NU: Perlawanan Terhadap Penjajah.

Al-Khilafah Islamiyah Perkara Mendesak..

Mendudukan Sejarah Kekhilafah`n Islam.

Tampilkan postingan dengan label kisah dan sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah dan sejarah. Tampilkan semua postingan

Sang “Mujtahid Arsitek” dari Daulah Islam

Apa yang terpikir di benak anda ketika mendengar kata ijtihad , atau mujtahid ? mungkin yang terbayang adalah para ulama, syeikh, fasih terhadap ilmu agama, secara fisik berjanggut lebat (karena saking tuanya), memakai sorban dan pakaian khas islam lainnya. Yupz.. hal itu memang tidak salah karena cara berpakaian yang mengikuti cara berpakaian orang Arab sudah familiar dengan mereka di benak kita.


Mengingat di era ini sudah jarang kita jumpai orang-orang yang seperti itu, maka frame yang terbentuk terhadap mereka adalah ‘aneh’, kagak modist, dll. Secara gitu yah… Bahkan di Arab sana pun, orang-orang sudah memakai jas, menenteng hand phone, menggunakan porsche elegan seharga ratusan juta rupiah, tak lepas padanya sepatu hitam mengkilat terbuat dari bahan dasar kulit nomer wahid. Selain itu berjajar gedung-gedung perkantoran yang menjulang megah menghiasi kota-kota besar. Semua itu meninggalkan kesan wah terhadap maasa kini sekaligus meninggalkan cap jadul pada orang-orang yang berpakaian ala Arab di masa Rasulullah.

Tentu saja pemandangan seperti itu hanya mungkin akan kita temukan di sebagian kecil kota di Indonesia, dan sisanya akan banyak kita jumpai di berbagai kota di wilayah negara maju seperti halnya Paris, New york, London, Shanghai, Los Anggles, ………., hingga Dubai. Sedangkan di dunia Islam kita lihat realitas sekarang. Sangat memprihatinkan! Jangankan gedung tinggi nan megah yang elok dipandang mata, rumah penduduk pun pasolengkrah seperti apa yang saya lihat di Bandung ini. Tak terbayang bagaimana kondisi rumah di wilayah perang sana seperti apa jadinya, yang pasti sangat memperihatinkan! 

Namun tahukah anda bahwa di massa lalu keadaan menyedihkan ini tak pernah dirasakan di dunia Islam? Semua kemegahan yang terjadi pada peradaban barat kini justru dirasakan oleh umat islam di seluruh dunia pada masa lalu. Sebaliknya, justru orang-orang baratlah yang mengalami kondisi menyedihkan di negeri mereka.

Hal inilah yang ingin saya sampaikan. Jika saat ini kita umat islam hanya mengenal istilah ijtihad dalam perkara agama saja, zaman dahulu ketika masa ke Khilafahan masih berjaya akan anda temukan sosok para mujtahid yang “ber-ijtihad” dalam perkara teknologi dan Sains!! 

Koca Mimar Sinan Aga (15 April 1489- 17 Juli 1588 ) adalah salah satu diantara mereka. Sinan dianggap arsitek terbesar dari periode klasik arsitektur, setara dengan Michelangelo di Eropa. Tak seperti arsitek lainnya yang terdapat di dalam wilayah daulah islam, yang mereka cenderung pragmatis dalam perombakan bangunan di wilayah taklukan daulah Utsmani saat itu, secara perlahan Sinan mengubah tradisi itu. Dia melakukan berbagai eksperiment dan melakukan terobosan fenomenal di bidang arsitektur (lihat buku TSQ Stories karya Prof. Dr.-Ing. Fahmi Amhar, hal. 189). Sejumlah karya-karya nya pun masih dapat kita jumpai di wilayah timur tengah diantaranya, masjid Sulaimaniye (untuk menghormati Sultan Sulaiman), masjid Selimiye (untuk menghormati Sultan Salim), masjid Sultan Ahmet (alias masjid biru). UNESCO pun mengabadikan salah satu karyanya dan memasukannya kedalam daftar Warisan Dunia UNESCO, karyanya itu adalah Jembatan Mehmed Pasa Sokolovic di atas sungan Visegrad di Bosnia Herzegovina.

