NU: Perlawanan Terhadap Penjajah.

Al-Khilafah Islamiyah Perkara Mendesak..

Mendudukan Sejarah Kekhilafah`n Islam.

ISOLA MENARI (Saran dan Kritik yang Membangun)

/ On : Kamis, November 17, 2011/

‘Isola Menari’, sebuah acara besar yang dipersembahkan K.I.G Dance Community diagendakan akan dilaksanakan pada hari Jumat tangal 18 November 2011 di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) (Ilmiah, Edukatif, Religius). Acara ini didukung oleh semua komunitas seni di Kampus UPI, komunitas seni Surabaya, komunitas seni Cirebon, Jurusan Seni Tari UPI dari berbagai angkatan (2008, 2009, 2010, 2011), komunitas seni UNPAD, dan lain-lain. Selain itu, acara ini juga didukung oleh banyak sponsor sehingga sulit dikatakan bila acara ii dikatakan asal-asalan. Program unggulan acara ini adalah menari selama 12 jam nonstop dari mulai jam 07.00-19.00. Penampilan dari berbagai jenis tarian mulai dari tarian daerah, kontemporer, modern, dan lain-lain.

‘Isola Menari’ mempunyai tujuan yang normatif bila dilihat dari suatu sudut pandang. Dari pemaparan panitia, kami mendapatkan informasi berkenaan dengan tujuan diadakannya dari acara ini. Pertama, sebagai ajang silaturahmi diantara komunitas seni tanah air. Kedua, sebagai ajang peningkatan kreatifitas seni. Ketiga, berdampak pada kebaikan karena diniati dengan kebaikan. Dari situs resmi UPI, kami juga mendapati bahwa pelaksanaan acara ini dilegislasi dengan sepotong ayat Al Qur’an ‘Demi masa’ sesungguhnya manusia (‘jiwa-rohani’) dalam kerugian...(Q.S. Al-Ashr) dengan tujuan mendekatkan diri kepada Yang Maha Pencipta.

Dari fakta di atas ada beberapa hal yang perlu ditempatkan sesuai dengan tempatnya. Argumentasi niat yang baik akan menghasilkan dampak kebaikan perlu dikritisi. Kita tentu tidak akan sepakat pada korupsi walaupun setengah dari harta hasil korupsi untuk shadaqah. Dalam ushul fiqih ‘hukum asal perbuatan manusia adalah terikat dengan huhkum Allah’. Itu artinya tidak cukup mengharapkan kebaikan dari niat dengan dalil bahwa ‘semua amalan tergantung pada niat’. Dalam hadits Nabi SAW mengingatkan ‘tidaklah beriman salah seorang dari kamu, sehingga menjadikan saya sebagai (standar) akalnya, yang digunakan untk berpikir’. Sehingga standar baik dan buruk adalah menurut Islam bukan menurut yang lain.

Publikasi ‘Isola Menari’ yang dibuat dengan ukuran raksasa terpampang dengan jelas gambar-gambar perempuan yang membuka aurat. Ini menggambarakan bahwa salah satu agendanya adalah mempertontonkan aurat di depan umum yang jelas haram (Q.S. 33:59, 24:31). Pengambilan sepotong ayat untuk membenarkan kemasiatan sudah dicela oleh Allah (Q. S. 2:16-19) ‘Pesta mempertontonkan aurat’ di hari Jumat sungguh menciderai hari besar umat Islam karena turunnya (Q. S. 5:3) pada hari Jumat.

Menyikapi 'Isola Menari'penulis mengutip pernyataan DR. Yusuf Qardawi(dalam Situs Huzaifah's).Seni tari dibolehkandengan syarat, Pertama :Tidak bertentangan dengan adab Islam dan ajarannya. Tarian yang menamppakkan aurat, yang membawa kepada kelalaian yang jelas keharamannya karena bertentangan dengan perintah Allah Swt.Kedua : memperhatikan bentuk tariannya. Tarian yang membangkitkan syahwat juga dilarang dalam Islam.Ketiga : Tidak boleh mengiringinya dengan sesuatu yang haram. Seperti meminum khamar, memperlihatkan aurat, memanggil jin dll. Apabila sudah dicampur dengan sesuatu yang haram maka tarian itupun jadi haram.Keempat : Tidak melampaui batas dan berlebih-lebihan. Segala yang melampaui batas dan berlebih-lebihan dilarang didalam Islam.Kelima : berkenaan dengan yang melihat dan mendengarkan. Setiap orang yang melihat tarian ataupun mendengarkan lagu-lagu sehingga membangkitkan syahwatnya, menimbulkan fitnah dan menghilangkan akal sehatwajib dijauhinya. Wallahu'alam.

