Saat beranjak dewasa, hal yang mungkin dirasakan oleh seseorang adalah sebuah perasaan tertarik terhadap lawan jenis. Bahkan -berdasarkan pengalaman- perasaan tersebut adalah hal dominan yang pertama kali muncul dalam diri setiap orang. Perasaan tertarik tehadap lawan jenis sudah muncul sejak bahkan ketika saya SD, dan perasaan itu membeludak ketika SMP.
Masalah yang serius datang saat aku merasakannya. Perasaan menjadi dag dig dug gak karuan, mau makan selalu kebayang, jadi suka ngehayal -membayangkan- suatu hari bisa hidup berdampingan dengan si dia... Cihuy! Berhayal memang selalu asyik sampai kita tersadar bahwa itu hanya ada di dalam benak kita. Pengalaman cinta paling suram baru aku rasakan saat aku masuk SMP dan berada di puncaknya ketika duduk di kelas VIII.
Ketika itu ada seorang gadis yang benar benar membuatku memalingkan wajah dari indahnya dunia. Saat itu aku benar-benar tertarik padanya. Tak perlu aku gambarkan secantik apa orangnya, yang jelas hal ini kurasakan karena belakangan dia seperti mencari perhatian dan aku selalu memperhatikannya. Dari situlah kisah cinta yang tak nyata mengenai aku pun dimulai. Sebetulnya sudah dari semenjak SD aku satu kelas dengannya, jadi sedikit banyak aku tahu kelakuannya, sifatnya -yang temperamental, dan agak tomboy-. 8 tahun menempuh pendidikan dasar, aku satu kelas dengannya. Tak kusadari dan tak pernah aku membayangkan kalau saat itu aku bisa tertarik padanya. Anak tomboy, cerewet, kasar. Siapa juga oarang yang tertarik pada perempuan seperti itu? Tapi cinta memang ajaib,benar-benar misterius! Aku tak tahu apa itu penyebab cinta? Saat itu aku selalu berfikir, "kenapa juga ada pasangan yang gak ngimbang, yang satu tampan atau cantik tapi pasangannya biasa saja -jika tak boleh ku katakan ancur-".