Yang menarik dari arsitektur pada masa Daulah Utsmani bukan hanya pada kepiawannya dalam merancang design rumit yang indah semisal variasi semi kubah dan aneka pilar galeri yang mengelilingi kubah berkurva (kubah utama) sekaligus mengubah lingkaran kubah menjadi segi empat, segi enam, dan segidelapan. Namun, adalah kenyatan yan gtidak akan dijumpai oleh arsitek manapun di dunia era ini.

Mimar Sinan terlahir terlahir dengan nama Joseph dari keluarga “Abulmenan”, yang kemudian memeluk Islam. Setelah masuk Islam, pada tahun 1512 dia direkrut ke dalam korps Janissari, yaitu sebuah pasukan khusus Utsmaniyah. Pengalamannya di medan jihad menjadi hal menarik yang ingin saya ceritakan kepada anda.

Ketika itu Sinan berusia 23 tahun sehingga tidak diijinkan masuk sekolah tinggi kesultanan di sitana Topkapi, tapi dikirim ke sebuah kursus keterampilan. Semula dia belajar menukang kayu dan matematika, tapi kecerdasannya membuatnya segera menjadi asisten arsitek dan dilatih sebagai arsitek. Setelah tiga tahun dia menjadi arsitek ahli dan insinyur. Dia juga beberapa kali terjun ke medan jihad sebagai anggota Janissari. Yang menarik adalah bahwa ketika di medan jihad, sebagai arsitek dia mempelaari titik-titik lemah suatu struktur bangunan ketika ditembak. Aksi pengaplikasian langsung secara praktek membuatnya menjadi arsitek kelas atas saat itu, istilah learning by doing sungguh efektif! Berbeda halnya dengan saat ini yang mempelajari ilmu terpaku pada teori.
Pada Masa puncak kesultanan Sulaiman al Qanuni (1550), Sinan yang menjabat sebagai arsitek khilafah saat itu dipperintahkna untuk membangun sebah monumen abadi yang lebih besar dari lainnya, dan mendominasi kawasan tanduk emas (Istanbul). Masjid itu dikelilingi empat sekolah tinggi, dapur umum, rumah sakit, rumah singgah, pemandian, rest area untuk para musafir. Dan menyelesaikannya dalam waktu 7 tahun.

Sampai akhir hayatnya, Sinan masih eksperiment dengan interior-interior yang elegan. Dia melakukan renovasi terhadap masjid Selimye di Erdine, dia menghilangkan beberapa ruang yang dianggap tidak perlu. Pada saat membangunnya dia mersa tertantang oleh celotehan arsitek lain, bahwa “kamu tak akan dapat membangun kubah lebih besar dari Aya Sofia, apalagi sebagai muslim”. Ketika kubah mesjid Salimye selesai, Sinan menunjukan bahwa kubah ya adalah yang terbesar di dunia, meninggalkan Aya Sofia yang telah berusia hampir 1000 tahun.

Saat wafat, dengan usia mendekati 100 tahun, Sinan telah membangun 94 masjid besar, 52 masjid kecil, 57 sekolah tinggi, 48 pemandian umum, 35 istana, 20 rest area, 17 dapur umum, 8 jembatan besar, 8 gudang logistik, 7 sekolah Qur’an, 6 saluran air, dan 3 rumah sakit.

Itulah secarik riwayat Sang “Mujtahid Arsitek”, namun sangat disayangkan setelah ia wafat, Islam tidak menelurkan lagi Ilmuan cemerlang yang memiliki terobosan baru di bidang arsitektur. Hal ini terjadi ketika aktivitas Jihad yang mulia mulai ditinggalkan oleh muslim sehingga tidak memiliki motivasi ideologis yang hanya meninggalkan arsitektur islam ke dalam kubangan teori.



