| Add caption |
Bumi siliwangi, Bumikan dakwah Syariah Khilafah
Hizbut Tahrir Indonesia Kecam Pemboman di Solo
Seperti telah ramai diberitakan, pada hari Ahad 25 September kemarin telah terjadi bom bunuh diri di dalam Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Solo sekitar jam 11 WIB. Ledakan ini mengakibatkan belasan jamaah gereja mengalami luka-luka. Sedang seorang yang diduga pelaku bom bunuh diri tewas.
Pelatihan Aceh Untuk I’dad ke Palestina, Bukan Terorisme !
Masa Depan Dunia Milik Umat Islam
Pemerintah Bakal Hapus Bensin Premium
Menyoal film pluralisme 'Tanda Tanya' garapan Hanung Bramantyo
Mahasiswa UPI menuntut: bubarkan aktfitas maksiat

disarikan dari kabar upi, laporan berita oleh Aris Fadly (dengan pengeditani yang diperlukan)
Bumi Siliwangi, Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia yang tergabung dalam Gertak Maksiat (Gerakan Tolak Maksiat) menolak perayaan Valentine di lingkungan UPI. Gerakan yang digagas KALAM UPI, IPS (ikatan Pecinta Sastra), LGPAB (Lingkar Peduli Anak Bangsa), dan GEMA PEMBEBASAN UPI ini melibatkan semua unsur UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) ke-islaman serta organisasi di luar UPI, melakukan long march dari pelataran Masjid Al-Furqan, menuju pelataran Kantor BNI, FPIPS, perpustakaan, FPMIPA, dan berakhir di pelataran Masjid Al-Furqan.
“Kita mengajak seluruh civitas akademika Univeristas Pendidikan Indonesia untuk menolak perayaan valentine days ini,” kata Reka, koordinator aksi menolak Valentine Day saat berorasi di depan Gedung JICA, Senin (14/2/2011), di Kampus UPI Jln. Setiabudhi No. 229, Bandung.
Menurut para pengunjuk rasa, perayaan valentine days menimbulkan mudarat yang besar bagi masyarakat. Misalnya, perayaan hari kasih sayang menyebabkan maraknya pacaran di kalangan remaja. Pada gilirannya, aktivitas ini menyebabkan maraknya perzinaan, sehingga berujung pada aborsi. Valentine days dapat merusak generasi bangsa, bahkan menghancurkan harapan orang tua terhadap anaknya.
"dalam islam tidak ada perayaan kasih sayang, karna islam mengajarkan kita agar selalu berkasih sayang, jadi ta perlu dirayakan" komentar salah seorang peserta aksi.
“Kita melakukan aksi dengan maksud meluruskan agar bangsa tidak lagi berbuat maksiat,” ujar Reka, mahasiswa Jurusan Akuntansi, Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis sekaligus mahasiswa yang masih aktif menjabat sebgai ketua KALAM UPI.
Gerakan ini juga tak hanya menuntut masyarakat upi secara khusus, dan masyarakat indonesia pada umumnnya, agar bersegera meninggalkan kemaksiatan terbesar yang sampai saat ini masih juga dilakukan, yakni ditinggalkannya syariat Allah dan diterapkannya hukum kufur buatan manusia."valentine, pergaulan bebas, dan aborsi, hanyalah sedikit saja akibat dari sistem sekuler ini" ujar Hendri dengan lantangnya saat melakukan orasi di deepan gedung FPIPS, "maka bila kita ingin menghilangkan valentine dan esek-esek, tentu harus menghanguskan penyebabnya, yang telah mengijinkan semua itu timbul, yaitu sistem demokrasi sekuler", katanya lagi.
Mengutip perkataan Hj. Irena Handono, bahwa dari segi sejarah pun valentine tidak bisa dipastikan secara benar karna banyaknya versi, yang jelas valentine adalah merupakan kebudayaan orang barat dan bukan dari islam dan faktanya telah banyakmenimbulkan kerusakan di Indonesia. menuruta data dari BKKBN (Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional) pada tahun 2010 dihasilkan data yang cukup mencengankan, remaja (muda-mudi) yang melakukan seks pra nikah di Bandung mencapai 47%,51% jabotabek,54% Surabaya,52% Medan, dan Dari 1060 mahasiswi di DIY ,97,05% sudah hilang keperawanannya saat kuliah. Padahal rasulullah jauh-jauh hari telah mengingatkan bahwa "barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut".
Masa mengakhiri aksinya dengan pembacaan parnyataan sikap berisi tungtutan agar pihak pengambil kebijakan khususnya di wilayah UPI dan umumnya di negri ini, mengambil langkah cerdas dengan mengambil syariah islam sebagai solusi semua permasalahn terutama solusi dari kemaksiatan yang telah mengakar ini. pernyataan sikap ini dibacakan di depan gedung perpustakaan universiatas Pendidikan Indonesia. ([M] - TIM Lampu KALAM, gugus media)
LIWA – RAYAH BERKIBAR DI BUMI SILIWANGI
Bumi suiliwangi, takbir bergema saat MARU (Mahasiswa baru) menyambut kedatangan tim KALAM dalam sebuah sesi kegiatan yg bertajuk UKM EXPO dalam acara moka (masa orientasi kampus), kamis sore hari (26/8). Sesi ini sengaja di rancang khusus UKM-UKM se-UPI, untuk mengenalkan dan mempromosikan diri kepada MARU. “kami memang kaget tadinya, baru masuk sudah di sambut takbir, padahal belum apa-apa” curhat seorang personil yg ikut dal tim KALAM, “mungkin, ya karna bendera yang kami bawa kali” tambahnya sambil tersenyum. “kami memang tidak tau makna dari takbir yang di maksudkan MARU, namun apa pun itu, justru hal itu menambah sepirit buat kami” ungkap Didin ketua penyelanggara PMB (penerimaan mahasiswa baru) KALM, “dan kami bangga dengan identitas MUSLIM yang melekat di jiwa kami, kami tak peduli dengan isu teroris atau pun stigma negatif yang di buat-buat untuk mencitrakan muslim, kami bangga menjadi bagian dari UMAT TERBAIK, dan kami bangga menjadi umat yang pernah menguasai 2/3 dunia ini” tambah Didin menggebu.
Pada kesempatan ini, KALAM sengaja membawa bendera Liwa – Raya, “ini kesempatan buat mensosialisasikan bahwa inilah bendera Rasul, bendera yang harus di usung oleh setiap mereka yang mengaku organisasi islam, bukan justru bendera nasionalis yang telah mensekat kita (red. Muslim) yang di usung” jelas Didin panjang lebar”.
Saat ini memang tak sedikit yang menyangka bahwa AL-LIWA – AR-RAYAH adalah bendera dari segolongan organisasi saja, padahal bendera ini adalah jelas bendera Rasulullah, sebagai mana hadit-hadit yang ada, “Rasulullah masuk ke kota Mekah pada waktu fath Mekah, dan liwa beliaw berwarna putih” (HR. Ibnu Majah dari Jabir), “kami taiba di Madinah dan Rasulullah berada di atas mimbar, semantara bilal berdiri di depan beliau sambil menggenggam pedang, dan terdapat Rayah-rayah berwarna hitam” (HR. Al-harits bin Hasan Al-bakri).
Ini merupakan awal, dan akan terus berlanjut hingga janji Allah akan terwujud. Kita berharap semoga saja takan lama lagi panji-panji rasulullah akan segera berkibar dari masyrik (ujung Timur) hingga Magrib (ujung Barat). Takan lama lagi... [M]
Bedah buku “BEYOUND the INSFIRATION”

Dipati ukur, beberapa pekan kebelakang tim lampu, gugus media KALAM, akhirnya berhasil ngintip sebuah acara bedah buku yang di adakan oleh DKM UNPAD, Jumat (20/8), bertempat di masjid Al-jihad UNPAD.
Bedah buku yang di laksanakan oleh masjid yang punya nama Al-jihad ini sangat cukup menginspiratif, pasalnya buku yang di bedah adalah buku “Beyound the insfiration” nya ust. Felix Siau. Buku ini, baru beberapa bulan saja sudah 2 kali cetak, “jadi penasaran, sebenarnya kaya gimana sih ust. Felix buat ni buku, asik banget bacanya” komentar seorang peserta yang kebetulan ikut duduk bareng di acara tersebut.
Dalam kesempatan ini ust. Velix mengungkapkan bahwa tujuan di buatnya buku ini, bukan hanya sekedar mencari keuntungan semata, namun lebih dari pada itu adalah, tersampaikanya isi dari buku ini, yaitu menginsfirasi manusia menjadi umat yang terbaik, yang siap mewujudkan nubuwah Rasulullah SAW. “.... kemudian akan tegak kembali khilafahan yang sesuai dengan manhaj kenabian, kemudian rasul terdiam” (HR. Ahmad), Membangkitkan kembali khilafah islamiyah yang sudah lama tertidur.
Bila kita buka buku ini, maka yang akan kita dapatkan selain dari pada materi yang sangat menginsfiratif, juga di lenggkapi dengan gambar-gambar yang akan membuat pembaca lebih mudah mencerna materinya. Lebih jelasnya silahkan segera beli buku ini.
Ini merupakan salah satu usaha dari umat Islam saat ini untuk kembali menyongsong keridhaan total-Nya. Semoga dengan usaha-usaha yang dilakukan umat ini, Allah SWT yang maha pengasih dan penyayang, yang telah memfirmankan “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka mereka berkuasa di Bumi, sebagaimana Ia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa .....” (QS. An-Nur : 55) segera terwujud. [M]
Kerusakan Liberalisme: Perzinahan dan Aborsi Usia Remaja Merebak di Inggris
Jika hamil karena sudah menikah mungkin tidak masalah. Tetapi persoalannya, menikah seolah menjadi hal tabu dalam sistem liberalisme. Makanya, kaum liberal kapitalis menyisipkan larangan menikah dini. Akibatnya perzinahan merajalela.
Dari para remaja yang hamil di usia dini itu, 46 persen diantaranya memilih untuk melanjutkan proses kehamilan hingga melahirkan, sementara 36 persen lainnya memilih tindakan aborsi.
Seperti diwartakan oleh jaringan berita news.com.au, sekitar delapan dari tiap sepuluh remaja di Inggris mengaku aktif secara seksual, dan nyaris 20 persen remaja putri pernah hamil minimal satu kali sebelum mereka genap berusia 18 tahun.
Kehamilan di kalangan remaja Inggris demikian kerapnya sehingga hampir 80 persen remaja mengaku pernah hamil sekali, 18 persen pernah hamil dua kali dan sisanya hamil 3 kali.
Inggris adalah negeri dengan angka kehamilan remaja yang tertinggi di kawasan Eropa barat, dengan frekuensi aborsi mencapai 39.000 di kalangan remaja putri yang berusia 15-19 tahun di Inggris dan Wales.