Sumber referensi:

Al Qur'an.

www.upi.ac.id diakses tanggal 17 November 2011.

Situs huzaifa's.blogspot.com diakses tanggal 17 November 2011.

Abdurrahman, Hafidz. 2010. Diskursus islam politik dan spiritual. Bogor: Al Azhar Press.

Wawancara panitia.

CP: Didin (085294608908)

KALAM UPI

25 komentar:

Anonymous mengatakan...

terima kasih atas kritik dan saran nya...
menurut saya..publikasi yang "raksasa" itu karena biasanya..baligho memang berukuran besar..dan itulah salah satu tujuan publikasi..
mengenai gambar didalamnya..1 baligho yang betul betul banyak memperlihatkan aurat perempuan.saya setuju.
lalu secara keseluruhan...
seni..terutama tari..pasti akan bertentangan bila dilihat dari sudut pandang Islam..
dari mulai gerakan..kostum..dll.tapi tidak semua tari yang bertentangan itu secara langsung mengajak atau menyuruh orang yang terlibat menuju ke arah maksiat.
ada pula tari yang memang sengaja di tari kan untuk menyebar agama Islam .

Anonymous mengatakan...

asslamu alaikum Wr Wb
lha kok kalau yang nasyidan pake sound di al-furqon berisik, kawinan, ganggu sholat ga dikritisi... Jangan Suudzon dulu akh. Memandang sesuatu dengan sudut pandang anda. Alangkah lebih baiknya tidak mengumbar sesuatu tidak dalam koridor dunia maya. Tapi sampaikan secara baik-baik. Ingat kita ini masih hidup di negara Indonesia yang kaya akan budaya, sebagai mahasiswa harus lebih kritis akan pelestarian terhadap tradisi. Toh apa yang ditampilkan bukanlah suatu bentuk kemaksiatan... Didalamnya ada silaturahmi dengan pihak diluar UPI (Universitas lain, juga masyarakat), trus apakah anda juga melihat keseluruhan acara yang berlangsung? terkadang orang memandang sesuatu dari pikiran negatif yang timbul karena tidak mendengar dan melihat secara langsung. Karena ISOLA menari bukanlah pesta mempertontonkan aurat, adakah peserta menari 12 jam mempertontonkan aurat? Menari 12 adalah suatu bentuk ekspresi mengerakkan tubuh tanpa henti karena dasar menari adalah bergerak sama halnya dengan berjalan, mengerakkan tangan tidak perlu memakai kostum yang mempertontonkan aurat hanya bergerak. ( wah jangan2 anda ini sudah berfikir bahwa menari itu membutuhkan goyang, dan memakai kostum terbuka. Sekali lagi sebagai mahasiswa lebih kritis dan dikaji lagi anda juga setiap hari menari karena anda bergerak. Menari adalah aktivitas gerak (contoh dalam gerak tradisi "nyawang" diambil dari gerak melihat sesuatu dengan telapak tangan diatas alis menandakan melihat sesuatu yang jauh) jadi kalau anda melihat keseluruhan acara yang dilakukan adalah melihat sekumpulan orang-orang mengekpresikan karyanya melalui gerak. apakah anda juga melihat anak-anak kecil menari didalam gedung kebudayaan dengan bagus dan penuh kebahagiaan sungguh kasian jika anda berfikir negatif terhadap anak-anak itu bahwa mereka mempertontonkan aurat.

wassalamu 'alaikum Wr Wb

Penulis Tangginas


Aktivis Seni

Anonymous mengatakan...

salam hangat saudaraku.
sungguh menarik apa yang disuguhkan dalam blog ini. sayah adalah salah satu dari sekian banyak orang yang menikmati pagelaran ""Isola Menari". pernyataan sayah adalah sama sekali tidak merasa tergugah rasa sahwat sayah ketika melihat para seniman itu beraksi. di sana sama sekali bukan ajang pesta aurat sebagaimana yang anda saksikan. kecuali anda melihatnya dari sisi itu.Jangan-jangan anda sendiri yang kurang bisa mengontrol sahwat ketika melihat para seniman tari itu beraksi. masih banyak hal yang perlu direnungi di kampus upi yang KATANYA ilmiah, edukatif, religius ini daripada sekedar mengurusi kesenian yang notabene tidak benar-benar anda pahami.

