Ketika awal masuk kuliah saya bertanya kepada Allah, mengapa saya tidak berada di dalam kelas yang sama dengan si Fulan. Berbagai pertanyaan senada pun saya lontarkan, dan yang terjadi hanyalah pesimisme yang berujung keputusasaan. Sering kali terfikir, dakwah akan menjadi lebih mudah ketika berhadapan dengan orang yang telah memeliki informasi sebelumnya dibandingkan menghadapi orang awam, terlebih lagi orang awam yang hedonis. Tak jarang terfikir, “Ah, tak mungkin orang seperti dia belajar Islam. Lihat saja penampilannya, uring-uringan seperti berandalan! Mengurus dirinya sendiri saja pasti tidak mampu”.
Tampilkan postingan dengan label gurat pena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gurat pena. Tampilkan semua postingan
It’s not about nameless! It’s about our pride! Which path you belive in?
Mudah sebetulnya, ketika kita menyadari apa yang menjadi impian kita. Maka hidup ini akan selalu kita hadapkan ke arah impian tersebut. Luapan emosi pun akan terarah menuju impian itu. Namun sejalan dengan hal tersebut, makna hidup pun akan sirna ketika kita menyerah kepada keadaan dan melupakan mimpi-mimpi itu. Artinya tidak akan ada kebahagiaan di sana.
Untuk Para Blogger: Kepada Kawan di Persimpangan Jalan
Hidup ini adalah pilihan, karena dalam setiap kesempatan kita hanya daapat memilih satu aktivitas saja. Ketika kita memilih untuk makan maka kita telah meninggalkan aktivitas minum disaat yang bersamaan. Ketika kita berusaha untuk menjadi rajin, maka otomatis kita pun meninggalkan sikap malas, dan begitu pun sebaliknya.
Dengan kata lain kita hanya dapat terfokus pada satu pilihan. Bukankah hal yang mustahil, kita berenang sambil minum air. Allah pun menciptakan syurga dan neraka sebagai tempat kembali yang harus kita pilih. Bagi mereka yang menginginkan syurga tentu semasa hidupnya mereka akan berusaha tunduk terhadap setiap jengkal aturan yang telah Allah tetapkan untuknya, dan meninggalkan seluruh larangan yang Allah tetapkan untuknya. Berkebalikan dengan orang yang 'memilih' neraka sebagai tempat kembalinya, bukan? Nah, tinggal pilih deh.
Karena itu kita tidak dapat melakukan semuanya dalam waktu yang bersamaan. Saya teringat pepatah yg mengatakan "Orang yang menginginkan semuanya, biasanya tidak akan mendapatkan semuanya". Selain itu ada pepatah yang mengatakan "Jangan takut pada pendekar yang memiliki banyak jurus, tapi takutlah pada pendekar yang hanya memiliki satu jurus". Dari kedua pepatah tersebut, saya yakin anda pasti memahami apa yang saya maksudkan. Bahwa kita tidak dapat terfokus pada semua hal. Kita tidak dapat membahagiakan setia orang yg kita kenal dalam waktu yang bersamaan. karena life is choice and one time is one choice.
Itulah yang sedang saya alami saat ini, alhamdulillah saya baru saja diterima kuliah dan otomatis hal itu telah 'merampas' waktu luang saya. Saya harus mengurangi jadwal ngeblog dan harus lebih memanfaatkan waktu itu di dunia nyata. Karena itu maaf jika kunjungan sobat blogger mungkin tidak dapat langsung saya balas. karena aktivitas yang mulai memadat ini. Namun tak perlu khawatir, karena saya pasti membalas kunjungan kalian cepat maupun lambat. yang jelas keep moving! ALLAHU AKBAR
Dengan kata lain kita hanya dapat terfokus pada satu pilihan. Bukankah hal yang mustahil, kita berenang sambil minum air. Allah pun menciptakan syurga dan neraka sebagai tempat kembali yang harus kita pilih. Bagi mereka yang menginginkan syurga tentu semasa hidupnya mereka akan berusaha tunduk terhadap setiap jengkal aturan yang telah Allah tetapkan untuknya, dan meninggalkan seluruh larangan yang Allah tetapkan untuknya. Berkebalikan dengan orang yang 'memilih' neraka sebagai tempat kembalinya, bukan? Nah, tinggal pilih deh.