Daftar bacaan: TSQ Stories (50 Kisah Peelitian dan Pengembangan Sains dan Teknologi di Masa Peradaban Islam), karya Prof. Dr.-Ing. Fahmi Amhar

Abdurrahman al-Ghafiqi Nyaris Menaklukkan Seluruh Eropa

Setelah Spanyol jatuh ke tangan kaum Muslim di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad, di masa Khalifah al-Walid bin Abd al-Malik, pasukan kaum Muslim pun sampai di wilayah Prancis. Al-Samah bin Malik al-Khaulani, wali Spanyol dan sekitarnya saat itu, bertekad untuk menyerang seluruh Prancis dan mengintegrasikannya dengan Khilafah Islam. Dia ingin menjadikan Prancis sebagai jalur untuk menaklukkan negeri-negeri di wilayah Balkan. Dari Balkan, dia ingin menaklukkan Konstantinople, demi mewujudkan bisyarah Rasul SAW. Langkah pertama adalah menguasai kota Arbunah, kota terbesar di Prancis, yang berdekatan dengan Spanyol.

Setelah al-Khaulani meninggal, Khalifah Hisyam bin Abd al-Malik mengangkat Abdurrahman al-Ghafiqi, salah seorang tabiin agung, sebagai wali Andalusia tahun 112 H, yang merupakan wali ketujuh. Dari sana, dia melakukan penaklukan ke wilayah al-Ghal (kini masuk wilayah Prancis). Untuk mewujudkan rencananya itu, dia memanggil kaum Muslim dari Yaman, Syam, Mesir dan Afrika untuk membantunya. Mereka pun berbondong-bondong ke sana. Meletuslah perang besar di Eropa, antara pasukan kaum Muslim dengan kaum Kristen, yang terjadi pada tahun 114 H. Perang ini dikenal dengan Perang Balath as-Syuhada’.

Namun, sebelum ke sana, Abdurrahman al-Ghafiqi menyusun kekuatan kaum Muslim. Dia meyakini, bahwa persiapan perang besar itu harus dimulai dari perbaikan dan pembersihan diri. Dia pun mulai keliling Spanyol, di setiap kota dia singgah seraya menyerukan kepada penduduknya, “Siapa saja yang pernah dizalimi oleh pejabat, hakim atau seseorang, hendaknya menyampaikannya kepada Amir.” Dia tidak membedakan antara Muslim dan non-Muslim. Setelah itu, dia pun memeriksa kondisi pejabat di bawahnya satu per satu. Siapa yang terbukti berkhianat dan menyeleweng dicopot. Kemudian diganti dengan orang yang sudah dipercaya kebijakan, kebaikan dan kecekapannya. Gedung dan fasilitas yang dibangun dengan harta haram dia hancurkan. Ketika berada di tengah-tengah rakyat, dia menyerukan untuk shalat berjamaah, kemudian dia berdiri memberikan khutbah, dan memotivasi mereka untuk menyiapkan diri berjihad, dan mendapatkan mati syahid.

Perang besar pun tak terelakkan lagi. Separuh Prancis bagian selatan pun jatuh ke tangan Abdurrahman al-Ghafiqi bersama 100.000 tentaranya hanya dalam beberapa bulan. Kenyataan yang membuat Eropa dari ujung ke ujung diliputi kecemasan dan ketakutan luar biasa akan ancaman pasukan kaum Muslim. Pasukan kaum Muslim pun mendapatkan kemenangan besar dan ghanimah yang banyak. Abdurrahman al-Ghafiqi melihat ghanimah ini bisa menjadi sumber fitnah. Jika segera dibagi bisa menjadi masalah, kalau ditunda-tunda pun bisa menjadi masalah. Akhirnya, ghanimah itu dikumpulkan di sebuah kemah. Pada hari kedelapan peperangan, ternyata kemah ini diserang oleh pasukan kaum Kafir, dan serangan ini membuat mereka tidak konsentrasi pada musuh, malah konsentrasi untuk menyelamatkan ghanimah. Akibatnya, pasukan kaum Muslim pun berhasil dipukul, dan tubuh Abdurrahman al-Ghafiqi pun tertembus panah. Dia syahid. Perang yang nyaris dimenangkan kaum Muslim pun akhirnya sirna. Persis seperti peristiwa Perang Uhud. Andai kemenangan itu berada di tangan kaum Muslim, seluruh Eropa saat itu dipastikan akan jatuh ke tangan kaum Muslim. (Hafidz Abdurrahman)