Kali Jaga
penyandang dana kesenian

Anonymous mengatakan...

salam budaya,,,klw mnrt saya mendingan anda banyak2 istgfar untuk menjaga shwat,,trus lebih baik pelajari,,pahami,,,,teliti,,baru berbicara,,,,satu saran saya,,,jangan melihat dari kaca mata kuda???SELAMAT BERGERAK,,,,,,,,,,,,,,,,

Anonymous mengatakan...

Salam budaya

Dimanakah karaktristik budaya indonesia jika kesenian ditiadakan, UPI adalah lembaga yang demokratis dan ada yang lebih berhak menilai sesuatu itu baik atau buruk. Jika memang acara tersebut tidak baik maka pihak UPI pun tidak akan mengijinkan. Faktanya acara tersebut berlangsung dengan baik tanpa menggangu siapapun. Ingat para sunan pun berdakwah menggunakan media seni (Tari topeng Cirebon, Wayang dll). Justru para da'i sekarang ini rame-rame membuat album, tampil di TV jadi seleb (memanfaatkan media seni sebagai dakwah). Tolong anda juga kritisi Tutorial yang wajib diikuti mahasiswa yang banyak merasa terpaksa mengikutinya (Banyak mahasiswa lama yang tertunda kelulusannya karena tutorial belum lulus padahal dari dosen MKDU Agama tidak bermasalah). Coba survey, sebagian mahasiswa baru merasa perlu beristirahat setiap sabtu-minggu setelah melakukan aktivitas kuliah dan LDKM himpunan. Sedikit lebih rasional dan menggunakan hati, ada juga mahasiswa yang mencari uang demi membiayai kuliah (mungkin anda dapat tunjangan dari orang tua). Manusia memang tak luput dari khilaf, keburukan itu lahir dari manusia dan kebaikan itu lahir dari Tuhan. Seperti apa yang anda ungkap (Argumentasi niat yang baik akan menghasilkan dampak kebaikan perlu dikritisi. Kita tentu tidak akan sepakat pada korupsi walaupun setengah dari harta hasil korupsi untuk shadaqah. Dalam ushul fiqih ‘hukum asal perbuatan manusia adalah terikat dengan huhkum Allah’. Itu artinya tidak cukup mengharapkan kebaikan dari niat dengan dalil bahwa ‘semua amalan tergantung pada niat’. Dalam hadits Nabi SAW mengingatkan ‘tidaklah beriman salah seorang dari kamu, sehingga menjadikan saya sebagai (standar) akalnya, yang digunakan untk berpikir’. Sehingga standar baik dan buruk adalah menurut Islam bukan menurut yang lain.). Apakah tutorial sudah dikaji lagi kebaikannya dievaluasi melalui penelitian terhadap mahasiswa UPI, masih banyak yang bisa di kritisi lebih dekat. "Gajah dipelupuk mata gak kelihatan tapi semut diseberang lautan dapat terlihat". Adakah mahasiswa UPI ini mahasiswanya berjilbab semua, tidakkah anda mengkritisi hal itu. Jurusan tertentu juga mempunyai seragam mahasiswinya pake rok dan itu tidak dikritisi, dan apakah tidak menjadi masalah ketika sesorang menari Jaipongan, Modern Dance tau tarian lainnya dengan memakai Jilbab!! jangan-jangan nanti anda gak setuju lagi disangka menghina (pake jilbab kok menari kayak gitu) tidak semua hal itu bisa dikritisi semudah itu makanya. Ditinjau didiskusikan dulu tidak main comot teori dari buku atau orang lain. Sebetulnya apa yang membangkitkan sahwat itu (sahwat timbul karena imajinasi?? Atau anda yang selalu berfikir seperti itu jika melihat sebuah tarian. Astafirullah!!!!