Karena itu kita tidak dapat melakukan semuanya dalam waktu yang bersamaan. Saya teringat pepatah yg mengatakan "Orang yang menginginkan semuanya, biasanya tidak akan mendapatkan semuanya". Selain itu ada pepatah yang mengatakan "Jangan takut pada pendekar yang memiliki banyak jurus, tapi takutlah pada pendekar yang hanya memiliki satu jurus". Dari kedua pepatah tersebut, saya yakin anda pasti memahami apa yang saya maksudkan. Bahwa kita tidak dapat terfokus pada semua hal. Kita tidak dapat membahagiakan setia orang yg kita kenal dalam waktu yang bersamaan. karena life is choice and one time is one choice.
Itulah yang sedang saya alami saat ini, alhamdulillah saya baru saja diterima kuliah dan otomatis hal itu telah 'merampas' waktu luang saya. Saya harus mengurangi jadwal ngeblog dan harus lebih memanfaatkan waktu itu di dunia nyata. Karena itu maaf jika kunjungan sobat blogger mungkin tidak dapat langsung saya balas. karena aktivitas yang mulai memadat ini. Namun tak perlu khawatir, karena saya pasti membalas kunjungan kalian cepat maupun lambat. yang jelas keep moving! ALLAHU AKBAR
Warna Warni : "Seputar Hukum, Peradilan, & Kesejahteraan"
![]() |
| peraturan ada untuk dilanggar |
Di Indonesia kita ini masih berlaku suatu hukum pembenaran penyimpangan yang berbunyi, “aturan ada untuk dilanggar”. Kira-kira begitulah guyonan yang sering saya ungkapkan berdua bersama seorang sohib[1] ketika kami sedang duduk di teras depan sebuah masjid kecil yang terdapat di SMA, di bawah sebuah pohon palm yang cukup besar sehingga dapat meneduhi wilayah teras, sambil memandangi keadaan sekitar.
Karena Penduduk Negeri Ini Beragam…
Ketika kemarin saya menonton pertandingan bola antara Indonesia melawan Turkmenistan, ada beberapa hal yang membuat saya tersenyum simpul indah di dalam hati, melompat kesana kemari, berteriak seperti anak kecil yang baru dibelikan PS 3 oleh ayahnya, juga menangis bahagia.
Tentu alasannya bukan karena Indonesia menang di laga yang menurut saya cukup menarik itu, atau bukan karena kemarin bermain bagus (meski hasil akhir yang terjadi adalah hasil yang tak terduga…_-“). Pokoknya bukan karena alasan yang ada di setiap benak para pecinta sepak bola. Karena saya sama sekali bukan pecinta sepak bola! Saya selalu beranggapan bahwa menonton sepak bola adalah hal paling membosankan yang pernah ada, dan nampaknya perasaan saya itu masih belum akan berakhir.
Tentu alasannya bukan karena Indonesia menang di laga yang menurut saya cukup menarik itu, atau bukan karena kemarin bermain bagus (meski hasil akhir yang terjadi adalah hasil yang tak terduga…_-“). Pokoknya bukan karena alasan yang ada di setiap benak para pecinta sepak bola. Karena saya sama sekali bukan pecinta sepak bola! Saya selalu beranggapan bahwa menonton sepak bola adalah hal paling membosankan yang pernah ada, dan nampaknya perasaan saya itu masih belum akan berakhir.
Tidak Dapat Menghapus Subsidi, Pemerintah Mengharamkan Premium
daftar bacaan: http://hizbut-tahrir.or.id/
Seperti yang telah kita ketahui bersama, MUI telah mengeluarkan fatwa akan haramnya BBM bersubsidi (Premium) bagi orang kaya. Jika dicermati, tentu hal ini sangat tepat jika dikatakan sebagai alasan yang sangat dipaksakan. Masih ingatkah anda bahwa ketika memasuki awal tahun 2011 ini, masyarakat Indonesia sudah diberi hadiah berupa kabar "Pengalihan BBM Bersubsidi".
Usamah Bin Laden is a Hero
Usamah bin Ladin memperingatkan dalam rekaman terakhir audionya yang direkam sebelum dibunuh oleh pasukan komando Amerika, bahwa tidak akan ada keamanan bagi AS sebelum Palestina hidup dalam keamanan, sebuah situs Jihadis melaporkan Minggu kemarin (8/5).
Mengomentari Presiden AS Barack Obama, Bin Ladin berkata: "Amerika tidak akan dapat bermimpi mendapatkan keamanan sampai saudara kami hidup dalam keamanan di Palestina. Ini tidak adil bahwa anda hidup dalam damai sementara saudara-saudara kami di Gaza hidup dalam ketidak amanan."
*********
Kemerdekaan Hanyalah Alat...