Solusi Palsu, Biang Kehancuran!
Sungguh sangat miris, bila penduduk di negeri ini mengikuti Barat. Tanda-tanda tersebut telah nampak, paling tidak dari meningkatnya pergaulan bebas di negeri ini. Termasuk juga di dalamnya, solusi-solusi palsu dalam menuntaskan kerusakkan ini seperti pendidikan kesehatan reproduksi remaja yang tiada lain bentuk dari pendidikan seks bagi remaja.
Di Inggris, akibat sex education telah menyebabkan anak belia menghamili rekannya, tentu tanpa mengerti masalah pernikahan [baca: Akibat Sex Education: Anak Umur Delapan Tahun telah Melakukan Kejahatan Pemerkosaan]. Lalu bagaimana bisa, di negeri ini mereka yang mengaku 'para pakar' mengusulkan perlunya pendidikan seks melalui Kurikulum Kesehatan Reproduksi Remaja. Tentu saja, solusi palsu ini hanya mengingkan generasi negeri hancur.
Demikian pula pengaruh berkembangnya teknologi tanpa penguatan agama, telah menyebabkan benih-benih kehancuran itu muncul. Apa yang terjadi di negeri ini, maraknya kasus pergaulan bebas, baik itu dilakukan oleh selebritis, mahasiswa hingga tingkat pelajar sangat menyedihkan. Sementara pihak pemerintah masih juga belum bertindak tegas untuk menanggulangi persoalan tersebut.
Bila solusi palsu buah dari sekularisme liberalisme tersebut diterapkan, tentu saja kehancuran seperti di Inggris di depan mata. Bila seperti itu, maka negeri ini akan kehilangan generasi unggulnya.Demikianlah sekali lagi kerusakan sistem sosial dan kehidupan Inggris akibat sistem rusak, liberalisme kapitalisme. Kini juga mulai menjamur di negeri bermayoritas Muslim ini. Tentu saja, sudah selayaknya kaum Muslim di negeri ini membuang jauh-jauh ide liberalisme kapitalisme yang telah nyata kegagalannya.
Sudah saatnya, kaum Muslim kembali kepada tatanan syariah yang berasal dari Tuhan Yang Mahatahu. Sistem ini telah terbukti selama berabad-abad membangun peradaban dan memuliakan generasi. Khilafah harus segera kembali tegak, selamatkan generasi!
Panggung Terbuka Mahasiswa; Dept. Keputrian BKIM IPB
Acara ini bertujuan untuk membangkitkan kepekaan dan kesadaran civitas akademik IPB terhadap kondisi pergaulan di kampus sehingga muncul gerakan bersama dalam menciptakan lingkungan pergaulan yang lebih baik. BKIM berperan sebagai inisiator bagi terciptanya pergaulan sehat di IPB. Output dari acara ini yaitu adanya kesepakatan antara BKIM dengan kelembagaan IPB untuk bersama-sama mengawal dalam penciptaan kondisi pergaulan kampus yang lebih baik.
Acara dibuka oleh MC yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran:“Dan katakanlah kepada perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah merekq menutupkan kain kerudung ke dadanya dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau perempuan (sesama islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka milki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriaman, agar kamu beruntung.” (TQS. An-Nur: 31).
Pada awalnya, dalam acara ini ada sambutan yang disampaikan oleh Dewan Penasehat BKIM IPB, yaitu Dr. Ir. Ma’mun Sarma, MS. MEc. Namun, karena ada halangan, beliau tidak dapat hadir dalam acara ini. Maka, sambutan dilanjutkan oleh Ketua Departemen Keputrian BKIM IPB, Lina Najwatur Rusydi.
Selanjutnya, MC mengajak peserta untuk jargon bersama, “Mahasiswa cerdas?? Pilih Gaul sehat. Gaul sehat? Gue banget, funky tetep syar’i”. Sebelum masuk ke acara inti, peserta dipersilakan untuk mengisi pre-test terlebih dahulu. Pre-test dijadikan sebagai alat ukur sejauh mana kepekaan peserta terhadap kondisi pergaulan di IPB dan lingkungan sekitar.
Selanjutnya, MC memperkenalkan host yang akan memandu acara inti, yaitu Choridatul Jannah. Saat ini beliau bergabung dengan Komunitas Gaul Sehat yang menjadi salah satu pemrakarsa acara ini.
Acara inti Panggung Terbuka Mahasiswa yaitu diskusi interaktif antara peserta dengan pembicara, Ustzh .Ir. Latifah Musa. Beliau merupakan alumni IPB sekaligus BKIM yang saat ini concern terhadap masalah pergaulan. Bersama suaminya, beliau membuat film dokumenter tentang sejarah pergaulan bebas dan bagaimana bisa masuk ke Indonesia. Saat ini beliau menjadi Pemimpin Redaksi dan Produser Majalah Udara Voice Of Islam Media Islam NetWork (278 radio seIndonesia), Narasumber Rubrik: Editorial, Konsultasi Surat, Homeschooling, Majalah Udara Voice of Islam, Produser El Moesa Production (Produsen VCD-VCD Sejarah dan Hukum Islam), Jurnalis Artikel Tentang Perempuan, Anak, Keluarga dan Politik, Penulis Buku-Buku Pendidikan Anak Usia Dini, dan Praktisi Homeschooling dalam Keluarga.
Untuk menjaga kekhidmatan acara dan agar peserta fokus, host dan peserta menyepakati ground rules yang harus diikuti selama diskusi berlangsung. Sebagai pembuka diskusi, host meminta tanggapan peserta mengenai kondisi pergaulan di IPB. Menurut Via (perwakilan Asrama putri TPB) saat ini banyak yang tidak sesuai dengan syariat Islam, misalnya banyaknya yang pacaran dan ikhtilat (campur baur antara laki-laki dan perempuan). Pendapat senada diungkapkan oleh Yeni (mahasiswi). Menurutnya hal itu disebabkan karena belum sampainya pemahaman Islam kepada mahasiswa seluruhnya.
Selanjutnya, host menampilkan tayangan yang berisi testimoni dari civitas akademika IPB yang meliputi dosen dan mahasiswa, diantaranya adalah testimoni dari sekretaris dekan FEMA, Ibu Dr. Ir. Diah K. Pranadji, MS yang menyampaikan kegelisahannya melihat banyaknya mahasiswi yang banyak memakai baju ketat, di depan laptop tapi duduknya mepet-mepetan antara laki-laki dan perempuan. Selain itu beliau menyampaikan dukungannya kepada BKIM dalam perjuangannya menciptakan pergaulan sehat.
Adapun Tika, Bendahara Umum BEM KM berpendapat bahwa pergaulan tidak sehat bukan hanya terjadi di lingkungan kampus saja, namun juga di kost-an. Oleh karenanya, menjadi tugas bersama untuk mewujudkan suasana kampus yang kondusif. Menurut Hasan (KAREMATA), saat ini ada pergeseran moral dalam kehidupan mahasiswa dari sifat malu menjadi tidak tahu malu, sehingga aktivitas pergaulan yang dilakukan pun semakin tidak tahu malu.
Pembicara memaparkan bahwa fenomena ini terjadi karena derasnya arus liberalisasi yang menggempur sistem pendidikan di Indonesia. Dengan adanya paham kebebasan yang diusung, maka mahasiswa memiliki kebebasan untuk berpikir, berpendapat, berbicara, dan bebas berperilaku, termasuk di dalamnya bebas bergaul dengan siapa saja dan dengan cara yang bagaimana saja. Padahal pergaulan yang tidak sehat dapat menghancurkan karakter intelektual mahasiswa. Mahasiswa yang idealnya memberikan kontribusi terbaik bagi negeri ini justru terjebak dalam pergaulan yang tidak sehat. Pada prinsipnya, semua mahasiswa memiliki perilaku yang baik, tapi jika dia tinggal dalam lingkungan yang tidak baik, maka perilaku baik tersebut akan tergerus oleh sistem. Bagaimana caranya menginisiasi gaul sehat? Pertama, mulailah dari diri sendiri (menyelamatkan diri sendiri). Kedua, mengajak orang lain untuk gaul sehat. Kedua langkah ini harus dijalankan secara beriringan. Dengan mengajak orang lain untuk gaul sehat, secara otomatis kita pun telah menjaga diri sendiri dari pergaulan tidak sehat. Sebagai mahasiswa muslim, maka landasan yang menjadi gaul sehat adalah sesuai dengan hukum syara’. Ada delapan poin yang menjadi indikator gaul sehat, yaitu 1) menundukkan pandangan; 2) Menutup aurat dengan sempurna; 3) Perempuan tidak bepergian dari satu tempat ke tempat lain dalam sehari semalam tanpa disertai mahram; 4) Tidak berkhlawat (berdua-duaan); 5) Seorang istri tidak boleh keluar tanpa izin suaminya; 6) Perempuan dan laki-laki hanya boleh berinteraksi dalam urusan pendidikan, kesehatan, muamalah (jual beli), dan penyidikan; 7) serta tidak berzina.
Acara diskusi ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari panitia kepada pembicara dan host yang telah bersedia menjadi pengisi acara Panggung Terbuka Mahasiswa. Acara dilanjutkan dengan penyampaian amanat dari Bapak Rimbawan selaku Bapak kemahasiswaan oleh Koordinator Humas Keputrian BKIM IPB. Dalam amanatnya yang berupa power point, beliau bercita-cita menjadikan kampus IPB sebagai kampus madani. Madani, artinya ideal yang mencakup dua nilai, yaitu nilai intelektual dan nilai spiritual. Harapannya supaya IPB memiliki output berupa mahasiswa yang intelek, peka dengan keadaan sekitar dan taat beragama agar sesuai dengan motto IPB yaitu Mencari dan Memberi Yang Terbaik. Hal ini sesuai dengan cita-cita besar BKIM bahwa mahasiswa tidak hanya harus memilki kematangan intelektual namun juga kematangan emosional dan spiritual sehingga menjadi intelektual muslim yang memilki kepribadian islam (pola pikir dan pola sikap islam, termasuk hal pergaulannya).
Selanjutnya, acara dipandu kembali oleh MC. Sebagai follow up dari acara ini, BKIM bekerjasama dengan KOGASE akan menyelenggarakan acara Promo Gaul Sehat dan Stadium General. Oleh karena itu, MC memanggil Ketua KOGASE, Yeni Rohaeni untuk menjelaskan profil KOGASE. Kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film pergaulan islami yang menjelaskan bagaimana hukum syara mengatur pergaulan manusia. Acara selanjutnya yaitu penandatangan Kesepakatan Duta Pergaulan oleh para peserta. Sebelum ditutup, tiga peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan apa yang didapatkan selama acara berlangsung. Kemudian kepada mereka yang berani diberikan doorprize oleh ketua panitaia. Acara ditutup dengan do’a penutup pada pukul 12.22 WIB.
