NU: Perlawanan Terhadap Penjajah.

Al-Khilafah Islamiyah Perkara Mendesak..

Mendudukan Sejarah Kekhilafah`n Islam.

Bumi siliwangi, Bumikan dakwah Syariah Khilafah

/ On : Sabtu, Desember 10, 2011/
Add caption
Bumi Siliwangi. Kalam UPI kembali melangsungkan kegiatan gebyar. Kali ini, Kegiatan gebyar ini dilabeli KALAM FAIR 2011 dengan mengambil tema “Semarak KALAM FAIR, Menuju Progresifitas Dakwah, Meningkatkan Ukhuah Islamiyah”. Kegiatan ini terlaksana selama 2 hari, dengan beberapa rangkaian acara yang terlaksana pada hari Sabtu dan Minggu.
Di hari pertama (3/11), rankaian acara diawali dengan acara penyuluhan pengobatan ala Rasulullah, berupa penyuluhan sekaligus praktek Ruqyah dan Bekam, setelah sebelumnya dilakukan acara pembukaan. Penyuluhan Ruqyah diberikan oleh Ust. Irfan, seorang praktisi dibidangnya, dan penyuluhan bekam diberiakan oleh Ust. Ilpan, salah seorang kru dari TIM BRC. Acara yang dipandu oleh Imam Mawirdi ini diakhiri dengan praktek ruqyah dan Bekam kepada para peserta. “ya.. sering-sering saja ngadain acara kaya gini! Bagus banget! menghidupkan kembali sunah (Red. Pengobatan ala Rasulullah/ Bekam & Ruqyah)”,  komentar Anas, salah seorang peserta kegiatan ini, “dan yang terpenting Gratisnya itu lho!” lanjutnya sambil tertawa.
Setelah acara ini, kegiatan dilanjutkan dengan KITA (Kajian Intelaktual Mahasiswa) dengan menghadirkan pembicara dari berbagai pergerakan mahasiswa. Pembicara diwakili oleh Imad, perwakilan dari Gema Pembebasan Jabar, Andi, mewakili FMN (Front Mahasiswa Nasional), dan Yoga, perwakilan dari KAMMI Jabar. Diskusi yang dimoderatori Fahri ini berlangsung hangat, karna selain menghadirkan pembicara dari berbagai pergerakan mahasiswa, juga tema yang dibawakan dalam diskusi ini cukup menarik, “mahasiswa, haruskah mengulang Reformasi ataukah mengusung Revolusi?”, serta tak hanya dihadiri oleh mahasiswa S1 saja, tapi juga beberapa orang mahasiswa pasca sarjana pun terlihat hadir dalam diskusi ini.
Dihari kedua (4/11), acara diawali dengan Seminar HIV-AIDS. Seminar ini mengambil tema “Menguak tabir, Menggagas Solusi AIDS”. Yang menarik dalam acara ini, selain menghadirkan Bapak Rudi dari PKBI (Persatuan Keluarga Berencana Indonesia), Bapak Pantjawidi dari KPA (Komisi Penanggulangan Aids), sebagai pemateri yang menyampaikan teori HIV-AIDS sendiri, juga menghadirkan Ibu Dewi (ODA – Orang dengan Aids) yang memberi pemaparan pengalaman real bagaimana hidup dengan membawa penyakit mematikan, AIDS. Suasana haru pun tercipta ketika tiba giliran ibu Dewi yang berbicara, ditambah terjadi kesalah pahaman antara Kamal Lutfi sang moderator dengan Ibu dewi. Namun kesalah pahaman itu bisa segera diklarifikasi. Terakhir, pemaparan materi dari Ust. Eri Taufik Abdul Karim dari LF Hizbut Tahrir Indonesia, yang memaparkan Solusi yang pantas dan tuntas untuk masalah HIV-AIDS ini. “Kami sengaja mengangkat isu AIDS ini, selain karna sedang hangat diperbincangkan (Red. Bertepatan dengan hari AIDS sedunia), juga karna memang saat ini, dinegri Kita Indonesia penyakit AIDS, dirasa sudah beranjak ke level gaya hidup“ ungkap Didin Ketua pelaksana kegiatan Kalam Fair 2011 ini, “bukankah seks bebas sudah lumrah di negri ini?