SBY


Presiden Kesenian

Anonymous mengatakan...

salam
klo menurut saya anda salah telah datang dan melihat acara isola menari
karena itu bukan tempat anda,,,,
itu tergantung niat kita
pabila niat kita melihat acara itu untuk melihat aurat perempuan berarti anda salah,,
tp apabila niat kita untuk melihat seninya itu baru benar,,
kegiatan apapun tergantung niat.
jangankan membuat sebuah acara,,,
klo niat shalat kita untuk mencari perhatian orang pun itu sudah salah
sekali lagi itu tergantung niat anda

tolong tanggapannya

Anonymous mengatakan...

hmmmm...... sodara-sodara ku se agama. kgiatan tersebut telah dilaksanakan.. maka sebagai orang yg akademisi, mari kita telaah dan liat bagaimana ketika pelaksanan berlangsung!! apakah ada yang mempertontokan AURAT!!!!( secara sengaja berniat unutk menngoda iman, dan membangut syahwat yg tidak semestinya??????) sy rasa tida< dari apa yg dilakukan itu hanyalah sebuah ekspresi diri dalam menguji seberapa jauh kita mampu bergerak.... jadi menurut sy dari apa yg dijadikan salah satu pegangan berupa baligo yg secara maksud itu bermulti tapsir atau berbagai pandangan... dianggap memprtontonkan aurat, itu lebih baik dikaji lebih dalam lg mengenai maksudnya dan lebih tepatnya lagi lihat lah pada pelaksanaannya...kita semua nilai, apakah pada palaksanaannya banyak maksiatnya???? trimmmmsss

Anonymous mengatakan...

Assalamu alaikum

hmmm...saya bukan anak KIG,, tp saya mau berkomentar disini.. dari yang saya di liat di lapangan.. kebetulan saya ikut motret di acara tersebut... saya tidak melihat adanya tarian yang MENGUNDANG "SESUATU"
mengenai foto yang terpajang di baligho pun menurut saya biasa saja.. kalaupun ada tolong langsung tunjukan kepada KIG nya.. agar menjadi koreksi buat KIG sendiri

saran buat KALAM, bagaimana kalau seandainya kita membahas tentang yang mengadakan resepsi nikahan di lantai bawah al-furqon,,,

saran juga,,, bagaimana kalau kita juga kaji arti dari sebuah SENI (musik, tari, rupa, lukis dll) dari berbagai SUDUT PANDANG YANG BERBEDA,

terima kasih

Wassalamu alaikum,,,

Anonymous mengatakan...

assalamualaikum Wr. Wb
ok mengkritisi memang bagus. tapi apakah anda sadar bahwa apa yang dikatakan anda itu membuaat budaya kita jatuh, anda seakan meremehkan budaya sendiri Budaya Indonesia yang seharusnya kita jaga. disini kami hanya berniat melestarikan budaya, menjalin silaturahmi, tak ada niatan untuk berbuat maksiat, klo menurut anda seni itu adalah mengundang maksiat, kenapa di UPI ini ada jurusan seni? (seni tari, musik, rupa).

Anonymous mengatakan...

assalamualaikum

wow, saya ga berenti bilang wow saat baca kalimat demi kalimat di blog KALAM ini.
mba, mas, anda berkata seperti itu seolah2 anda mengerti betul apa yg sedang anda bicarakan, tapi menurut saya anda belum paham.
mba, mas, coba dikaji lg deh :) saya malu loh bacanya :) saya jg muslim mba mas, tp ko saya jd malu ya baca kritikan ini :)

saya sebagai org tari mempertegas, isola menari kemarin berjalan sangat sukses, dukungan dari sana sini pastinya. kalo anda anggap acara kemarin itu maksiat, anda salah mba mas, salah sekali okei ?
mangga dipikirin lagi.

Anonymous mengatakan...

Assalamualaikum....

saya bukan dari K.I.G tapi saya menyarankan kepada KALAM UPI
jika anda ingin meng kritik atau memberi saran, kenapa tidak langsung ke blog K.I.G atau sampaikan langsung saja ?
kenapa malah menulis di blog KALAM sendiri ?
bagaimana bisa disebut memberi saran kalau tidak disampaikan ?
terimakasih....

wassalamualaikum..

an_nisa

Anonymous mengatakan...