Demikian reportase ini kami sampaikan kepada civitas akademika IPB dengan harapan menjadi cita-cita dan usaha bersama dalam mewujudkan IPB yang hijau dengan pergaulan islami. Semoga Allah mencatat setiap amal baik kita semua. Amiin.
Iklan Bus ‘Anti-Islam’ Muncul di Kota-kota Besar di AS
Perdebatan yang berkembang mengenai kedudukan Islam di Amerika semakin meningkat sehubungan rencana untuk membangun sebuah masjid di dekat Ground Zero (bekas reruntuhan gedung WTC), perdebatan ini semakin meningkat hingga keluar di jalan-jalan kota di seluruh AS. Yakni di sisi-sisi bus umum tepatnya.
Beberapa kelompok yang terlibat dalam perang iklan agama ini menawarkan jasa dan penyesatan tentang Islam, sebuah agama masih misteri bagi kebanyakan orang Amerika.
Iklan yang dikeluarkan oleh kelompok yang menamakan Stop Islamisasi Amerika, yang bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi mantan Muslim, tertulis: “Fatwa di kepala Anda? Apakah keluarga atau komunitas mengancam Anda Meninggalkan Islam? Ada Pertanyaan? Dapatkan jawabannya!”
Iklan tersebut, muncul di puluhan bus di San Francisco Bay Area, Miami, dan New York. Muncul pula tanggapan terhadap iklan tersebut dari kelompok muslim yang mengatakan, “Cara hidup Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Yesus dan Muhammad. Islam.. Ada Pertanyaan? Dapatkan jawaban. “ Sementara di New York, terdapat juga iklan: “Muslim untuk Perdamaian. Cinta untuk Semua - Tidak ada Kebencian”
Iklan ini merupakan bagian dari perbincangan yang lebih luas atas citra Islam, dimana organisasi muslim mengatakan telah dilukai oleh ekstrimis baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Seorang “anti-jihad,” Pamela Geller yang merupakan blogger konservatif dan direktur eksekutif Stop Islamisasi Amerika yang terlibat dalam kampanye iklan “Tinggalkan Islam” menjelaskan bahwa, poster bus nya, sebagian terinspirasi oleh kasus yang tengah berlangsung di Florida yang melibatkan seorang gadis remaja yang lari dari orangtuanya Muslim setelah berpindah agama ke Kristen.
Gadis tersebut, yakni Rifqa Bary, menjadi berita tahun lalu saat dia mengatakan bahwa ayahnya mengancam akan membunuhnya karena menjadi seorang Kristen. Geller menggambarkan kampanyenya sebagai bentuk “pembelaan kebebasan beragama,” jawabnya terhadap pertanyaan dari sebuah e-mail.
Tujuan utamanya, “untuk membantu eks-Muslim yang berada dalam kesulitan” dan juga “untuk meningkatkan kesadaran tentang ancaman terhadap nyawa seorang murtad meskipun di Barat.” katanya.
Namun, beberapa organisasi hak-hak beragama berpendapat bahwa tujuan sebenarnya adalah untuk membangkitkan rasa takut tentang Islam itu, hal ini berdasarkan studi terbaru, pesan-pesan tersebut mnyisahkan kesalahpahaman.
Sebuah jajak pendapat tahun 2009 yang dilakukan oleh Pew Research Center menemukan bahwa 38 persen percaya bahwa agama Islam adalah agama yang mendorong kekerasan dibandingkan agama-agama lain.
“Hal ini pasca peristiwa 9/11 … itu hampir seolah ada semacam arus politik dan spiritual yang bisa didapat dengan bersikap anti-Islam,” kata Steve Spreitzer, Direktur program untuk kelompok antarkeyakinan Michigan Roundtable for Diversity and Inclusion yang berpusat di Detroit.
Demikianlah, ketakutan barat terhadap Islam hanya akan menunjukkan bahwa Islam hadir di tempat tersebut. Suatu saat nanti, Islam benar-benar akan meliputi dunia, insya Allah di bawah naungan Khilafah Rasyidah.
B-ILT KE-DUA LDK AL-KARRAMAH UIN SUSKA RIAU
Pagi minggu, 11 Juli 2010 yang bertempat di sekre LDK Al-Karramah UIN Suska Riau telah berlangsung B-ILT yang ke- dua, kali ini peserta yang mengikuti B-ILT tidak sebanyak pada B-ILT yang pertama. Hal ini dikarenakan pada saat ini sedang masa libur kuliah. Walaupun demikian tingkat keberhasilan B-ILT yang kedua ini tidak cukup hanya diukur dengan jumlah peserta yang mengikuti, tetapi dilihat dari berapa banyak kader yang militan yang mempunyai semangat juang tinggi dalan mengikuti perjuangan menegakkan Syari’ah dan Kilafah yang dihasilkan.
Acara yang dimulai pukukl 08.00 WIB dan berakhir pukukl 17.00 WIB ini dihadiri sekitar 80 orang peserta. Sangat disayangkan memang, acara yang dikemas dengan sedikit berbeda dibandingkan pada B-ILT yang pertama hanya dinikmati oleh sebagian kecil mahasiswa UIN Suska Riau, padahal pada B-ILT kali ini, LDK Al-Karramah menghadirkan 2 trainer yang kompeten dibidangnya. Tidak tanggung-tanggung, acara yang hanya berlangsuyng setengah hari itu telah menyelesaikan empat materi dengan tuntas. Berikut ini adalah kupasan singkat tentang materi B-ILT yang kedua oleh LDK Al-Karramah:
Materi Pertama : Life is Choice
Hidup adalah pilihan, pada materi pertama ini pemikiran peserta dibuka lebih luas tentang pemahaman arti hidup yang sebenarnya. Bahwa sesungguhnya apa yang kita alami saat ini merupakan refleksi dari apa yang telah kita lakukan sebelumnya dn apa yang kita lakukan saat ini akan kita rasakan/ akan kita peroleh hasilnya dimasa yang akan datang. Sebenarnya rata-rata umur umat manusia saat ini hanya berkisar 70 tahun, untuk umur 70 tahun itu, manusia sanggup mengorbankan apa saja demi kesenangan hidup didunia yang sesaat. Sementara jika tahu bahwa kita berasal dari Allah, kita diciptakan hanya untuk mengabdi pada Allah, dan akan kembali kepada Allah, sudah sepantasnya selama kita hidup didunia ini adalah hanya untuk mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk pesiapan menghadap pada Allah karena segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini akan dimintai pertanggung jawaban. Bayangkan jika hanya untuk kesenangan hidup yang sesaat didunia kita rela menghabiskan waktu, mengorbankan segalanya, lalu hal apa lagi yang kita korbankan untuk kesenangan diakhirat kelak yang kekal abadi, waktu mana lagi yang kita gunakan untuk mengumpulkan bekal dialam yang kekal nanti? Yang hanya ada dua pilihan didalamnya, Surga atau Neraka? Hidup adalah pilihan, maka pilihlah pilihan yang terbaik selama hidup.
Materi kedua : The view of life
Setelah memahami materi pertama, dimateri yang kedua ini peserta dituntun untuk dapat menentukan pilihan tentang tujuan hidup mereka, maka agar tidak salah dalam menentukan pilihan tujuan hidup tersebut,maka diberikan beberapa pemahaman yang mendasar tentang arti hidup, kemudian digambarkanlah kehidupan disuatu negeri bebek. Kenapa dikatakan negeri bebek? Karena karakter rakyatnya yang suka ikut-ikutan tanpa mengetahui maksud dan tujuannya. Digambarkan negeri bebek merupakan negeri yang kaya raya dengan SDA yang luar biasa dan SDM yang sangat banyak. Namun kenyataannya , rakyat yang dipastikan dapat hidup dengan makmur dialam yang kaya raya ternyata lebih dari separo rakyatnya berada di bawah garis kemiskinan.
Ibarat pepatah mengatakan “ayam mati kelaparan dilumbung padi”. Kenapa hal itu bisa terjadi? Kondisi yang dialami oleh negeri bebek merupakan masalah yang sistemik, karena seluruh aspek di negeri bebek terpuruk mulai dari pendidikan, ekonomi, kesehatan, politik , keamanan, tingkat sosial, de el el. Hal itu adalah masalah yang sistemik, maka untuk mencari solusinya, kita harus bicara sistem. Sistem yang dianut oleh negeri bebek adalah sistem pemerintahan yang demokrasi dan idiologinya katanya Pancasila.walaupun sebenarnya Pncasila hanya merupakan sebuah Palsafah. Bukan Idiologi. Karena Idiologi yang diakui didunia hanya 3 yaitu Komunis/sosialis, Kapitalis/sekuler dan Islam. Secara nyata sebenarnya negeri bebek menganut idiologi kapitalis dengan sistem pemerintahan yang demokrasi, sementara mayoritas penduduk megeri bebek menganut agama Islam, mengapa tidak Idiologi Islam saja yang diterapkan? Padahal sudah terbukti bebrabad-abad saat masa Rasulullah hingga kekilafahan usmani di Turki, islam telah jaya hingga menguasai ¾ belahan dunia.
Berbicara masalah kapitalis, telah nyata dan dapat dirasakan selama negeri bebek merdeka tidak pernah menikmati kemakmuran, mengapa mawsih memakai barang yang tidak layak kpakai sementara barang yang siap dan layak pakai sudah tersedia dan telahy teruji kualitasnya? Kembali berbicara tentang tujuan hidup, hal ini tidak terlepas dari 3 pertanyaan besar yaitu darimana kita?, untuk apa Kita? Dan akan kemana kita setelah kehidupan?. Dari 3 rangkaian pertanyaan inilah melahirkan suatu Idiologi.
Sosialis menjawab: kita berasal dari materi, hidup untuk materi dan mati kembali menjadi materi.
Kapitalis menjawab: kita berasal dari Tuhan, kemudian hidup untuk materi dan mati kembali kepada Tuhan.
Islam menjawab: kita berasal dari Tuhan, hidup hanya semata-mata untuk Tuhan dan mati kembali menghadap Tuhan.
Maka sudah sepantasnyalah kita memilih Islam sebagai Idiologi dan hanya untuk Allah-lah tujuan hidup kita. Suatu kewajiban menerapkan Islam disemua aspek kehidupan, karena Islam bukan hanya sekedar agama ritual belaka melainkan islam merupakan agama yang komplit. Dalam hal ini untuk membuat hidup yang islami, maka setiap aspek kehidupan kita harus sesuai dengan Syari’at, Syari’at tidak akan bisa diterapkan secara kaffah tanpa dimaungi sebuah institusi yang besar yang dalam hal ini adalah sebuah negara. Negara yang menerapkan Syari’ah secara kaffah hanyalah Daulah Khilafah Islamiah yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabat.
