mengikuti metode yang telah digariskan oleh Rasulullah saw. Karena cara yang dilakukan oleh Rasulullah saw. dalam melakukan perubahan, termasuk di dalamnya membangun pemerintahan Islam, adalah melalui thalab an-nushrah.[1] Dengan mencari pertolongan kepada siapa saja yang memang mempunyai kekuatan dan bisa menolong dakwah beliau. Karena pihak yang mempunyai kekuatan ketika itu adalah kepala suku dan kabilah, maka kepada merekalah Rasulullah saw. berusaha sungguh-sungguh untuk mendapatkan pertolongan. Rasulullah pernah mendatangi Bani Tsaqif di Taif, Bani Hanifah, Bani Kalb, Bani Amir bin Sha'sha'ah dan sejumlah kabilah yang lain. Yang ternyata semuanya menolak. Ada yang menolak dengan keras, bahkan tidak manusiawi, seperti yang beliau alami di Taif, dan ada juga yang menolak tanpa syarat, seperti yang beliau alami ketika menyatakan hasrat beliau kepada Bani Hanifah, atau ditolak karena beliau tidak mau mengabulkan syarat mereka, seperti yang beliau alami dari Bani Amir bin Sha'sha'ah.[2]
Justru karena itulah, maka cara dan langkah yang beliau tempuh ini hukumnya wajib. Karena dua alasan: Pertama, karena langkah ini beliau lakukan dengan konsisten, apapun dampak dan resikonya. Kedua, dampak dan resiko yang beliau terima, ternyata tetap tidak mengubah konsistensi beliau. Dua hal ini menjadi indikasi (qarinah), bahwa cara dan langkah tersebut hukumnya memang wajib. Karena itu, cara tersebut tidak pernah beliau tinggalkan, apapun resikonya.
Dalam konteks sekarang, thalab an-nushrah bisa dilakukan terhadap kepala negara, kepala suku dan kabilah, polisi, militer dan siapa saja yang mempunyai kekuatan dan pengaruh secara riil di tengah masyarakat. Dengan syarat mereka harus mengimani sistem Islam dan membenarkannya. Ini didasarkan pada riwayat:
وَيَسْأَلُهُمْ أَنْ يُصَدِّقُوْهُ، وَيَمْنَعُوْهُ
 "Beliau pun meminta mereka untuk membenarkan beliau, dan memberikan perlindungan kepadanya."[3]