sebagai apresiator Isola Menari saya kurang setuju dengan istilah "'pesta mempertontonkan aurat' di hari jumat" yang penulis gunakan dalam tulisan ini. kegiatan K.I.G ini sama seperti pementasan2 tari lainnya yang sudah sangat sering digelar UPI. bedanya hanya terletak pada konsep acara dan durasi yang menurut saya justru harus diapresiasi karena merupakan hal baru dan mengusung silaturahmi serta misi seni/budaya..
saya pun ingin mengritisi tulisan ini yang cenderung setengah-setengah. saya belum menemukan saran langsung penulis dalam memberi solusi harus seperti apa orang Indonesia melestarikan tari daerah tanpa menjadikan tarian tersebut haram? haruskah kita mengganti seluruh kebudayaan warisan nenek moyang kita termasuk mengubah tari-tarian daerah? yang kita hadapi tidak semudah itu. ada banyak sisi yang harus kita pertimbangkan. dan semua kembali pada niat. dan alhamdulillah niat saya ketika mengapresiasi bukanlah untuk mengikuti 'pesta mempertontonkan aurat' oleh karena itu tidak bangkit syahwat saya, tidak pula timbul fitnah. bahkan tidak terpikir sedikitpun ke arah sana sampai saya membaca tulisan ini dan menyadari sudut pandang setiap orang memang berbeda. terima kasih. Wallahua'lam.

-Editor Artpreciators-

Anonymous mengatakan...

saya jadi kepengen tau.. mana sih yang mengundang syahwatnya? BUKTIIN bisa kali ya??

Anonymous mengatakan...

berani ngomong disini doang ? cupu..

Anonymous mengatakan...

‘Pesta mempertontonkan aurat’ di hari Jumat <-- gw ngakak bacanya :D
ngasal bgt lo ngomong woy, kotor pikiran lo

Anonymous mengatakan...

kepada penulis, mana saran dan kritik yang membangunnya? bagaimana cara melestarikan budaya/kesenian yang ada?
apa pandangan anda tentang tari? padahal tanpa anda sadari anda juga sering menari saat menggerakan tubuh?anda juga pasti bergerak saat mendengarkan alunan musik atau mendengarkan nasid atau mendengar khasidah kan? itu juga menari. kalau anda benar-benar anti terhadap tarian, anda pembohong besar, anda munafik. karna yang anda lakukan sehari-hari adalah bergerak.

trima kasih

Anonymous mengatakan...

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Anonymous mengatakan...

Ass..Wr...Wb
Ana adalah salah seorang pemerhati dan penggiat seni, ana pun bagaian dari ISOLA 12 Jam Menari. Giroh antum mungkin sedang pada puncaknya, ana pahami dan sangat mengerti, namun perlu di garis bawahi jalan dakwah itu terbentang luas tak terbatas ruang dan waktu, siapapun boleh dan harus berdakwah. ketika ada kemungkaran wajib diingatkan baik secara perbuatan , ucapan ataupun sebatas hati. Namun demikian apa yang antum lakukan tidak menuai simpati bagi kalangan kami, malah antipati. Rosulullah SAW, mengajarkan pada kita untuk mengingatkan sesama umat dengan cara yang terbaik dan tidak menyakiti hati, mungkin niat antum baik namun ana kritik cara penyampaiannya. Orang-orang seni tidak selamanya dan semuanya buta akan pemahaman agama, banyak dari kami yang hafidz, tak tertinggal sholat 5 waktu, ketika malam tahajud, dan amalan2x yang lain.Ana ikut liqo tapi murobi ana sangat menghargai ana sebagai penggiat seni. alangkah lebih baik apabila antum bicara baik-baik tak perlu posting artikel atau komentar antum di blog ini, karena ini bersifat umum, akan menimbulkan kontroversi yang tidak sehat dan tujuan antum untuk bedakwah keburu buntu di tengah jalan tidak sampai pada tujuannya untuk saling mengingatkan, karena yang membaca keburu antipati duluan. maaf bukan menggurui, tapi belajar dari pengalaman. InsyAllah tidak ada maksiat dalam acara itu, tidak ada pengumbaran syahwat, dan jumat yang mulia tidak tercoreng oleh pesta maksiat, kami sholat jumat ko. alhamdulillah setelah menonton acara tersebut tidak ada yang terangsang dan melakukan maksiat seperti telah nonton dangdut yang sronok. kalo ana sarankan sedikitnya di klarifikasi lah apa yang antum tulis. agar tidak terjadi suuzdhon dan fitnah yang berkepanjangan.
wa tawâshaw bil-haqqi wa tawâshaw bis-sabr

Wassalamu'alaikum Wr Wb

Anonymous mengatakan...