Materi ketiga: Beyound the Inspiration
Pada materi ketiga ini peserta diajak melihat sejarah pejuangan penaklukan kota Konstanti Nopel yang dipimpin oleh Muhammad 2 atau yang lebih dikenal dengan sebutan Muhammad Al-Fatih. Beyound the inspiration adalah sebuah inspirasi diluar dari apa yang dilihat atau sebuah keyuakinan akan janji Allah dan Rasul-Nya. Perjuangan yang luar biasa oleh Muhammad Al-Fatih dan pasukannya dalam menaklukkan Konstanti Nopel di inspirasi atas keyakinan akan janji Allah dan Rasul-Nya yang mengatakan bahwa “pasti akan disaksikan oleh kalian penaklukan kota Konstanti Nopel yang mana pada saat itu Amirnya adalah sebai-baik Amir dan pasukannya adalah sebaik-baik pasukan”. Atas keyakinan akan janjki Allah inilah Muhammad Al-Fatih berhasil menaklukkan Konstanti Nopel yang merupakan kota dengan pertahanan yang sangat tinggi serta pasukan yang luar biasa tangguhnya. Setelah penantian yang begitu panjang akhirnya kota Konstanti Nopel berhasil ditaklukkan, penantian akan janji Al;lah pun terwujud lebih kurang 825 tahun.
Hanya sebuah kalimat yang biasa, kalimat yang belum tentu kebenerannya, kalimat yang telah ratusan tahun diucapkan, tetapi bagi orang yang beriman dan meyakini akan kalimat itu sebagai janji Allah, maka kalimat itulah yang membuat suatu kekuatan yang maha dahsyat yang mampu membuat pasukan sanggup mengangkat kapal laut melewati gunung dan lembah demi memasuki pertahanan musuh, yang sanggup menciptakan meriam yang mustahil diciptakan pada saat itu, yang sanggup berperang selama puluhan bahkan ratusan hari tanpa sekalipun meninggalkan ibadah kepada Allah. Hal inilah yang disebut sebuah inspirasi yang tidak terindra yang menghasilkan kekuatan yang maha dahsyat yaitu keyakinan akan janji Allah dan Rasul-Nya.
Lalu bagaimana dengan kita saat ini? Apakah inspirasi yang seperti itu masih ada? Jawabannya Ada! Allah dan Rasulnya telah mengatakan bahwa umat islam terbagi menjadi 5 fase yaitu:
Fase pertama adalah fase kenabian
Fase kedua adalah fase kekilafahan yang bermanhaj kenabian
Fase ketiga adalah fase kerajaan yang dzolin, ini terjadi ketika kekuasaan dipegang oleh penguasa yang tidak adil, penyalah gunaan kekuasaan .
Fase keempat adalah fase penguasa yang diktator, fasi inilah yang kita rasakan saat ini.
Fase kelima adalah fase kekilafahan yang kembali bermanhaj kenabian.
Keempat fase sebelumnya telah terjadi. Fase kelima inilah yang akan kembali kita perjuangkan demi mencapai tujuan hidup yang sebenarnya.
Materi keempat adalah materi terakhir yang mengupas tentang cara memetakan hidup mulai dari titik akhir, berbeda dengan konsep umum yang mengatakan bahwa berjalan dimulai dari titik awal, tetapi Islam mengajarkan kita untuk memetakan hidup dimulai dari titik akhir yaitu akhir dari hidup kita adalah kematian dan setelah kematian, kita akan kemana, hanya ada 2 pilihan yaitu surga dan neraka. Maka sebelum kita melangkah untuk melakukan susuatu pada saat itu kita lelah memilih akan kemana kita ketika melakukan hal ini. Apakah endingnya neraka/surga. Memulai perjalanan dari titik akhir bukan berarti berjalan mundur tetapi jika diibaratkan seperti pemanjat tebing yang melemparkan tali keatas puncak yang merupakan titik akhir dari pendakiannya. Setelah menetapkan pegangan pada titik akhir burulah ia memulai memanjat.
Ringkasan dari materi B-ILT ke dua LDK Al-Karramah UIN SUSKA Riau ini rasanya tidak cukup lengkap untuk menerangkan semua yang telahd diperoleh oleh peserta pada B-ILT yang sebenarnya. Untuk itu, Insya Allah B-ILT Ketiga akan segera hadir, tentunya dengan persiapan yang lebih matang dan konsep yang lebih menarik yang dipersiapkan oleh LDK Al-Karramah UIN Suska Riau.
Islam Menjadi Agama Paling Berkembang di Amerika
Namanya cukup populer di kalangan lintas agama di Amerika Serikat. Bukan hanya karena ia imam Masjid Al-Farah yang hanya berjarak 12 blok dari gedung kembar World Trade Center (WTC) yang lumat dalam tragedi bom 11 September 2001. Tapi, lebih karena ia rajin menyambangi gereja dan sinagog untuk memberi ceramah tentang Islam. Demikian pula, ia kerap tampil dalam siaran-siaran radio dan televisi di Amerika untuk meluruskan salah persepsi dan pandangan bias terhadap Islam.
Pada 1997, ia mendirikan ASMA (American Sufi Muslim Association) Society, sebuah organisasi nirlaba bidang pendidikan dan kebudayaan Islam. Lalu, setelah peristiwa 11 September, ia memimpin Cordoba Initiative, sebuah gerakan lintas iman yang berusaha memperbaiki hubungan Dunia Islam dan Amerika. Pria berdarah Mesir yang lahir di Kuwait dan mulai tinggal di Amerika sejak usia 17 tahun ini juga tercatat sebagai pengurus One Voice, sebuah kelompok yang bertujuan membangun perdamaian antara bangsa Israel dan Palestina.
Belum lama ini, karyanya yang berjudul What’s Rights with Islam: A New Vision for Muslim and The West diterbitkan dalam edisi Indonesia oleh penerbit Mizan. Ia melontarkan semacam pendekatan baru untuk membangun saling pengertian di antara umat beragama. Wartawan Gatra Erwin Y. Salim, Basfin Siregar, dan fotografer Tresna Nurani berkesempatan mewawancarai Imam yang bicaranya sangat halus ini. Berikut petikannya:
Berapa jamaah masjid Anda?
Sekitar 400 orang tiap salat Jumat. Tapi, karena masjid kami kecil, kami melakukan dua kali salat Jumat. Ini mulai kami lakukan sejak dua tahun lalu karena jamaah makin banyak. Salat Jumat pertama mulai pukul 13.00 siang, selesai 13.40. Setelah itu mulai shift kedua dari pukul 13.40 sampai katakanlah 14.30. Khotbah pertama biasanya singkat, 10-15 menit, sedangkan yang kedua sampai setengah jam. Saya biasanya berkhotbah di shift kedua.
Bagaimana kondisi muslim di Amerika pada awal tinggal di sana?
Waktu itu komunitas muslim di Amerika sangat sedikit. Mungkin hanya beberapa ratus ribu. Tapi sekarang muslim Amerika diperkirakan lebih dari 7 juta orang. Islam sekarang menjadi agama yang paling berkembang di Amerika. Waktu itu tidak banyak orang Amerika yang percaya pada agama. Tapi sekarang mereka kembali ke agama. Mereka sekarang lebih serius memandang agama.
Anda pernah merasakan sikap curiga Barat?
Terkadang, ya. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, orang berubah. Generasi muda di Amerika saat ini tidak memiliki sikap seperti pendahulu mereka. Para kakek mereka melihat orang muslim secara berbeda. Tapi generasi muda tidak. Memang benar orang Barat melihat kami dengan pandangan berbeda. Tapi sekarang sudah berubah. Saya pernah memberi kuliah di Texas dan bertemu dengan remaja Amerika Latin yang bercerita bahwa kawan baiknya adalah remaja Pakistan dan ia sering mendengar tentang Islam dari keluarga itu.
Apakah banyak orang Amerika menganggap Islam teroris?
Setelah tragedi WTC, tentu ada ketakutan terhadap terorisme. Memang masih ada yang menganggap muslim sebagai teroris. Tapi ada juga yang tidak. Salah satu tugas kami adalah menjelaskan bahwa kami bukan cuma teroris, tapi juga menjelaskan mengapa itu terjadi. Dalam ceramah saya di hadapan anggota Kongres dan Senat, saya bilang, banyak umat Islam marah kepada Amerika karena politik luar negerinya.
Karena itu, Amerika harus mengubah politik luar negerinya. Amerika tidak memperlakukan dunia Islam secara benar. Ini adalah hal mendasar. Konflik ini bukan karena karena agama. Ini karena hal-hal lain seperti ekonomi dan sebagainya. Sekarang makin banyak anggota Kongres yang tidak menyukai pemerintahan Bush. Mereka ingin Pemerintah Amerika bersikap lebih baik terhadap dunia Islam. Mereka menginginkan dialog.
Jadi, apa sebenarnya akar konflik Barat-Islam?
Konflik Barat-Islam dipicu oleh tiga isu. Pertama isu politik, yakni Palestina, Irak, dan Afganistan. Yang terbaru Iran. Kedua adalah bagaimana media Barat menggambarkan Islam. Mereka lebih banyak menuliskan berita yang pro-Israel. Ketiga adalah perbedaan perilaku. Di Barat, orang percaya pada pemisahan antara gereja dan politik. Tapi, muslim tidak menyukai pemisahan itu. Muslim percaya bahwa negara harus mencerminkan nilai-nilai Islami.
Bagaimana Anda menjembatani kesenjangan tiga area tersebut?
Saya memimpin sebuah lembaga bernama Cordoba Initiative yang bertujuan memperbaiki hubungan Amerika dengan dunia Islam. Salah satu proyek kami adalah mengajak cendekiawan muslim untuk merumuskan ijmak modern, terutama dari para fuqaha (ahli hukum), tentang apakah ada negara Islam. Apa itu negara Islam dan bagaimana kita mendefinisikannya. Kami percaya, soal ada tidaknya negara Islam bisa didefinisikan secara operasional. Di Indonesia, misalnya, kami mengajak Syafii Maarif untuk terlibat ijmak negara Islam ini.
Apa yang paling mengganggu Anda tentang umat Islam?
Banyak. Satu hal adalah muslim memfokuskan pada ibadat -dan itu baik— tapi mereka tidak seimbang dengan fokus pada muamalat. Mualamat itu antara lain bersikap baik pada orang lain, jujur dalam transaksi bisnis, tidak menipu, tidak korup. Itu semua adalah mualamat. Kalau Anda lihat dunia muslim saat ini, hal itu agak kurang. Itu juga sebabnya muncul gerakan politik di kalangan muslim.
Yang kedua, kita terlalu fokus pada islam, bukan pada iman. Padahal, kalau Anda lihat Al-Quran, tidak sekali pun Allah berfirman wahai orang-orang yang berislam. Selalu wahai orang yang beriman. Ini seakan-akan fokusnya adalah pada iman, pada hati. Kalau Anda perhatikan bahasanya, yang disebut pengikut sejati Rasul adalah al-mukminun, bukan al-muslimun. Muslim belum tentu mukmin. Kita masih berusaha agar menjadi mukmin. Dan saya merasa bahwa kita telah melupakan hal ini, kita mereduksi iman menjadi sekadar Islam. Itulah yang memprihatinkan saya.
