NU: Perlawanan Terhadap Penjajah.

Al-Khilafah Islamiyah Perkara Mendesak..

Mendudukan Sejarah Kekhilafah`n Islam.

Tampilkan postingan dengan label pernyataan sikap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pernyataan sikap. Tampilkan semua postingan

1000 Surat Untuk Rektor


Mengingatkan kembali, hayu gabung di menulis "1000 Surat Untuk Rektor"

Kepada:
Mahasiswa-mahasiswi UPI

Berani menyampaikan aspirasi dan/atau kritikan yang membangun (terkait pendidikan, aset dan fasilitas, kebijakan, atau apa pun yang berhubungan dengan UPI)? Ingin agar UPI menjadi lebih baik lagi? Ayo sampai...kan dalam “1000 Surat untuk Rektor”

Syarat dan Ketentuan:
Pengirim surat adalah mahasiswa UPI (S1/D3);
Dibuat di kertas A4 dan ditujukan untuk rektor;
Isi surat tentang harapan dan/atau kritik untuk UPI saat ini dan di masa yang akan datang, usulan ide agar UPI benar-benar menjadi Leading and Outstanding, dsb.;
Sertakan identitas diri (minimal nama dan jurusan).

Tanggal pengumpulan surat:
16-24 November 2011

Cara pengumpulan surat:
1. via email : kemendagri_rema@yahoo.co.i
d
(subject email: Nama_NIM_Jurusan_No.Kontak)
2. Masukkan ke kotak “1000 Surat untuk Rektor” di
sekretariat BEM REMA UPI (Gd. PKM Lt.1 No.1)

Contact Person:
Ninu_085-220-189-197

Kementerian Dalam Negeri
BEM REMA UPI 2011

"Salah satu ciri seorang intelektual adalah mereka yang mampu membumikan gagasannya dengan pena" (Alfi Syahriyani)

ISOLA MENARI (Saran dan Kritik yang Membangun)

‘Isola Menari’, sebuah acara besar yang dipersembahkan K.I.G Dance Community diagendakan akan dilaksanakan pada hari Jumat tangal 18 November 2011 di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) (Ilmiah, Edukatif, Religius). Acara ini didukung oleh semua komunitas seni di Kampus UPI, komunitas seni Surabaya, komunitas seni Cirebon, Jurusan Seni Tari UPI dari berbagai angkatan (2008, 2009, 2010, 2011), komunitas seni UNPAD, dan lain-lain. Selain itu, acara ini juga didukung oleh banyak sponsor sehingga sulit dikatakan bila acara ii dikatakan asal-asalan. Program unggulan acara ini adalah menari selama 12 jam nonstop dari mulai jam 07.00-19.00. Penampilan dari berbagai jenis tarian mulai dari tarian daerah, kontemporer, modern, dan lain-lain.

‘Isola Menari’ mempunyai tujuan yang normatif bila dilihat dari suatu sudut pandang. Dari pemaparan panitia, kami mendapatkan informasi berkenaan dengan tujuan diadakannya dari acara ini. Pertama, sebagai ajang silaturahmi diantara komunitas seni tanah air. Kedua, sebagai ajang peningkatan kreatifitas seni. Ketiga, berdampak pada kebaikan karena diniati dengan kebaikan. Dari situs resmi UPI, kami juga mendapati bahwa pelaksanaan acara ini dilegislasi dengan sepotong ayat Al Qur’an ‘Demi masa’ sesungguhnya manusia (‘jiwa-rohani’) dalam kerugian...(Q.S. Al-Ashr) dengan tujuan mendekatkan diri kepada Yang Maha Pencipta.

Dari fakta di atas ada beberapa hal yang perlu ditempatkan sesuai dengan tempatnya. Argumentasi niat yang baik akan menghasilkan dampak kebaikan perlu dikritisi. Kita tentu tidak akan sepakat pada korupsi walaupun setengah dari harta hasil korupsi untuk shadaqah. Dalam ushul fiqih ‘hukum asal perbuatan manusia adalah terikat dengan huhkum Allah’. Itu artinya tidak cukup mengharapkan kebaikan dari niat dengan dalil bahwa ‘semua amalan tergantung pada niat’. Dalam hadits Nabi SAW mengingatkan ‘tidaklah beriman salah seorang dari kamu, sehingga menjadikan saya sebagai (standar) akalnya, yang digunakan untk berpikir’. Sehingga standar baik dan buruk adalah menurut Islam bukan menurut yang lain.

Publikasi ‘Isola Menari’ yang dibuat dengan ukuran raksasa terpampang dengan jelas gambar-gambar perempuan yang membuka aurat. Ini menggambarakan bahwa salah satu agendanya adalah mempertontonkan aurat di depan umum yang jelas haram (Q.S. 33:59, 24:31). Pengambilan sepotong ayat untuk membenarkan kemasiatan sudah dicela oleh Allah (Q. S. 2:16-19) ‘Pesta mempertontonkan aurat’ di hari Jumat sungguh menciderai hari besar umat Islam karena turunnya (Q. S. 5:3) pada hari Jumat.

Menyikapi 'Isola Menari'penulis mengutip pernyataan DR. Yusuf Qardawi(dalam Situs Huzaifah's).Seni tari dibolehkandengan syarat, Pertama :Tidak bertentangan dengan adab Islam dan ajarannya. Tarian yang menamppakkan aurat, yang membawa kepada kelalaian yang jelas keharamannya karena bertentangan dengan perintah Allah Swt.Kedua : memperhatikan bentuk tariannya. Tarian yang membangkitkan syahwat juga dilarang dalam Islam.Ketiga : Tidak boleh mengiringinya dengan sesuatu yang haram. Seperti meminum khamar, memperlihatkan aurat, memanggil jin dll. Apabila sudah dicampur dengan sesuatu yang haram maka tarian itupun jadi haram.Keempat : Tidak melampaui batas dan berlebih-lebihan. Segala yang melampaui batas dan berlebih-lebihan dilarang didalam Islam.Kelima : berkenaan dengan yang melihat dan mendengarkan. Setiap orang yang melihat tarian ataupun mendengarkan lagu-lagu sehingga membangkitkan syahwatnya, menimbulkan fitnah dan menghilangkan akal sehatwajib dijauhinya. Wallahu'alam.

Sumber referensi:

Al Qur'an.

www.upi.ac.id diakses tanggal 17 November 2011.

Situs huzaifa's.blogspot.com diakses tanggal 17 November 2011.

Abdurrahman, Hafidz. 2010. Diskursus islam politik dan spiritual. Bogor: Al Azhar Press.

Wawancara panitia.

CP: Didin (085294608908)

KALAM UPI

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Watch videos at Vodpod and more of my videos

Followers

Foto Saya
bilal mubaraqi
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
a sore loser | full time dreamer | part time achiever | self centered servant | educator | big brother of insolent brothers | arts lover | half ass photographer
Lihat profil lengkapku