Siapa juga yang tak kenal PBB, pasti semua orang tahu sedikit bayak tantang organisasi internasional ini. Dikenal sebagai organisasi yang menyatukan negara-negara bangsa, menghimpunnya untuk menciptakan 'kedamaian dunia'. Namun tujuan mulia nan agung itu menjadi terdengar lucu dan kosong ketika semuanya berhadapan dengan kepentingan AS, sang 'ADIKUASA'.
Amerika & Inggris: "Kakak-Adik yang Siap Saling Tikam" *part 2*
Sejak memasuki awal abad 20, sebetulnya sudah nampak arus perubahan di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang terjajah. Mereka mulai mempersiapkan perlawanan kemerdekaan. Barat pun menyadari hal ini dengan baik. Mereka sadar betul bahwa penjajahan fisik bukanlah hal yang relevan di masa mendatang. Karena itu barat, terutama Amerika yang tidak mendapat jatah kekuasaan itu pun akhirnya menggulirkan opini, "Hak Setiap Bangsa untuk Merdeka".
Sebagai pemenang perang tentu, Amerika lebih memiliki posisi di mata penduduk dunia. Dan meski berat, Inggris yang memiliki daerah jajahan terbesar pun tidak bisa berbuat banyak untuk memerdekakan negara-negara jajahannya. Karena jika tidak hal itu akan berbalik merugikan Inggris, sebab Inggris satu-satunya negara yang menjadi penjajah tunggal, dan jika itu dibiarkan maka Amerika akan muncul dengan tindakan heroiknya menjadi penentang penjajahan Inggris. Jika sudah begitu, penduduk dunia akan percaya kepada Amerika sedangkan kekuasaan Inggris berakhir.
Amerika & Inggris: "Kakak-Adik yang Siap Saling Tikam" *part 1*
Ada hal yang menarik perhatian saya ketika melihat berita pernikahan pangeran William dan Kate, semenjak sepekan kemarin. Rasanya hal itu menjadi topik hangat yang juga layak untuk diangkat menjadi headline di muka media massa belakangan ini. Tapi apa yang ingin saya tulis di sini bukanlah ikut-ikutan menyoroti pernikahan super megah yang menghabiskan uang rakyat itu. Saya pun tidak punya ketertarikan menonton atau sekedar membaca berita pernikahan orang lain. Tapi ketika kemarin, hari minggu pagi saya sedang sarapan dan tak sengaja menonton berita -kebetulan saat itu sedang mengangkat pernikahan William dan Kate-, sesuatu yang tak pernah terbesit dalam benak saya akhirnya muncul. Yah daripada saya banyak ngebacot tentang asal-muasal darimana dapet ilham postingan ini, mending langsung simak saja uraian yang saya tulis.
Heboh N11: "Brain Washing and Assault"
| TV: "brain washing to assault" |
BRAIN WASHING, atau istilah lokalnya cuci otak. Belakangan ini baik di layar kaca maupun di lembaran kertas harian, sedang mengangkat isu tentang ini. Dan yang menjadi bintang utama dalam kisruh brain wash ini adalah sebuah gerakan yang mengatasnama-kan gerakan islam -yang ingin mendirikan Negara Islam Indonesia-, Yup merekalah NII atau N11. Sebetulnya isu brain washing ini bukanlah yang pertama dan baru-baru ini. Sejak sekitar 5 tahun lalu kisruh mengenai brain washing ini sudah ada hanya mungkin tidak terlalu mem-booming seperti sekarang. Yang menjadi pertanyaan, mengapa baru diangkat sekarang -sampai menjadi pusat perhatian dan melupakan berbagai kasus heboh lainya, seperti mba Melinda Dee, Wikileaks, pembatasan subsidi, pembangunan gedung DPR, dll-? Apakah karena pergerakan brain wash ini baru menampakan diri ke 'pemukaan'? Tentu tidak!! Sejak dari dulu gerakan ini selalu aktif berkelana, merombak pemahaman orang-orang. Bahkan 5 tahun lalu saya mengenal seorang aktivis kampus yang pernah dikontak atau mungkin diculik -karena dia dipaksa ikut seorang anggota N11-, menurutnya alasan mengapa dirinya diajak karena sering memberikan tausiyah dan mengisi khutbah jum'at sehingga banyak melakukan aktivitas dakwah di tengah-tengah umat dan dianggap cukup kredibel untuk menyampaikan ajaran islam ala N11. Beda lagi dengan kesaksian dari seorang tokoh masyarakat yang beliau ternilai cukup mapan. Masih skitar 5 tahun lalu, beliau mengaku pernah diajak untuk mendirikan negara Islam Indonesia oelh seorang lelaki paruh baya yang mengaku sebagai dosen di sebuah Universitas di Bandung, Jawa Barat. Namun karena beliau cukup paham terhadap pemahaman agama, beliau pun menolak ajakan tersebut. Apalagi ketika diajak, beliau harus mengeluarkan uang iuran setiap bulannya, "untuk kas negara kelak" begitu katanya.