Berkaitan dengan kelompok esktrem, apa yang Anda lakukan?
Saya berusaha mencari tujuannya. Saya percaya tiap orang menginginkan keadilan. Hal terpenting dalam hukum Islam adalah adallah, keadilan. Jadi, kalau dia mencari keadilan, bagaimana cara terbaik untuk mencapainya? Apakah mencari keadilan dengan main hakim sendiri, atau berusaha mengubah hukum? Orang menjadi radikal karena mereka frustasi dan tidak tahu bagaimana mengubah keadaan tanpa kekerasan.
Pandangan Anda tentang terorisme?
Apa itu terorisme? Seorang sejarawan militer Amerika mendefinisikan terorisme sebagai penggunaan orang sipil untuk tujuan politik. Itulah terorisme. Amerika memberlakukan sanksi terhadap Irak setelah Perang Teluk. Ketika Anda menghukum Saddam Hussein dengan menerapkan sanksi ekonomi, Anda menghukum rakyatnya.
Sanksi itu menyebabkan depresi ekonomi. Orang-orang yang terkena dampak sanksi ini bukanlah Saddam Hussein atau orang-orang kaya, melainkan kelas menengah dan bawah. Kelas menengah jadi miskin, sedang kelas bawah kelaparan, tidak bisa berobat, hingga akhirnya meninggal. PBB mencatat, 1 juta warga sipil Irak meninggal akibat sanksi ekonomi sejak 1992. Inilah yang menyebabkan kemarahan dan akhirnya menimbulkan terorisme terhadap Amerika.
Banyak orang Barat menggunakan istilah Islamist untuk menyebut teroris…
Saya benci kata itu. Kata yang digunakan untuk menggambarkan terorisme itu justru melahirkan kenyataan. Ketika Anda menggunakan istilah teroris Islam, Anda melahirkan kenyataan itu. Ini juga alasannya mengapa saya menolak Islamisasi. Karena ketika Anda mulai memperkenalkan perbankan islam, secara otomatis ada juga istilah terorisme Islam. Kalangan muslim tradisional tidak menggunakan kata itu. Saya jadi ingat teman saya, orang Malaysia, yang suka makan nasi padang. Dia datang ke padang dan mencari nasi padang, tentu tidak ada, karena semua nasi di sana adalah nasi padang. Jadi, ketika kita menggunakan terminologi Islamic, kita menggunakan sudut pandang nonmuslim.
Para teroris memandang bom bunuh diri sebagai jihad. Komentar Anda?
Ada dua jenis jihad. Jihad pertama adalah berperang, jihad kedua adalah melawan hawa nafsu. Nabi berperang hanya bila perlu dan tidak membunuh orang yang tidak bersalah. Tujuan Nabi bukanlah untuk membunuh seseorang, melainkan mengubah seseorang. Tidak ada otoritas apa pun, baik dalam Al-Quran maupun sunah, yang membolehkan membunuh orang tidak bersalah.
Nabi juga tidak pernah menyetujui bunuh diri, dalam kondisi apa pun. Ada kisah tentang seseorang yang ikut berperang di sisi Nabi, lalu ia terluka hingga sekarat. Karena tidak tahan sakitnya, ia lalu bunuh diri. Nabi bilang, orang itu akan masuk neraka.
Ini memang isu sensitif. Dalam soal ini, para ahli hukum memang berbeda pendapat. Ada yang mengatakan boleh, tapi mayoritas tidak sependapat. Saya termasuk pihak yang tidak boleh. Saya tidak menemukan dalil dalam Al-Quran maupun hadist yang membolehkan kita membunuh orang tidak bersalah.
Pendapat Anda tentang Islam Indonesia?
Indonesia adalah negara yang sangat penting dan juga populer di Amerika. Indonesia adalah negara muslim terbesar. Karena terbesar, Anda punya beragam tipe muslim. Anda punya pergerakan Islam di sini. Anda punya banyak lembaga pendidikan pesantren, bahkan pernah punya presiden dari kalangan pesantren. Temperamen muslim di Indonesia pun relatif menyejukkan. Saya pikir Indonesia akan memainkan perang penting.
sumber: cahyaiman.wordpress.com
Rajab: Seruan Penegakkan Khilafah Menggema Di Seluruh Penjuru Bumi Isra' Mi'raj Palestina
Di bulan Rajab ini, seruan penegakkan Khilafah kembali menggema di seluruh kota di tanah tempat mikrajnya Rasulullah Saw., Palestina. Selain terjadinya peristiwa isra' dan mi'raj Nabi Saw, pada bulan Rajab ini juga mengingatkan kaum Muslim atas tragedi menyedihkan yang menjadikan kaum Muslim berada dalam berbagai persoalan hingga hari ini. Tepatnya pada tanggal 28 Rajab 1342 H, institusi pemersatu umat dihancurkan oleh sang pengkhianat, Mustafa Kemal.
Palestina merupakan bumi bersejarah, karena di sanalah terdapat Masjid Al-Aqsa, Baitul Maqdis, tempat mi'rajnya Nabi Saw yang sekelilingnya Allah berkahi. Sejak Khilafah dibubarkan, tempat suci ketiga bagi kaum Muslim ini berada dalam cengkraman penjajahan Israel. Dari tempat ini pula seruan penegakkan Khilafah sebagai perisai umat mulai dikumandangkan, tahun 1953.
Hari ini, bulan Rajab telah mengingatkan kembali kaum Muslim Palestina dan kaum Muslim lainnya tentang pentingnya penegakkan Khilafah sebagai penjaga dan perisai umat. Di bulan Rajab ini seruan penegakkan Khilafah menggema di seluruh pelosok negeri isra' wal mi'raj Palestina, mulai dari Jenin hingga Gaza.
Di Bait Hanina, sebuah simposium berjudul "Khilafah 'ala minhajin Nubuwwah dari Allah Swt" diadakan oleh para pemuda Hizbut Tahrir setempat, Kamis (01/07/10), di sebuah masjid. Syeikh Abu Abdurrahman menyampaikan kuliahnya tentang Khilafah yang sesuai metode kenabian, dari Allah Swt. Di sela-sela seminar, digelar juga pameran buku dan juga potret perjuangan seruan penegakkan Khilafah di berbagai dunia, termasuk muktamar ulama di Indonesia.
Seruan penegakkan Khilafah pun menjadi perbincangan hangat di kamp pengungsi Jenin. Hizbut Tahrir Palestina menggelar seminar Khilafah di sebuah masjid jami' di kamp pengungsi Jenin, 04/07/10. Di sana dijelaskan kebanggaan sejarah kaum Muslim di bawah Khilafah dan tragedi umat tanpa Khilafah.
Sementara beberapa media setempat melaporkan, Hizbut Tahrir juga mengadakan pembicaraan seruan penegakkan Khilafah di desa-desa selatan-barat Ramalah. Kaum Muslim memenuhi ruang seminar. Para pemuda HT menegaskan tema "Khilafah kewajiban dari Allah, menakutkan bagi Barat dan kaki tangannya".
Di akhir acara, diputar film dokumenter kegiatan HT di berbagai neger seperti Australia, Indonesia, Malaysia, Yaman, Turki, Libanon, Kyrgyzstan, India, Pakistan, Bangladesh, Kenya, Belanda, Denmark, Inggris, Amerika dan Palestina untuk memperkuat bahwa HT menyerukan Khilafah global tidak mebatasi Palestina dan Liga Arab.
Hizbut Tahrir Palestina juga menyerukan penegakkan Khilafah di Al-Khalil (Hebron) dengan tema "Al-Khilafah Memuliakan Kalian Wahai Kaum Muslim". Para pemuda Khilafah meninggikan bendera hitam Rasulullah, rayatul 'uqab dan al-liwa seraya menggemakan kalimat takbir. Sementara pasukan otoritas sekuler Palestina berkumpul menunggu bala bantuan, hingga jumlah besar, namun aksi hampir berakhir.
Seorang pemuda HT meneriakkan seruannya usai shalat Jumat, 02/07/10. "Wahai para pemikir, wahai para politisi, wahai para ulama, wahai para pemimpin, wahai para perwira dan prajurit, wahai kaum Muslim, saat kami bertemu dengan Anda hari ini yang mengingatkan penghancuran Khilafah, tidak adak kemuliaan bagi kami kecuali Islam dan negaranya. Maka negara itu menerapkan agama, menyatukan kaum Muslim, dan menghinakan kaum Musyrik, dan membebaskan tanah kaum Muslim dari penjajah kafir," serunya.
Di Qalqiliya, pemuda HT untuk pertama kalinya juga menggelar seruan penegakkan Khilafah, 03/07/10. Meskipun pihak keamanan penguasa sekuler berupaya mengganggu acara. Mereka memaksakan pemeriksaan keamanan di pintu masuk kota dan memeriksa identitas warga serta mencari pemuda HT.
Sementara di tempat lainnya di Hebron, para pemuda HT meninggikan bendera Rasulullah usah pelaksanaan Sholat Jumat di area Masjid, 02/07/10. Seorang pemuda menyampaikan orasinya mengingatkan jamaah penghancuran Khilafah dan kabar gembira kemunculan kembali Khilafah. Gema takbir tak henti-hentinya mengiri seruan penegakkan Khilafah tersebut.
Sumber kantor media HT Palestian melaporkan pihak keamanan sekuler melakukan berbagai upaya mencegah kaum Muslim ikut serta memenuhi undangan HT. Rencananya, untuk mempertegas kembali seruan Khilafah ini, Hizbut Tahrir Palestina akan menggelar konferensi besar di Gaza pada tanggal 13 bulan ini dan Konferensi di Ramalah pada tanggal 17 bulan ini.
Demikianlah, seruan penegakkan Khilafah di negeri yang Allah berkahi. Sekalipun menghadapi berbagai macam rintangan, para pemuda pejuang Khilafah terus menyaringkan perjuangannya untuk melanjutkan kehidupan Islam. Semua ini hanya mengingatkan kita pada sabda Rasulullah Saw.
sumber: syabab.com
Rajab, Isra' Mikraj dan Keruntuhan Khilafah
Kedua: Peristiwa Keruntuhan Khilafah Islamiyah. Peristiwa ini juga terjadi pada bulan Rajab, 89 tahun lalu, tepatnya tanggal 28 Rajab 1342 H. Berbeda dengan Isra’ Mikraj yang memang merupakan peristiwa besar yang langsung dialami Baginda Nabi saw. dan diabadikan al-Quran, keruntuhan Khilafah adalah peristiwa yang dianggap ‘tidak terlalu penting’ oleh kaum Muslim. Padahal peristiwa tersebut berhubungan dengan salah satu warisan yang ditinggalkan Baginda Nabi saw. Ya, Khilafahlah pelanjut sistem pemerintahan Islam yang pondasi dan pilar-pilarnya dibuat dan dipraktikan Baginda Rasulullah saw. saat beliau memimpin Daulah Islam di Madinah.