KISAH TELADAN. SEMANGAT JIHADLAH YANG BERHASIL MEMPECUNDANGI PENJAJAH SEKUTU DAN BELANDA



Siapa yang tidak kenal Bung Tomo, semua orang yang memperingati hari Pahlawan 10 November kenal sosok bung Tomo. Nama lengkapnya Muhammad Sutomo, Pria kelahiran Surabaya 3 Oktober 1920 ini telah berhasil menggelorakan semangat Jihad kepada arek-arek Suroboyo.

mobil Brigjen Malaby yang digranat pemuda Surabaya

Ya hari ini 10 November 2010, 65 tahun yang lalu kota Surabaya dikepung oleh 2 diivisi ( sekitar 80.000 prajurit sekutu ) yang diboncengi tentara NICA ( Belanda ), dan siap dibombardir lewat darat, laut dan udara. Hal ini karena reaksi keras dari peristiwa kerusuhan yang menewaskan salah seorang perwira tentara Inggris yaitu Brigjen Malaby.
Tentara sekutu mengultimatum agar para pemuda Surabaya meletakan senjata sebelum jam 6 pagi tanggal 10 November 1945. Namun ultimatum itu tidak dipedulikan sama sekali oleh Bung Tomo, para Kyai, santri, remaja masjid dan para pemuda yang merindukan sambutan pahlawan di Surga Allah. Justru semangat Jihadlah yang berkobar di hati mereka.

Ini bunyi Pidato Jihad Bung Tomo :
Bismillahirrahmanirrahim ...
Merdeka !!!
Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia, terutama, saudara-saudara penduduk kota Surabaya. Kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua. Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan, menyerahkan senjata-senjata yang kita rebut dari tentara Jepang.
Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan. Mereka telah minta supaya kita semua datang kepada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda menyerah kepada mereka.
Saudara-saudara, didalam pertempuran-pertempuran yang lampau, kita sekalian telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya, pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku, pemuda-pemuda yang berasal dari Sulawesi, pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali, pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan, pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera, pemuda Aceh, pemuda Tapanuli & seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini, didalam pasukan-pasukan mereka masing-masing dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung, telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol, telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.
Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu, saudara-saudara dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini, maka kita tunduk untuk menghentikan pertempuran. Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri, dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.
Saudara-saudara, kita semuanya, kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini. Dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia, ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini. Dengarkanlah ini hai tentara Inggris, ini jawaban rakyat Surabaya, ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian.
Hai tentara Inggris !
Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih takluk kepadamu, menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu, kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang kita rampas dari Jepang untuk diserahkan kepadamu.
Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekalian akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan seluruh kekuatan yang ada. Tetapi inilah jawaban kita: Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah & putih, maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga!
Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting tetapi saya peringatkan sekali lagi, jangan mulai menembak, baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang mereka itu.
Kita tunjukkan bahwa kita adalah benar-benar orang yang ingin merdeka. Dan untuk kita, saudara-saudara, lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap: MERDEKA atau MATI.
Dan kita yakin, saudara-saudara, pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita sebab Allah selalu berada di pihak yang benar, percayalah saudara-saudara, Tuhan akan melindungi kita sekalian
Allahu Akbar..!
Allahu Akbar..!
Allahu Akbar...!
MERDEKA!!!