"Demokrasi" Sampah Peradaban
PARIS - Hari ini, Senin (11/4/2011), pemerintah Perancis resmi memberlakukan pelarangan niqab bagi muslimah di tempat umum dan secara resmi pula pemerintah bisa menuntut denda sebesar 150 euro (£132) bagi muslimah yang tetap memaksa mengenakan niqab atau burka di ruang publik, Sky News dan Guardian melaporkan. (Arrahmah.com)
Begitulah fakta yang terjadi di wilayah para jargon demokrasi. Mereka selalu mengatakan tentang kebebasan, menyebarkan 4 pilar kebebasan yang menyesatkan. Selalu berbicara tentang HAM, mengkritik bahkan tak segan untuk menuduh (memberi stigma) pada mereka yang dianggap menyalahi nilai-nilai HAM! Berseru dengan lantang, menunjukan kebengisan mereka terhadap aktivis Islam....
Padahal bukan kasus baru, justru mereka sendirilah yang melanggar prinsip 'kebebasan' yang mereka buat sendiri. Kita lihat ketika awal perkembangan Turki Modern dengan dasar Sekularisme yang didirikan oleh pengkhianat umat ini, Mustafa Kemal at-Turk -laknatullah 'alaihi-, pasca runtuhnya Khilafah Utsmani pada tahun 1924, Turki yang semula merupakan pusat pemerintahan Daulah Islam menjadi tempat paling ekstrem bagi umat islam, terutama bagi Muslimah. Bagaimana tidak? Dia (Mustafa Kemal) menerapkan kebijakan yang melarang Muslimah di Turki memakai Jilbab. Bagi mereka yang bersikeras meggunakannya, tak segan-segan ditangkap dan dimasukan kedalam penjara! Bukan hanya itu, dia juga mengganti sistem pendidikan Islam menjadi sistem pendidikan Sekuler, yang memisahkan peran agama dalam kehidupan. Merombak total kebudayaan Islam dan menggantinya menjadi kebudayaan yang Sekuler. Hasilnya terbentuklah Turki yang seperti sekarang ini. Itulah hasil dari Demokrasi yang ditawarkan Amerika.
Ups Ketahuan: "Obama Mempersenjatai Pasukan Pemberontak Libya"!
"Jangan pernah berani macam-macam dengan-Ku! Jika tidak kau tahu akibatnya."
Hmmm, kira-kira dimana yah ada dialog sebengis dan seangkuh itu. Terakhir ku lihat sih ada di film-film khas Indonesia, supper alay bray! Tapi dalam kenyataan pun tak sedikit orang yang berkata seperti itu --bermakna seperti itu, meski redaksinya berbeda--.
Hmmm, kira-kira dimana yah ada dialog sebengis dan seangkuh itu. Terakhir ku lihat sih ada di film-film khas Indonesia, supper alay bray! Tapi dalam kenyataan pun tak sedikit orang yang berkata seperti itu --bermakna seperti itu, meski redaksinya berbeda--.
Swing of Lie: Orang Nomor 1 Dunia & Kebohongannya
Ratapan Sang Diktator
Tidak diragukan lagi, kini kekuasaan bengis penguasa tiran Muammar Gaddafi akan segera berakhir. Kejahatannya membunuh aktivis muslim yang secara ikhlas memperjuangkan perubahan yang hak itu tidak dibiarkan begitu saja di sisi Allah. Penguasa tiran ini sedang dalam kondisi kontradiksi dan kacau secara permanen. Ia berkata kepada surat kabar Italia “Il Giornale” bahwa “Ia sedang memasuki sebuah peperangan melawan al-Qaeda. Dan ia akan meninggalkan koalisi internasional dalam melawan terorisme jika Barat memperlakukannya secara negatif, seperti yang terjadi pada mantan presiden Irak Saddam Hussein. Bahkan sebaliknya, ia akan bersekutu dengan al-Qaeda menyatakan Jihad, dan mengecam teman baiknya Perdana Menteri Italia, Berlusconi.” (http://hizbut-tahrir.or.id/)
Yah, aku pikir saat ini dia sedang dalam Tremendous Preassure, yang mungkin akan membuatnya gila (bahkan untuk orang gila akut selevel dia).
Langganan:
Postingan (Atom)