“ tambahnya, retoris. Selain itu Didin juga mengungkapkan bela sungkawanya atas didaulatnya negri bependuduk muslim terbesar ini menjadi negri dengan penyebaran Virus HIV tercepat, diantara Negara Asia tenggara lain. Mengutip pernyataan Ketua Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementrian Kesehatan, M. Subuh, bahwa menurut data kementrian kesehatan diperkirakan sekitar 200.000 penduduk Indonesia yang terinfeksi HIV-AIDS. “ini Tentu saja belum mencerminkan data yang sesungguhnya, karna AIDS merupakan penomena gunung es, dimana yang terlihat hanya sekitar 20 persen saja, sedangkan yang tidak diketahui jumlahnya akan lebih banyak” ujar ketua BKKBN, Syugiri Syarief. (Al-Islam 09/12). Diperkirakan, virus HIV ini masuk ke Indonesia pada tahun 1983, bersamaan dengan merebaknya gaya hidup liberal seperti pemakaian narkoba, seks bebas, dan penyimpangan seks sual seperti gay-lesbi. Menurut data dari Komisi Penanggulangan AIDS, dari penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, menunjukan penyebaran tertinggi disebabkan oleh Seks bebas (76,3 persen), yang diikuti jarum suntik (16,3 persen) (Kompas.com, 22/11). Namun, meskipun data menunjukan demikian, tetap saja beberapa pihak menyangkal merebaknya HIV-AIDS akibat gaya hidup bebas, dan tetap merekomendasikan solusi yang sebenranya tidak menyelesaikan masalah HIV-AIDS ini, seperti menggunakan alat kontrasepsi, dan inilah yang lebih diambil oleh pemerintah dan pihak terkait saat ini. Terbukti dengan semakin merebaknya tempat prostitusi dan tempat hiburan malam, sementara alat kontrasepsi dengan begitu mudah bisa didapatkan bahkan ada yang dibagikan secara gratis.
“ini hanya upaya kecil dari kelompok yang bisa dibilang kecil. Banyak kekurangannya dan banyak yang perlu dievaluasi, diantaranya masalah peserta yang juga dikeluhkan salah seorang pemateri.  IngsyaAllah, kedepan tak hanya mahasiswa saja yang harus jadi sasaran, tapi siswa juga sangat penting. Apa lagi temanya bagus seperti ini. Tapi meskipun begitu, Semoga dengan upaya ini mampu menyadarkan umat, bahwa inilah yang terjadi ketika Peringatan Allah itu diabaikan, dan terpenting, mampu membuka mata pemimpin di negri ini agar segera mengambil kebijakan yang paling tepat, yakni mengangkat seorang Khilafah yang akan menerapkan Syariah islam, dan menjadikan islam ini sebagai idiologi negara” katanya lagi mengungkapkan harapan dari acara ini, “dengan Khilafah, tak hanya masalah HIV-AIDS saja yang akan tuntas, tetapi semua masalah IngsyaAllah akan mampu dituntaskan” pungkasnya yang ditemui Tim disela-sela acara.
Seusainya acara ini, kegiatan dilanjutkan dengan acara Silaturahmi akbar, dengan mengambil tema “Sinergikan langkah, menuju masyarakat kampus yang islami”. Dalam acara silaturahmi ini, panitia behasil menghadirkan Ust. Mukti Candra, seorang Rocker dan penyanyi club malam yang kemudian berubah menjadi seorang da’I dan pejuang Islam. Da’i yang sekaligus adik dari Ust. Hari mukti (da’I mantan penyanyi roker juga) ini, memberikan tausiyahnya tentang betapa pentingnya berada dalam satu jalan dan satu barisan perjuangan yang sama, karna masalah yang dihadapi umat Islam, khususnya di kampus, pada hakikatnya adalah satu, yakni tidak tegaknya Syariah dan Kilafah.
Seluruh rangkayan kegiatan KALAM FAIR 2011 ini, diakhiri dengan photo bersama seluruh peserta silaturahmi dengan Ust. Mukti candra. [IM]



0 komentar:

Posting Komentar

be nice, keep it clean my friend

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Ada kesalahan di dalam gadget ini
Watch videos at Vodpod and more of my videos

Followers

Foto Saya
bilal mubaraqi
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
a sore loser | full time dreamer | part time achiever | self centered servant | educator | big brother of insolent brothers | arts lover | half ass photographer
Lihat profil lengkapku