Sebagaimana kita ketahui, tidak lama setelah peristiwa Isra’ Mikraj (hanya sekitar setahun), terjadi peristiwa besar yang juga tidak bisa dilupakan kaum Muslim, yakni peristiwa hijrah Nabi saw. dan kaum Muslim ke Madinah. Peristiwa ini tentu penting karena menjadi tonggak pertama tegaknya Daulah Islam yang dipimpin langsung oleh Nabi saw. sebagai kepala negaranya. Sejak Nabi memproklamirkan berdirinya Daulah Islam di Madinah, kaum Muslim memiliki institusi negara yang menjadi pelayan, pengayom dan pelindung mereka. Melalui Daulah Islam pula hukum-hukum Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan dan Islam disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad.
Setelah Nabi saw. wafat, kepemimpinan negara kemudian beralih ke tangan Abu Bakar ash-Shiddiq sebagai khalifah (kepala negara) pertama. Khalifah Abu Bakar ra. mengawali era Khulafaur Rasyidin. Sejak itu era Kekhilafahan Islam dimulai. Era Khulafaur Rasyidin kemudian berakhir, lalu digantikan oleh era Khilafah Umayyah. Era Khilafah Umayyah kemudian diganti oleh era Khilafah Abbasiyyah. Selanjutnya, era Khilafah Abbasiyyah diganti oleh era Khilafah Utsmaniyah. Sayang, era Khilafah Utsmaniyah ini harus berakhir tragis karena diruntuhkan oleh tangan-tangan penjajah Barat, yakni Mustafa Kamal Attaturk, tepat tanggal 28 Rajab, 89 tahun lalu. Inilah yang menandai peristiwa penting kedua di bulan Rajab.
Karena itu, selain diingatkan dengan peristiwa Isra’ Mikraj, bulan Rajab juga memberikan kesempatan bagi kaum Muslim untuk merenungkan kembali kewajiban mereka terkait dengan upaya menegakkan kembali Khilafah yang runtuh sejak 89 tahun lalu itu.
Setelah Khilafah Runtuh
Keruntuhan Khilafah pada 28 Rajab 1342 H benar-benar telah melenyapkan pemerintahan berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Muhammad saw. dari muka bumi ini. Akibatnya, sejak saat itu hingga sekarang segala problem kaum Muslim makin meningkat, bahkan makin bertambah. Musuh-musuh kaum Muslim yang dulu gemetar ketakutan hanya karena berpikir akan menghadapi kaum Muslim yang dipimpin oleh seorang khalifah yang gagah berani, sekarang justru berani dan lancang menodai tempat-tempat suci kaum Muslim dan melecehkan manusia paling mulia, Sayidina Muhammad saw. Semua itu didengar dan dilihat langsung oleh para penguasa Muslim yang tetap diam saja bak patung meski mereka memegang kekuasaan atas umat yang paling besar di dunia ini, memiliki militer paling besar dan kekayaan terbanyak di antara umat-umat yang ada.
Tentara kaum Muslim seharusnya dipimpin oleh seorang khalifah untuk membebaskan negeri-negeri kaum Muslim yang diduduki dan meluaskan kekuasaan kaum Muslim ke negeri-negeri lain dengan pembebasan dan keadilan. Namun, bukan seperti itu yang terjadi saat ini. Saat ini kaum Muslim di negeri-negeri Islam justru dipimpin oleh antek-antek Amerika yang pengecut.
Pemerintah kaum Muslim, kala mereka memiliki Khalifah dulu, telah membuat Dunia Islam makmur hingga membuat Barat, khususnya Inggris saat itu, merasa iri dan “ngiler.” Sebaliknya, setelah negeri-negeri Islam berada di bawah cengkeraman Kapitalisme, Dunia Islam tenggelam di dalam krisis ekonomi yang terjadi silih berganti.
Khilafah: Mercusuar Segala Kebaikan
Sungguh, sistem pemerintahan dalam Islam adalah sistem Khilafah, bukan yang lain. Inilah sistem pemerintahan yang telah diwajibkan oleh Rasululah saw., menjadi ijmak Sahabat ridhwanallah ‘alaihim serta dipraktikkan oleh Khulafaur Rasyidin dan para khalifah sesudahnya. Khilafahlah yang menjaga agama, kehormatan, jiwa dan harta manusia; menjaga perbatasan; menghilangkan hambatan dan penghalang yang berusaha menghalangi sampainya risalah Islam sehingga kalimat Allah dijunjung tinggi di muka bumi ini.
Khalifahlah yang benar-benar menjadi pemelihara bagi kaum Muslim. Khalifahlah penjaga sejati wilayah Islam dan pelindung hakiki kaum Muslim dari setiap serangan musuh. Khalifahlah yang mengemban Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad dengan tetap menjaga kemuliaan, keadilan dan kebaikan.
Kaum Muslim di bawah naungan Khilafah benar-benar bisa merasakan kehidupan yang mulia dan terhormat. Mereka diselimuti perasaan aman dan nyaman, kewajaran dan keadilan, serta kemakmuran dan sejahtera. Saking makmur dan sejahtera, pernah ada suatu masa saat tidak ada lagi rakyat yang mau mengambil zakat, karena semua merasa telah kaya! Hal itu pernah terjadi pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Beliau pun pernah menulis surat kepada amilnya (kepala daerah) di Samarkand, Sulaiman bin Abi as-Samri: “Hendaklah kamu membangun beberapa penginapan di wilayahmu. Jika ada di antara kaum Muslim yang melewati wilayahmu maka biarkan mereka tinggal sehari semalam dan uruslah kendaraannya. Jika ia masih punya alasan untuk tinggal maka biarkan ia tinggal sehari dua malam. Jika ada seseorang yang kehabisan bekal maka berilah ia harta yang cukup untuk sampai ke daerah tempat tinggalnya.”
Bukankah ini sebuah bentuk pengurusan rakyat yang sesungguhnya? Apakah mungkin itu terjadi tanpa Khalifah yang memiliki kekuasaan untuk menerapkan Islam, sebagaimana saat ini?
Khilafah pun senantiasa menjaga wilayah Islam dan kaum Muslim. Lupakah kaum Muslim dengan kisah Khalifah al-Mu’tashim Billah, ketika seorang Muslimah yang dizalimi oleh seorang Romawi meminta pertolongannya, “Wahai Mu’tashim, di manakah engkau!”
Berita itu sampai kepadanya pada malam hari. Beliau tidak menunggu hingga pagi. Beliau segera berangkat memimpin sendiri pasukannya. Sesampainya di Amuria, beliau meminta agar orang Romawi pelaku kezaliman itu diserahkan untuk di-qishash. Saat penguasa Romawi menolaknya, beliau pun menyerang kota, menghancurkan benteng pertahanannya dan menerobos pintu-pintunya hingga menaklukannya.
Lupakah kaum Muslim dengan sikap Harun ar-Rasyid terhadap Nakfur Raja Romawi yang telah merusak perjanjian yang diadakan dengan kaum Muslim dan sikap permusuhannya terhadap kaum Muslim? Saat itu Ar-Rasyid mengirim surat kepada Nakfur, yang isinya: “Dari Harun, Amirul Mukminin, kepada Nakfur, anjing Romawi. Jawaban atas sikap permusuhanmu adalah apa yang akan kamu lihat, bukan apa yang akan kamu dengar.”
Nakfur pun benar-benar bisa melihat tentara kaum Muslim, ketika mereka masih di perbatasan Romawi, sebelum surat ar-Rasyid sampai kepadanya.
Khilafah juga mengemban Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad demi kemuliaan, keadilan dan kebaikan. Lihatlah berbagai pembebasan yang telah menyebarluaskan Islam dan membersihkan semua bentuk kezaliman yang terjadi di berbagai penjuru dunia sejak masa Rasulullah saw., Khulafaur Rasyidin dan para Khalifah sesudahnya. Semua itu merupakan mencusuar kebaikan di dunia. Hanya dalam satu abad saja Islam telah tersebar luas dan kekuasaan Islam meliputi negeri-negeri Arab, Syam, Irak, Mesir, Afrika Utara, Andalusia, Bukhara dan Samarkand, Sind, India, dan wilayah barat laut India (Pakistan bagian Barat). Islam terus menyebar hingga sampai di Asia Tenggara dan menyinari Indonesia. Selanjutnya, berbagai penaklukkan meluas hingga ke Asia Kecil, menaklukkan Konstantinopel dan Balkan; serta banyak lagi wilayah di muka bumi ini. Khilafah benar-benar menyandang kebesaran dan keagungan.
Khilafah juga menjadi mercusuar ilmu pengetahuan dan gudang para ulama dan ilmuwan. Ketika itu kaum Muslim menjadi umat yang pertama dan terkemuka dalam bidang fisika, kimia, matematika dan astronomi. Negeri-negeri kaum Muslim menjadi pusat ilmu pengetahuan sehingga banyak pelajar berdatangan dari negara-negara Barat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan di lembaga-lembaga pendidikan di Baghdad dan Andalusia.
Semua keagungan itu tetap ada dan terpelihara hingga Khilafah lenyap pada hari yang menyakitkan, yaitu 28 Rajab 1342 H, 89 tahun lalu. Sejak saat itulah, umat Islam yang dulunya hebat dan kuat, kini menjadi santapan lezat yang menjadi rebutan berbagai umat, persis yang digambarkan di dalam sabda Rasul saw.
Begitu jelas perbedaan kondisi kita ketika pada masa Khilafah dan ketika lenyapnya Khilafah. Tidakkah semua itu mendorong kita untuk bersungguh-sungguh dalam perjuangan untuk mengembalikan Khilafah, yang tidak lain merupakan salah satu kewajiban utama dalam Islam? Tentu, kita semua wajib bersegera dalam melakukan perjuangan yang serius dan sungguh-sungguh untuk menegakkan kembali Khilafah ini. Marilah kita bersegera menyambut janji Allah SWT:
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا
Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal salih di antara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa; akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka; dan benar-benar akan menukar (keadaan) mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa (QS an-Nur [24]: 55).
Marilah kita segera menyongsong basyirah Rasulullah saw.:
« ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ »
Selanjutnya akan datang kembali Khilafah berdasarkan metode kenabian (HR Ahmad).
Konferensi Anak Muda Muslimah di London Pertegas Identitas Muslimah Abad 21
Para Pemudi Muslimah Hizbut Tahrir Inggris
Di tengah-tengah serangan Barat bertubi-tubi terhadap Islam, para pemuda Muslim di Barat tidak diam. Mereka bangkit untuk berbicara tentang kebenaran dan kemuliaan Islam serta menyerang balik kerusakan budaya akibat sistem liberalisme yang rusak. Termasuk apa yang dilakukan oleh kaum Muslimah Hizbut Tahrir Inggris yang terus gencar menyampaikan dakwah Islam kepada masyarakat Barat.