lengak lenggok penari mengundang sahwat? menarinya seperti apa dulu? memandang disebelah mana dulu? disini kan kita berbicara tentang acara menari 12 jam? anda melihat ga? jangn hanya mengkritisi saja.kita hanya berniat melestarikan kebudayaan. anda saja tidak melihat pertunjukan tari, bagaimana anda bisa memberi saran. (ANDA HANYA MENGKRITISI TANPA ADA SOLUSI). untuk maslah pakaian? pakaian apa yng anda mksud membungkus? apakah kita sebagai orang seni harus menyalahkan nenek moyang kita karna telah menciptakan kostum seperti yang seperti sekarang? apakah kita harus merubah pakaian tersebut? bagaimana anda menanggapi tarian dari irian jaya yang hanya memakai "koteka"? negara kita menuntut UNTUK MEMBUDAYAKAN KEBUDAYAAN DAERAH bagaimana anda menanggapi hal itu? ketika sebuah tarian di daerah kita di klaim negara lain, bagaimana pendapat anda? ketika pakaian daerah di klaim juga oleh orang lain apa tanggapan anda?
ya disini kami hnya melestrikan budaya, agar semua budaya yang ada di Indonesia tetap ada. bukan mengundang sahwat anda.
terimakasih

Anonymous mengatakan...

jangan di dunia maya kalau bisa diskusikan secara tatap muka langsung. ok. diskusi secara baik2. jangan sampai ada salah faham. Rosul saja cinta kedamaian. ok. fine.

Anonymous mengatakan...

SOLUSI KONGRITNA MANA?? CAN NGALAMAN PAB SIGANA,, DI PAB HEULA KUDUNAMAH YEUH...

Anonymous mengatakan...

punten ah teu satuju teu nanaon
da abdi ge teu satuju
tp rada sopan atuhnya comentna
pan urang teh orang pendidikan,,,
janten sing nganggo etika nya
tong jangji ceplak cepluk teu pararuguh
najan urang orang seni ge angger pan gaduh agama

Anonymous mengatakan...

saya dari perkumpulan islam anti seni dan budaya
setelah membaca tulisan diatas saya jadi ingat perkataan dari syeh otipatih zagat nata dari mesir yang sudah hapal dan memahami islam dengan baik, beliau mengatakan bahwa sesungguhnya tarian dan segala bentuk yang mengundang kejelekan adalah haram hukumnya, kesenian yang tidak membuat kebaikan adalah dilarang. saran dari saya untuk KIG kalau mau menari kostumnya yang rapih bersih, pakai baju koko atau pakai kopiah atau mukena biar tidak mengundang fitnah. saran untuk kalam. sungguh pintar para wali dalam menyampaikan ayat-ayat suci lewat kesenian (seni wayang, topeng cirebon dan lian-lain) dizaman yang serba modern ko orang menjadi bodoh dalam menyampaikan dakwah, dakwah itu banyak sekali macam dan cara yang bisa dilakukan, tidak sedikit orang bertfakur leawt tarian, lukisan, musik, tidak sedikit orang masuk islam karena keindahannya, seni itu indah, dakwah itu bukan hanya lewat ceramah. inilah salah satu cara seniman berdakwah, supaya manusia bisa berfikir tentang kebaikan. amin amin ya rob al alamin
salam dari sanghiyang murbehing alam zagat raya.

Imam Mawirdi mengatakan...

Alangkah lebih baiknya kalo diskusi tak berlangsung hanya di dunia maya saja, tapi mari berdiskusi secara langsung di dunia nyata. temen2 bisa hub. No Sekjen yang sudah dicantumkan di atas, ataupun menghubungi teman2 pengurus kalam yang lain. tapi lebih sangat baik lagi bila berkenan datang langsung ke kantor kami, di PKM Lt. 2 no. 17. IngsyaAllah semua bisa kita bicarakan.

Kader Kalam

Imam Mawirdi

Agiel Tertawa mengatakan...

misi gan, mohon izin ikut komen biar rame gan,momod dan memed....
ane cuma mau tanya ni tulisan mau ane kasih cendol ato ane kasih bata merah gan ato mau ane sundul???
tapi ane pribadi kayanya ngasih bata aja deh...
ni tulisan gak berbobot!!

Posting Komentar

be nice, keep it clean my friend

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Watch videos at Vodpod and more of my videos

Followers

Foto Saya
bilal mubaraqi
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
a sore loser | full time dreamer | part time achiever | self centered servant | educator | big brother of insolent brothers | arts lover | half ass photographer
Lihat profil lengkapku