Inilah pidato Jihad yang sudah diamanatkan ulama se Pulau Jawa kepada Bung Tomo, pidato itu laksana pidato Abdullah bin Rawahah kepada 3000 kaum muslim ketika mereka akan menghadapi 100000 prajurit Romawi di Syam, bagaikan pidato Shalahuddin Al Ayyubi ketika hendak bertempur dengan pasukan salib di lembah Hittin, bagaikan pidato Muhammad Al Fatih ketika hendak menaklukan negara adidaya Bizantium. Pidato itu bagaikan bensin yang disiramkan ke api, sehingga api Jihad semakin menyala panas dan membakar jiwa-jiwa melangkahi ( Spirit Of Beyond ) pemuda muslim saat itu yang bersenjatakan senapan Jepang hasil rampasan, dan siap menyongsong persenjataan mutakhir sekutu saat itu.


Dan pidato itu sekaligus adalah Afterlife mapping plan ( rencana akhirat ) para pemuda muslim ( arek-arek Suroboyo ) saat itu.

serangan udara sekutu ke kota Surabaya

Pukul 6 WIB Tanggal 10 November 1945, Surabaya dibombardir lewat laut dan udara, dua jam kemudian tentara marinir Inggris bergerak memasuki kota, dan disertai tentara infantri angkatan darat sekutu, pertempuran dahsyat pun tak dapat dihindari, semangat dan teriakan Allahu Akbar oleh para Pejuang-Pejuang Islam menggelora dan menggema, menggetarkan tiap-tiap hati tentara-tentara kafir sekutu.

para santri dan pejuang sedang menembaki pesawat-pesawat tempur sekutu,dengan artileri anti serangan udara rampasan dari Jepang

Tembak-menembak serta desingan peluru, ledakan bom, granat, mortir, hancurnya tank-tank sekutu karena ranjau, memekikan telinga, Surabaya 10 November 1945 laksana Gaza tahun 2009 lalu.

suasana pertempuran yang mencekam

Pertempuran yang tak berimbang diluar dugaan dimenangkan oleh Pejuang-pejuang Islam Surabaya, tentara sekutu dan NICA berhasil dipukul mundur dan lari terbirit-birit dari kota Surabaya dan meninggalkan harta rampasan perang ( Ghanimah) yang melimpah, seperti peluru, senapan, tank-tank yang ditinggalkan dan mobil-mobil, sebagai bekal perjuangan di kemudian hari. Pertempuran itu menewaskan 15000 orang dari kedua belah pihak.



Itulah betapa hebatnya semangat Jihad kaum muslim, tak ada yang mampu mengalahkannya hingga saat ini, baik itu tentara Romawi, Persia, Sekutu, Belanda dan Israel. Kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari semangat Jihad para pemuda-pemuda Muslim dan para ulama yang menentang keras segala bentuk penjajahan.

Semangat Jihad bung Tomo seharusnya terpatri dalam-dalam di hati setiap remaja muslim, sehingga mereka mampu berjuang menegakkan Syariat Islam sebagai Solusi untuk membangkitkan Indonesia dari keterpurukan. Sesungguhnya menyambut orang semacam Obama adalah bentuk penghianatan bagi bangsa dan Negara yang telah diperjuangkan dengan semangat Jihad kaum muslimin jaman dahulu.

ABU AYYUB AL ANSHARI ( SEMANGAT PEMUDA DALAM FISIK YANG TUA )


Hayo siapa yang tidak kenal sosok Abu Ayyub Al Anshari, beliau adalah salah seorang sahabat dari kaum Anshar.

Saat Nabi Muhammad Saw berhijrah ke Madinah, beliau Saw disambut oleh penduduk Madinah dengan meriahnya, ya memang sosok Rasulullah Saw sudah sangat diidolakan oleh kaum muslimin di Madinah, semua penduduk Madinah membuka pintu dan berharap Rasulullah bersedia tinggal di rumahnya, bahkan para pemimpin Madinah pun sampai berlutut memohon kepada Beliau Saw, agar mau tinggal di rumah mereka. Namun Rasul saw bersabda “ Biarlah untaku ini berjalan sesuai kehendaknya dan berhenti dimana pun maka di sanalah saya akan tinggal, karena unta ini Insya Allah telah mendapat bimbingan Allah SWT dalam tiap langkahnya”. Akhirnya unta Nabi Saw berhenti di rumah seorang laki-laki tua bernama Abu Ayyub Al Anshari, lalu beliau pun tinggal untuk sementara waktu di sana.