Dalam Konferensi itu, para pembicara berulangkali menentang tuduhan buruk terhadap perempuan Muslim, tuduhan ekstrimisme terkait seruan penegakkan Khilafah dan klaim bahwa Islam terbelakang dan tidak relevan dengan kehidupan abad 21.
Mereka juga membahas berbagai persoalan akibat sistem rusak di Barat, seperti kecanduan narkoba, pesta minuman keras, pergaulan remaja, perilaku anti-sosial, dan budaya tak hormat yang meningkat di antara pemuda di Barat. Semua kerusakan itu dihasilkan akibat lingkungan pemuasan diri sendiri, individualistis dan materialistis yang bersumber dari nilai-nilai Barat.
Kegiatan ini diakhiri dengan ekspresi yang menggema oleh para peserta bahwa hal itu mempertegas ketaatan mereka terhadap Islam yang memungkinkan pemuda Muslim di Inggris mengatasi masalah tersebut. Mereka juga siap membekali diri mereka untuk menjadi contoh anggota masyarakat, memberikan kontribusi sepenuhnya kepada masyarakat sekaligus memenuhi tanggung jawab mereka terhadap umat Islam secara global.
Dakwah Muslimah Hizbut Tahrir: Gencar!
Dr. Nazreen Nawaz, Perwakilan Media Muslimah Hizbut Tahrir Inggris berkata, "Pada saat bermunculan tren yang sedang berkembang untuk menuduh keyakinan Islam itu biadab, menindas, mundur, dan tidak toleran, remaja muslimah tak memiliki apa-apa untuk menyesali. Mengapa mereka harus malu untuk berpakaian yang mempromosikan budaya kesederhanaan dan penghormatan terhadap perempuan, membebaskan dirinya dari harapan dangkal dan penindasan mitos kecantikan Barat?"
"Mengapa ia harus malu memposisikan sebagai perempuan Islam yang memelihara diri dari objek dan dehumanisasi seksualisasi dalam masyarakat kapitalis yang eksploitatif untuk status di mana harga dirinya dianggap tak bernilai harganya di mana ia dinilai untuk berfikir dan kontribusi kepada masyarakat daripada ukuran pinggangnya?", lanjutnya lagi.
"Mengapa ia haru malu dengan aturan pergaulan Islam yang ketat yang mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan dan melindungi masyarakat dari epidemi kesengsaraan manusia dan hubungan yang rusak, keluarga yang rusak, dan ibu muda sendirian melanda masyarakat liberal sekuler?"
"Mengapa dia harus malu tentang agama yang mengarahkan manusia jauh dari budaya individualistik merusak, memuaskan diri dari narkoba, pesta minuman keras, dan promiskuitas akibat nilai-nilai liberal kepada rasa tanggung jawab atas tindakan seseorang, kepedulian dan tanggung jawab masyarakat yang satu, dan penghormatan terhadap ayah ibu dan orang tua?"
Islam Identitas Muslimah Abad 21
Menurut Nazreen, identitas Muslimah Abad 21 adalah yang wanita yang diberdayakan oleh Islam, percaya diri dalam keyakinannya, seorang wanita yang menolak digambarkan sebagai korban agamanya atau yang lainnya untuk berbicara atas nama dirinya.
"Dia adalah seorang perempuan yang siap bangkit melawan serangan kepalsuan dan propaganda terhadap pakaiannya, nilai-nilai dan keyakinan Islamnya."
Nazreen Nawaz juga menegaskan bahwa Muslimah Abad 21 adalah seorang wanita yang tidak akan menyerah pada taktik rasa takut hingga memkompromikan keyakinannya, serta membungkam suaranya menentang penindasan kebijakan luar negeri Barat serta untuk mengaktifkan kembali pada nasib umat Islam secara global.
"Dia adalah seorang wanita yang tidak toleran terhadap ketidakadilan serta terang-terangan tanpa penyesalan tentang keinginannya yang kuat untuk menegakkan negara Khilafah, sebuah kepemimpinan yang akan menghapus rezim otokratis tak kompeten, mengembalikan wewenang kepada rakyat, menjamin hak-hak mereka, memerangi kemiskinan, dan membebaskan negeri Muslim yang dijajah. Sebuah negara yang akan menjadi pertanda masa depan positif dan progresif untuk dunia Muslim, yang dia bisa dibanggakan."
Demikianlah, kaum Muslimah di Barat dengan tegas menunjukkan identitasnya sebagai seorang Muslimah yang bangga dengan Islam dan berjuang sepenuhnya untuk kemuliaan Islam. Bila di Barat saja kaum perempuan Muslim tetap berpegang teguh dengan Islam lalu atas alasan apa kaum perempuan Muslim di negeri ini malah berbangga dengan budaya Barat yang telah rusak itu? Sudah saatnya, generasi muda Muslimah masa depan memegang teguh Islam dan berjuang untuknya seperti para Muslimah di Barat, bahkan lebih dari itu. Insya Allah, hingga suatu saat Khilafah Rasyidah kembali tegak dan secara nyata mewujudkan kemuliaan Islam.
Kebangkitan Islam di Amerika Serikat Meningkat, Para Kapitalis Ketakutan
Kebangkitan Islam di Barat terus meningkat. Hal itu diakui oleh para politisi Barat. Terlebih lagi ketika dakwah terhadap Islam, Syariah dan Khilafah secara terbuka terus menggema dan terorganisir dilakukan sebuah kelompok dakwah global. Tentu saja para pemuja liberalisme dan kapitalisme pun merasa terancam. Kehadiran Islam dikhawatirkan dapat menggulingkan peradaban kapitalis yang telah tampak kerusakkannya itu.
Seorang aktivis politikus konservatif mengatakan kecenderungan pro-Islam Obama merupakan penyebab kelompok-kelompok Islam yang ia sebut radikal menjadi begitu berani secara terbuka untuk mengadakan konferensi di wilayah Amerika Serikat yang menyerukan pendirian sistem pemerintahan Islam global.
Chad Groening dalam OneNewsNow mengatakan bahwa pada tanggal 11 Juli Hizbut Tahrir Amerika (HTA) yang ia sebut sebagai kelompok Islam radikal mengadakan Kampanye Global Khilafah tahunan yang kedua di pinggiran Chicago untuk seruan akhir dari kapitalisme.
Tema yang diangkat tahun lalu adalah "Kejatuhan Kapitalisme & Kebangkitan Islam", sekitar 500 orang ikut serta. Tapi tahun ini, menurut Groening, kelompok tersebut telah menyediakan tempat ballroom 11.000 kaki persegi, berharap dapat menampung lebih dari seribu peserta. Konferensi tahun ini mengangkat tema "Emerging World Order: How the Khilafah Will Shape the World'".
Seperti biasa, para politis barat merasa risih dan kebakaran jenggot dengan meningkatnya seruan penegakkan Islam, Syariah dan Khilafah itu. Beberapa upaya dilakukan untuk membungkam seruan dakwah yang dilakukan oleh gerakan yang aktif menyadarkan umat itu.
Salah satu upaya membungkam dakwah itu adalah dengan menggencarkan propaganda negatif dan tuduhan palsu. Ini sebenarnya bukan hal baru dalam perjalanan dakwah yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Ia bersama kelompoknya di masa awal Islam pun mengalami ujian dakwah berupa propaganda busuk yang menyerang Nabi dan Islam, seperti tuduhan gila atau tukang sihir.
Hari ini kondisi serupa juga dialami oleh para pengemban dakwah yang istiqomah berpegang teguh dengan metode dakwah Rasulullah Saw. Para pembenci Islam terus menerus memaksakan tuduhan palsunya yang diteruskan oleh media yang mereka kuasai untuk membungkam kemuliaan Islam.
Islam dan kelompok dakwah yang menyerukan syariah dan khilafah dicap sebagai ekstrimis. Ada juga yang memaksakan tuduhan palsunya yang menghubungkan para pengemban dakwah dengan aksi kekerasan padahal mereka secara terang-terangan menyatakan menolak kekerasan.
Robert Knight, anggota senior Hak-hak Sipil di Amerika Serikat dan penulis senior berpendapat bahwa kelompok Islam radikal seperti HTA telah menjadi berani karena Presiden Obama.
"Dia telah mengirimkan banyak sinyal bahwa Islam bangkit di Amerika dan bahwa ia baik dengannya," tuduh Knight.
"Dan saya pikir kelompok-kelompok ini merasa berbesar hati bahwa mereka dapat melangkah keluar dari bayang-banyang dan menyatakan bahwa mereka bekerja untuk menegakkan aturan syariah, yang seluruhnya inkonstitusional dengan standar-standar kami. Tapi mereka merasa sangat berani untuk dapat mengadakan konferensi publik dan menyatakan kejatuhan kapitalisme dan kebangkitan Islam."
Dalam pernyataan resminya, Hizbut Tahrir Amerika menyatakan bahwa sekalipun HT mempromosikan ide-ide melalui wacana politik dan intelektual, tetapi ada orang-orang yang takut mendiskusikan ide-ide yang terkait dengan pendirian Negara Islam. Sangat ironis, di tengah-tengah gejolak ekonomi dan politik global sehingga saat ini waktunya yang tepat untuk mendiskusikan solusi alternatif bagi persoalan manusia di dunia sekarang ini.
Demikianlah, suatu saat janji-Nya pasti terbukti, bahwa Islam akan meliputi ujung timur dan barat dunia. Pada saat itulah kemuliaan Islam akan tampak nyata. Insya Allah, Khilafah akan membuktikannya!
sumber: Syabab.Com
1000 Muslim Australia Hadiri Konferensi Khilafah di Sydney, Ausie: Campakkan Demokrasi, Perjuangkan Islam!
Dr. Salim Atchia, Muslim Inggris perwakilan dari HTB menjadi salah satu pembicara pada Konferensi Khilafah di Australia
Syabab.Com - Para pemimpin kelompok Islamis global Hizbut Tahrir menyerukan agar Muslim Australia menghinakan demokrasi sekuler dan gagasan Islam moderat Barat. Mereka juga menyerukan kaum Muslim di benua itu untuk bergabung dalam perjuangan penegakkan Khilafah. Demikian seperti dikabarkan oleh beberapa media usai pelaksanaan Konferensi Khilafah di Sydney, Australia, Ahad (04/07). Sekitar 1000 orang ikut serta dalam konferensi ini, terbilang besar bagi kaum Muslim di sebuah negeri di Barat.
Menurut panitia, jumlah peserta konferensi berlipat ganda dari konferensi tahun 2007, sehingga tidak ada sedikitpun area kosong di sebalah kiri dan kanan ruangan. Orang tua, para pemuda, laki-laki dan perempuan, tidak ketinggalan juga anak-anak kecil ikut meramaikan Konferensi besar bagi kaum Muslim tersebut.
