Nowadays, most of nations in the world regard Democracy as the best system for Humanity. Especially if it is compared with authoritarian or totalitarian government, democracy will be regarded as the best system (see. Ilusi Negara Demokrasi). Furthermore, many people in the west believe that if it is not democracy then it should be a totalitarian regime and vice verse. Abraham Lincoln once stated that democracy is government “of the people, by the people, and for the people” (What is Democracy?, United States Information Agency: 4).
Tampilkan postingan dengan label secangkir lambada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label secangkir lambada. Tampilkan semua postingan
Nameless! (II)
Menaburkan benih-benih pemikirian, di setiap lapak kertas tak berbatas memang bukanlah hal yang mudah. Kita perlu menabur benih tersebut dengan sangat teliti disamping harus mengemasnya dengan keselarasan cinta agar mereka yang menuai dapat memahami kesungguhan kita serta memaknainya.
Kemudian hadir masa-masa kelam ketika kita kehilangan arah, dan merasa tanggung untuk berbuat dosa[1] lebih banyak lagi, “toh… jikalau saya yang berbuat begini pun, tidak akan merugikan orang lain”. Pernahkah hal yang sama terpikirkan di benak anda?
Nameless! (I)
Kami bocah ingusan yang mulai ber-metamorfosis[1] menjadi remaja siap tempur yang tahan banting menghadapi berbagai kesulitan hidup ketika mengarungi dunia SMA. Ketika teman teman kami yang dulu sama-sama ingusan memilih untuk ikut-ikutan menjadi anak nongkrong dan ikutan ngebul[2] seperti halnya anak-anak lain yang (katanya) gaul, kami memutuskan untuk tidak mengikti jejak mereka dan memilih menjadi anak normal yang hidup dengan cara yang normal pula. kami sama sekali tak tertarik untuk mengikuti tren gaul jaman sekarang, Lebih baik menjadi diri sendiri dan menentukan jalan untuk masa depan kelak. Yah itulah jalan normal yang semula kami pilih. Terbayang meneruskan pendidikan hingga mendapat gelar DR, jika bisa menjadi Prof. memiliki rumah yang tidak terlalu luas namun memiliki halaman untuk bermain besama istri dan anak kelak.
Bahkan Kita Telah Rela Menjadi Pihak Tertuduh!
Sejenak sebelum membuat tulisan ini, saya membaca sebuah pararaf yang membuat saya kembali menerawang kondisi umat islam yang labil. Ibarat anak tiri yang dibesarkan dalam lingkungan penuh diskriminasi dan kebencian. Ya, tak salah lagi! Semua kebencian itu terpusat pada diri sang anak. Kondisi tersebut diperparah dengan sikap rendah diri sang anak yang ridho menerima segala tuduhan yang membuatnya semakin tersisihkan serta hidup dalam penderitaan.
Ini Ironi Ramadhan
Ini dia ramadhan. Selalu menjadi tamu agung bagi umat islam sedunia rupanya. Sekarang pun begitu, puncak keshalehan umat Islam se-Dunia. Di kampung-kampung sunyinya malam kini dihentak lantunan tilawah al-Qur’an. Masjid pun penuh sesak. Sedang anak-anak berkeliaran bermain petasan. Ah… tak ada yang melarang karena ini ramadhan. Bagi kami ramadhan adalah perayaan tahunan, untuk menyambut hari yang fitri. Tak pelak bukan, jika kami bersuka cita menyambut ramadhan?
invitation to think: 5
Kita Umat Islam, Umat dengan Misi yang Besar Karena Itu Bersiaplah !
S |
uatu ketika Rib'i bin Amir ra. diperintahkan oleh Khalifah Umar bin Khattab ra. untuk bernegosiasi dengan panglima angkatan bersenjata Persia, namun bukannya menaati perintah sang khalifah melainkan ia mengatakan, "Kami umat islam diutus Allah Ta'ala ke muka bumi ini untuk membebaskan manusia dari penghambaan sesama hamba -penghambaan sesama manusia-, untuk hanya menghamba kepada Allah, rabbnya hamba rabbnya manusia".
invitation to think: 4
ISLAM IS THE ONLY ONE MEDICATION
K |
riminalitas seolah sudah menjadi bagian yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Setiap hari kita melihat aktivitas kriminal menghiasi layar kaca dan lembaran-lembaran kertas koran, menjadi headline setiap harinya. Kasus perampokan, pembunuhan, pemerkosaan, perselisihan antar suku bahkan sampai kasus besar yang turut menyeret pemerintah dan sejumlah menterinya. Semua berita itu tak jarang membuat kita bosan. Bagaimana tidak? Bukankah sudah ribuan kali kita mendengar koruptor yang dijebloskan ke dalam bui? Berapa banyak orang yang dipenjara karena kasus perampokan, pembunuhan, dan pemerkosaan? Apakah hukuman itu berhasil menjaga hak-hak masyarakat? Menjaga rasa aman masyarakat? Menyadarkan masyarakat yang lainnya agar tidak melakukan hal serupa? Karena itu wajar ketika muncul pertanyaan dalam benak kita, "Apa sebenarnya yang menjadi akar permasalahan tersebut?". Dengan mengetahui akar dari semua permasalahan, kita bisa mulai menentukan cara yang ampuh untuk mengangkat masyarakat dari keterpurukan yang telah mengakar (radikal) ini.
invitation to think: 3
"Sickness of Society and the Medication"
Jika kita mencermati realitas yang ada saat ini, maka dengan jelas kita akan menemukan bahwa masyarakat saat ini sedang ada dalam kemerosotan yang teramat parah. Kehidupan yang diwarnai berbagai perilaku menyimpang yang merendahkan derajat manusia dibawah derajat hewan. Karena itu diperlukan suatu konsep pemikiran baru yang bisa menggantikan pemikiran yang sedang mendominasi di tengah-tengah masyarakat, untuk mengangkat derajat masyarakat, menciptakan kondisi kondusif di tengah-tengah masyarakat.