Betapa senangnya Abu Ayyub Al Anshari, karena Nabi Besar Saw mau tinggal di rumahnya yang sederhana, maka dia menyiapkan kamar di lantai atas agar Nabi Muhammad tinggal di sana, namun Nabi Saw tidak mau, dengan alasan agar mudah menerima tamu, sehingga Nabi Saw memilih tinggal di kamar tamu lantai bawah.

BISYARAH ( JANJI ) NABI MUHAMMAD SAW, MEMBANGKITKAN JIWA MUDA ABU AYYUB AL ANSHARI.
Dalam suatu riwayat yang mutawatir ( kebenarannya sangat mutlak ) dituturkan oleh Imam Ahmad, dikisahkan Nabi Muhammad dan para sahabatnya duduk dan mengaji, saat itu Beliau Nabi Saw tiba-tiba ditanya tentang kota manakah yang akan takluk terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma, lalu Rasulullah Saw menjawab “Madinnati Hirokla taftahu awalan yakni Kustontiniat”, artinya kotanya kaisar Heraklius yang akan ditaklukan terlebih dahulu yaitu Konstantinopel, lalu Nabi Saw meneruskan Hadisnya “Lataftakhanal Kustontiniat, fa la ni’mal amiru amiruha, wa la ni’mal jaizu zdalika jaiz”, Konstantinopel pasti kalian taklukan, sehebat-hebatnya panglima perang adalah panglima perangnya dan seistimewa-istimewa pasukan adalah pasukan itu, HR. Ahmad. Rasul saw juga menggambarkan bahwa penakluk Konstantinopel adalah seorang laki-laki dengan pasukan yang istimewa.

Saat mendengar penjelasan dari Nabi Muhammad Saw tentang Konstantinopel, Abu Ayyub Al Anshari seakan mendapatkan sesuatu di jiwanya, dia merasa seakan-akan waktu diputar mundur puluhan tahun ke belakang, seakan dia kembali menjadi pemuda dua puluhan tahun, seakan jiwa remaja belasan tahun bangkit dan bergejolak di dadanya.

SAAT ITU JUGA ABU AYYUB AL ANSHARI BERTEKAD UNTUK MENJADI SEHEBAT-HEBATNYA PANGLIMA PERANG, DIA BERTEKAD AKAN MENAKLUKAN KONSTANTINOPEL.

Maka dalam setiap pertempuran baik melawan kafir Quraisy maupun Romawi, Abu Ayyub tidak pernah ketinggalan, dia bahkan hampir saja syahid ketika terjadi perang Mut’ah, saat 3000 pasukan muslim menghadapi 100000 pasukan Romawi di wilayah Palestina.

KESEMPATAN DATANG
Saat Muawiyah bin Abu Sufyan memegang pemerintahan Khilafah Islam, saat itu beliau memerintahkan untuk meneklukan Konstantinopel, dia memerintahkan anaknya yaitu Yazid untuk memimpin pasukan, namun Abu Ayyub yang saat itu sudah berumur sekitar 75 tahun memaksa agar dia ikut dan dia sebagai panglima perang utama pasukan yang akan menyerang Konstantinopel. Sehingga Khalifah Muawiyah akhirnya mengijinkan. Perlu kalian ketahui bahwa Konstantinopel adalah ibukota Kekaisaran Bizantium yang saat itu adalah sebuah Negara Adidaya dan penjajah dan tak pernah terkalahkan.

Untuk menaklukan Konstantinopel Khalifah Muawiyah mengerahkan sekitar 70000 prajurit yang dipimpin oleh Abu Ayyub Al Anshari, dan didampingi oleh Yazid bin Muawiyah, putra Muawiyah.