Beberapa media meliput kegiatan ini. News Online Australia berita konferensi ini menjadi Headline di halaman websitenya dengan tulisan "Islamic group's call to Muslim sparks protest 'Shun Democracy'". HeraldSun menulis judul "Aussie Muslims told to 'shun democracy'", The Australian mengangkat judul "Police on guard as anti Islamists stage protest".
Campakkan Demokrasi, Taati Islam!
"Kita harus menaati Islam dan Islam sendiri," kata Hanif di hadapan sekitar 1000 peserta konvensi di Lidcombe, Ausie.
"Kita tidak boleh tertipu atau jatuh ke dalam cerita gagal dan cacat yang satu-satunya cara untuk terlibat secara politik melalui proses demokrasi sekuler. Hal itu dilarang dan haram."
Dia mengatakan bahwa demokrasi sangat tidak sesuai dengan Islam karena Al-Quran menegaskan Allah Swt. satu-satunya pembuat undang-undang, dan keterlibatan politik kaum Muslim tidak boleh didasarkan pada "konsep sekuler dan salah seperti demokrasi dan kebebasan".
Pandangannya bergema lagi oleh petinggi HT Australia, Wassim Dourehi, yang mengatakan pada Konferensi agar Muslim tidak harus mendukung "setiap partai politik kafir apa pun", karena manusia tidak berhak untuk membuat undang-undang.
Dourehi juga mendesak umat Islam untuk menghinakan konsep Islam moderat yang dipromosikan oleh pemerintah di Barat, termasuk "negeri terkutuk ini" Australia.
"Kita harus menolak versi baru sekuler tentang Islam ini," katanya. "Ini adalah ramuan menyimpang dari pemerintah Barat."
"Ini adalah penyimpangan yang berusaha menghapus aspek politik Islam dan pelokalan keprihatinan kami. Kita harus menolaknya dan menantang para pendukung penyimpangan Islam ini."
Konferensi Khilafah yang mengangkat tema "Perjuangan untuk Islam di Barat" ini merupakan kegiatan besar pertama yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir cabang Australia sejak seminar tahun 2007 yang bertepatan dengan seruan pelarangan atas kelompok ini.
HT menolak penggunaan kekerasan dalam pencapaian tujuannya. Gerakan ini beroperasi secara legal di lebih dari 40 negara serta berkampanye untuk menerapkan Islam dan mendirikan negara Khilafah.
Diwarnai Protes Islamophobia: Perang Pemikiran
Perang pemikiran: Anti Islam v.s. Islamis
Konflik antara APP dan HT pada seputar pertukaran kata-kata, teriakan anti-Islam dan kadang-kadang menyetir pemuda Muslim laki-laki berteriak dari mobil mereka kepada para demonstran APP. Para pembenci Islam berkumpul di sebuah taman sembari meneriakkan yel-yel, "Hey, hey, ho, ho, Islam harus pergi", dan "Tidak hukum syariah".
Sementara hampir seribuan kaum Muslim berkumpul di dalam gedung untuk membicarakan "Perjuangan Islam di Barat".
Salah seorang pemuda Muslim berteriak pada kelompok APP dari mobilnya, "Anda sama sekali orang yang tidak punya ide".Nick Folkes, organiser dari APP, berpendapat bahwa HT harus dilarang di Australia dan ia mengatakan bahwa penerapan hukum syariah harus ilegal di Australia. "Hukum syariah adalah sistem kuno yang memperlakukan wanita sebagai warga kelas dua," katanya, tanpa rasa malu atas ketidaktahuannya terhadap kemuliaan Islam.
"Kami tidak meminta mereka mengubah warna kulit atau agama, tapi jika mereka datang ke sini, mereka harus menolah hukum syariah."
Sarah Ismail, seorang pekerja 26 tahun dari Serikat Muslim Australia di Lakemba, sebelah barat Sydney, berkata bahwa dia datang pada konferensi tersebut untuk menunjukkan dukungan bagi wanita Muslim untuk mengenakan jilbab di depan umum.
"Saya ingin orang tahu bahwa kita tidak dipaksa untuk menutupi, melainkan benar-benar pilihan kita," katanya.
Sarah mengatakan dia telah melihat munculnya rasisme di Australia terhadap Muslim, dan mengatakan bahwa orang-orang yang melakukan protes terhadap cara hidup Muslim benar-benar tidak memahami Islam.
Demikianlah, dakwah Hizbut Tahrir yang tak kenal menyerah terus digelorakan termasuk di negeri Barat. Akhirnya, Islam dan Khilafah pun menjadi perbincangan dan diskusi di beberapa kalangan. Ini seperti terjadi di era awal datangnya Islam, Islam dan Nabi Muhammad Saw. menjadi perbincangan di kalangan kaum Quraisy, hingga akhirnya pengikut Muhammad Saw. terus bertambah. Hal itu terus terjadi hingg Allah memenangkan urusan ini, dan pada saat itulah berbondong-bondong manusia masuk ke dalam Islam. Insya Allah, hal serupa akan terjadi. Allahu Akbar!
Keberanian Para Pemuda Pejuang Khilafah di Benua Australia, Runtuhkan Demokrasi
Syabab.Com - Belakangan ini dan hari-hari selanjutnya, Khilafah menjadi perbincangan di Barat, baik di Eropa, Amerika termasuk di Australia. Di Australia, hari ini sebuah konferensi Khilafah akan digelar di Sydney, Australia. Beberapa media Australia mengangkat tentang Khilafah dan kelompok yang menyuarakannya, Hizbut Tahrir. The Australian menulis bahwa "Organisasi Islam Hizbut Tahrir menjauhkan diri dari tindakan kekerasan, tetapi tidak memiliki masalah dengan retorika pembakar tentang kematian demokrasi Barat". Sementara News Online di Australia menulis judul dalam headline "Islamic hardliners making a big return".
Dengan janggut rapi, kacamata berbingkai kawat dan setelan jas wol di atas sweternya, Utsman Badar tampil sebagai seorang profesor muda. Tapi perkataannya yang keluar dari mahasiswa PhD ini mengeluarkan panas di kafe warga Turki di Barat Sydney membawa semangat revolusioner. Ia berbicara di hadapan media menjelang pelaksanaan Konferensi Khilafah yang diadakan hari Ahad (04/07) di Sydney, Australia [baca: Sydney Kembali Menjadi Tempat Konferensi Khilafah di Australia].
"Demokrasi adalah ide yang bangkrut dan tidak rasional" dan "semua indikator menunjukkan penurunan dan keruntuhan tak terhindarkan dari ideologi Barat", kata Badar. Sementara itu, yang berdedikasi untuk keadilan dan kemajuan harus berjuang melawan "orang-orang yang berusaha untuk hidup dalam merosot dari keringat dan darah sebagian besar umat manusia".
Badar adalah juru bicara Hizbut Tahrir Australia, sebuah organisasi internasional yang berdedikasi untuk mendirikan sebuah negara Islam transnasional muni yang diatur oleh hukum syariah. Dalam mengejar visi itu, ia dan 1000 anggota HT akan berkumpul di Sydney akhir pekan ini dalam sebuah konferensi internasional untuk mempromosikan perjuangan mereka.
Sebagaimana Badar ketahui, mata-mata agen ASIO Australia dan kontra terorisme akan mempertahankan menutup mata peristiwa itu. Badar menegaskan Australia tidak perlu takut, seperti HT "terus terang tanpa kekerasan" dan tidak ingin membuat Australia bagian dari kekhilafahan tersebut. "Yang kami lakukan adalah bicara," katanya.
Dia mengatakan perjuangan tidak antara Islam dan Kristen, tetapi antara Islam dan demokrasi sekuler Barat, yang ia percaya runtuh. Dia mengatakan anti terorisme hanya topeng untuk membenarkan menyerang Muslim. "Risiko meninggal dalam kendaraan adalah 470 kali lebih tinggi dibandingkan dari terorisme, namun miliaran dolar dihabiskan untuk melawan terorisme."
Ini adalah bahasa yang sangat tajam dalam sebuah literatur, siaran pers dan pernyataan yang menggambarkan panasnya HT. Perlakukan Barat atas Muslim dikutuk sebagai perlakuan yang "brutal, kejam dan tidak berperikemanusiaan", kebijakan luar negeri Barack Obama sebagai kebijakan yang "brutal, dan barbar seperti para pendahulunya", dan Australia dianggap "perbudakan tak tahu malu untuk AS".
Para ahli Australia seperti Williams dan Anthony Bergin tidak mendukung pelarangan HT, tetapi mengatakan HT harus terus dimonitor secara seksama. Bergin menyarankan pengeluaran sekitar 9,7 juta $ dialokasikan untuk kontra-radikalisasi dalam sebuah anggaran pada situs web untuk mempromosikan Islam moderat menghadang pandangan HT.
Para pemuda HT di Australia mencemooh saran tersebut. Badar menolak gagasan "Islam moderat" sebagai versi kejatuhan "yang disulap oleh pemerintah Barat yang karakteristiknya sekular, apolitis, dan lokal". Dialog antar umat beragama (interfaith) juga ditolah. "Pandangan kami adalah Islam sebagai agama yang benar, dengan mengesampingkan semua yang lain. Ide mereka sama-sama omong kosong."
Badar mengatakan kampanye melawan "ekstrimis" hanyalah cara lain untuk menyerang Muslim. "Pemerintah Barat telah bergeser dari berbicara tentang terorisme itu sendiri untuk fokus pada 'ideologi terorisme'. Bahkan orang-orang yang tidak melakukan tindakan kekerasan juga dicap sebagai ekstrimis atau radikal, hanya karena mereka menyebarkan ide-ide Islam."
Meskipun semua rintangan, Badar mengatakan dia yakin Khilafah akan terjadi dalam hidupnya. Dia mengatakan dukungan ini berkembang di seluruh dunia Muslim dan peradaban sekuler Barat hancur.
Badar berpendapat kekhilafahan tersebut dimulai dari sebuah negara Islam di negeri seperti Pakistan atau Mesir, dan terus menyebar melalui dukungan massa dan kekuatan militer yang akhirnya mencakup semua negara-negara mayoritas Muslim dan tanah yang sebelumnya berada di bawah pemerintahan Islam, seperti Spanyol dan Filipina. Dia mengatakan Kristen dan Yahudi akan disambut selama mereka tunduk pada hukum Islam.
"Tidak ada ide-ide kami yang berbahaya, kecuali bagi mereka yang berusaha mempertahankan status quo mengeksploitasi massa. Tentu saja kami adalah ancaman bagi mereka, mereka merasa khawatir. Tapi bagi mereka yang mencari kemajuan bagi semua orang, kami hanya memiliki penawaran yang baik."