Tapi kondisi masyarakat yang ideal itu tidak mungkin terbentuk jika masyarakat tidak menyadari kalau dirinya sedang menghadapi masalah, tidak menyadari bahwa dirinya sedang berada dalam kemerosotan yang teramat parah. Karena itu, harus ada segelintir masyarakat yang sadar. Keberadaan masyarakat yang sadar itulah yang akan berperan sebagai 'sel awal' yang terus berkembang dan menyembuhkan kemerosotan yang tengah dialami oleh masyarakat. Dan 'sel awal' ini harus mampu menyadarkan masyarakat bahwa masyarakat harus berubah karena ibarat pasien yang sedang sakit parah, masyarakat yang tengah sakit ini tidak dapat berbuat banyak.
BAGAIMANA UNTUK MENJADI TERKENAL
Nah, pada postingan kali ini aku akan menulis bagaimana menjadi terkenal. Bukan sembarang terkenal atau populer!! Bahkan lebih dari itu. Tertarik?! Just keep reading until the end.
Introduction
Kalau kita lihat di berbagai media saat ini dipenuhi oleh orang-orang yang hanya terkenal pada masa kejayaannya saja. Terkenal ketika ia hidup saja tetapi ketika sudah berlalu, merekapun dilupakan oleh masyarakat karena generasi berikutnya datang dan menjadi bintang baru di tengah-tengah masyarakat. Tapi coba deh kita lihat orang-orang yang pernah mengukir sejarah, namanya terus dikenang masyarakat dunia. Jika ditanya siapa yang menemukan teori Ekonomi 'Modern' yang saat ini diterapkan oleh hampir seluruh negara? Pasti kita akan sigap menjawab Mr. Smith! Jika kita ditanya, siapa orang yang pertama kali mengembangkan dan melakukan pembedahan dalam dunia kedokteran? Kita pun akan menjawab bahwa dialah Ibnu Sina. Dan begitu pun yang lainnya. Pernahkah kamu merenungkan, mengapa orang-orang itu bisa terkenal padahal zaman dulu belum ada televisi untuk membuat mereka populer, apalagi dilihat dari segi manapun tingkat kepopuleran mereka bukan tingkat populer yang biasa... Seluruh dunia mengenalnya, hmm kira-kira kenapa yah??
Introduction
Kalau kita lihat di berbagai media saat ini dipenuhi oleh orang-orang yang hanya terkenal pada masa kejayaannya saja. Terkenal ketika ia hidup saja tetapi ketika sudah berlalu, merekapun dilupakan oleh masyarakat karena generasi berikutnya datang dan menjadi bintang baru di tengah-tengah masyarakat. Tapi coba deh kita lihat orang-orang yang pernah mengukir sejarah, namanya terus dikenang masyarakat dunia. Jika ditanya siapa yang menemukan teori Ekonomi 'Modern' yang saat ini diterapkan oleh hampir seluruh negara? Pasti kita akan sigap menjawab Mr. Smith! Jika kita ditanya, siapa orang yang pertama kali mengembangkan dan melakukan pembedahan dalam dunia kedokteran? Kita pun akan menjawab bahwa dialah Ibnu Sina. Dan begitu pun yang lainnya. Pernahkah kamu merenungkan, mengapa orang-orang itu bisa terkenal padahal zaman dulu belum ada televisi untuk membuat mereka populer, apalagi dilihat dari segi manapun tingkat kepopuleran mereka bukan tingkat populer yang biasa... Seluruh dunia mengenalnya, hmm kira-kira kenapa yah??
Ratapan Sang Diktator
Tidak diragukan lagi, kini kekuasaan bengis penguasa tiran Muammar Gaddafi akan segera berakhir. Kejahatannya membunuh aktivis muslim yang secara ikhlas memperjuangkan perubahan yang hak itu tidak dibiarkan begitu saja di sisi Allah. Penguasa tiran ini sedang dalam kondisi kontradiksi dan kacau secara permanen. Ia berkata kepada surat kabar Italia “Il Giornale” bahwa “Ia sedang memasuki sebuah peperangan melawan al-Qaeda. Dan ia akan meninggalkan koalisi internasional dalam melawan terorisme jika Barat memperlakukannya secara negatif, seperti yang terjadi pada mantan presiden Irak Saddam Hussein. Bahkan sebaliknya, ia akan bersekutu dengan al-Qaeda menyatakan Jihad, dan mengecam teman baiknya Perdana Menteri Italia, Berlusconi.” (http://hizbut-tahrir.or.id/)
Yah, aku pikir saat ini dia sedang dalam Tremendous Preassure, yang mungkin akan membuatnya gila (bahkan untuk orang gila akut selevel dia).
Langganan:
Postingan (Atom)