Inilah satu-satunya cara yang legal dalam pandangan syariah dalam melakukan perubahan dan membangun pemerintahan Islam.
Kedua, cara seperti ini juga salah. Selain menyimpang dari ketentuan syariah, cara seperti ini juga bisa dianggap sebagai kesalahan strategi. Karena tujuan dari proses perubahan  melalui people power tersebut sebenarnya adalah untuk mewujudkan rezim baru, yang bertujuan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Namun nyatanya, people power atau revolusi rakyat tersebut justru menimbulkan kekacauan yang luar biasa, termasuk mengorbankan hak milik umum, negara dan kepentingan rakyat. Jika kondisi ini terjadi, justru tujuan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik tersebut jauh api dari panggang. Selain itu, cara seperti ini juga bisa memicu terjadinya konflik horisontal, yang mengakibatkan perpecahan di tengah-tengah umat. Pertanyaannya, mungkinkah membangun negara dan pemerintahan yang solid, sehingga seluruh sistemnya bisa dijalankan, jika umat dan rakyatnya terpecah belah? Jelas tidak mungkin.   
Ketiga, cara seperti ini juga berbahaya. Belajar dari kasus Suriah misalnya, meski people power tersebut dilakukan oleh kelompok tertentu, sebut saja Ikhwan al-Muslimin, tetapi akibat dari tindakan kelompok tersebut, stigmatisasi dan generalisasi pun terjadi pada seluruh kaum Muslim. Dampak dari tindakan tersebut, penguasa Suriah, bahkan memberlakukan larangan terhadap apapun yang berbau Islam, hatta shalat lima waktu. Hingga kini, penguasa Suriah pun bertindak sadis dan di luar batas perikemanusiaan. Tindakan-tindakan brutal tersebut hingga kini masih terus berlanjut. Apa yang terjadi minggu-minggu ini di Suriah adalah contoh nyata bentuk kebrutalan mereka, yang dipicu oleh pengalaman sejarah peristiwa people power tersebut. Meski penguasanya berganti, tetapi tradisi kebengisan dan kebrutalannya tetap saja dipertahankan.
Karena itu, upaya-upaya people power, revolusi rakyat atau sejenisnya bukan saja tidak boleh, bahkan harus dicegah. Siapa saja yang melakukan upaya-upaya tersebut juga jelas bukanlah orang yang ikhlas dan sungguh-sungguh berjuang untuk kepentingan umat.
Jika demikian, lalu bagaimana sesungguhnya gambaran membangun pemerintahan Islam melalui jalan umat?
Maksudnya adalah, bahwa umat ini harus dipersiapkan agar meyakini dan menerima sistem Islam, baik sistem pemerintahannya, ekonomi, sosial, pendidikan, sanksi hukum maupun politik luar negerinya.  Sebab, kekuatan negara dan pemerintahan dalam pandangan Islam terletak pada umat. Karena faktanya negara adalah entitas teknis yang mengimplementasikan seluruh konsepsi, standarisasi dan keyakinan yang diterima oleh umat. Karena itu, penerimaan umat terhadap konsepsi, standarisasi dan keyakinan Islam tersebut merupakan pilar dasar bagi tegaknya sistem Islam. Dan, begitu juga sebaliknya.
Dengan demikian jelas sekali, bahwa yang dimaksud dengan 'an thariq al-ummah (melalui jalan umat) bukanlah people power atau revolusi rakyat, melainkan upaya sungguh-sungguh dan sistematik membangun sistem yang dibangun berdasarkan kekuatan umat, melalui keyakinan, dukungan dan implementasi mereka terhadap sistem tersebut. Sementara proses perubahannya dari sistem Kufur kepada sistem Islam dilakukan melalui thalab an-nushrah, bukan dengan cara yang lain.

Wallahu a'lam.


[1]  Lihat, Dr. Muhammad Khair Haikal, al-Jihad wa al-Qital fi as-Siyasah as-Syar'iyyah, Dar al-Bayariq, Bairut, cet. VIII, 1996 M, juz I, hal. 406. Dalam hal ini, Dr. Muhammad Khair Haikal menyatakan, bahwa thalab an-nushrah ini mempunyai kriteria dan kualifikasi yang spesifik, yang kemudian beliau uraikan ada 9 kriteria. Siapa saja yang ingin memperdalam masalah ini, silahkan merujuk buku beliau.
[2]  Lihat, Ibn Hisyam, as-Sirah an-Nabawiyyah, Dar Ihya' at-Turats al-'Arabi, Bairut, cet. II, 1417 H/1997 M, juz II, hal. 35-38.
[3]  Lihat, Ibn Hisyam, as-Sirah an-Nabawiyyah, Dar Ihya' at-Turats al-'Arabi, Bairut, cet. II, 1417 H/1997 M, juz II, hal. 36.

2 komentar:

Obat Sakit 2011 mengatakan...

I love Islam
islam agamaku
agamaku Islam sampai ajal menjemputku gan

ryuuzaki-kun mengatakan...

@Obat Sakit 2011
Oke gan mantap.. tapi karena rusaknya sistem yang diterapkan, maka umat pun banyak yng ga cinta sama agamanya.. apalagi yang masih muda, uuwweehh maunya cuma seneng-seneng aja.. gan..

Islam is complete, but ummah looks up to democrazy for its need.. (S.O.A -Sleeping Giant)

Posting Komentar

be nice, keep it clean my friend

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Watch videos at Vodpod and more of my videos

Followers

Foto Saya
bilal mubaraqi
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
a sore loser | full time dreamer | part time achiever | self centered servant | educator | big brother of insolent brothers | arts lover | half ass photographer
Lihat profil lengkapku