Saat pasukan sampai ke semenanjung Anatolia ( Turki ), Abu Ayyub mendadak sakit karena kelelahan, badan beliau begitu lemahnya, dan tidak mungkin untuk berperang. Kemudian Yazid bertanya kepada Abu Ayyub, “ wahai Abu Ayyub, kita batalkan saja misi penaklukan Konstantinopel ini, kita kembali saja “. Namun Abu Ayyub menolak, dia sepertinya sudah merasakan bahwa ajalnya sudah dekat, kemudian dia berwasiat kepada Yazid bin Muawiyah agar tetap maju bersamanya untuk menyerang Konstantinopel, dan jika dia mati agar dikuburkan di posisi paling depan pasukannya, artinya adalah sebagai tanda, bahwa orang tua saja sudah sampai sini, jika sampai ada para pemuda yang tidak sampai di sini maka itu keterlaluan.

Tak berapa lama Abu Ayyub pun meninggal dunia, kemudian saat itulah terjadi pertempuran di Tanjung tanduk emas ( Golden Horn ), dalam pertempuran melawan tentara Bizantium pasukan kaum muslimin kalah, namun secara diam-diam mereka berhasil memakamkan jenazah Abu Ayyub Al Anshari di dekat Benteng Konstantinopel.

Yah memang Abu Ayyub sudah tua dan renta serta sakit-sakitan, namun semangat beliau telah membuat kita malu sebagai pemuda, fisik beliau yang sudah renta dan lemah tidak menghalangi jiwa pemuda beliau yang bergejolak ingin membuktikan Bisyarah Nabi Muhammad Idola beliau.

SEJAUH MANA KITA BERJALAN ???
Memang Konstantinopel sudah ditaklukan oleh Sultan Muhammad Al Fatih tahun 1453, 800 tahun setelah Hadis tentang penaklukan Konstantinopel disabdakan Rasulullah Saw.
Namun jika kita berkaca pada diri kita sebagai pemuda, sudah sejauh mana kita memperjuangkan Islam sebagai agama kita???

Kita lihat Al Quran dihina, rakyat Palestina dijajah, Chechnya, Uighur, Patani, Moro, Rohingnya, Irak, Afganistan, dan kaum muslim lain masih dijajah, namun kita masih saja diam dan tak bergerak.

Yang kita tahu hanyalah pacaran-pacaran-pacaran, kita seolah berjuang sekuat tenaga hanya untuk cari pacar, jadi artis, ikut lomba-lomba bakat yang tidak ada gunanya sama sekali, padahal masih banyak PR yang harus dikerjakan oleh kita sebagai pemuda.
Atau mungkin justru kita menganggap bahwa Janji Allah dan Rasulullah hanya bualan belaka, hanya ilusi, tidak nyata, Teroris, Astaghfirullah 1000x, padahal kita sudah mengucapkan 2 kalimat Syahadat sebagai seorang muslim, lalu mana bukti keIslaman kita ??.Tidak malukah kita kepada orang tua seperti Abu Ayyub Al Anshari.

Kisah mualaf keturunan Tionghoa

Ini adalah kisah seorang anak manusia yang sejak kecil mencari jalan menuju suatu tempat dimana para pahlawan akan disambut, yang kemudian dia menemukan fitrahnya sebagai manusia.

Aku dilahirkan tanggal 31 Januari 1984, aku di beri nama Siauw Chen Kwok, itulah nama lahirku dan Felix Yanwar Siauw adalah nama Baptisku. Aku tumbuh dan berkembang dalam keluarga Kristen Katolik yang taat, sejak kecil aku sudah dididik agama Katolik di Gereja.

Aku tumbuh dan berkembang, namun aku hanyalah manusia biasa, aku bukan siapa-siapa, ada tidaknya diriku tidak ada pengaruhnya bagi kehidupan dan ala ini.

Masa SMP merupakan momentum titik balik bagi kehidupanku. Pada masa remaja itulah dalam diriku timbul keraguan atas agama yang telah ku anut sejak kecil. Berbagai pertanyaan mengenai konsep Tuhan, pengampunan dosa, dan hakikat penciptaan manusia dalam agama Katolik muncul dalam benaknya. ''Di agama saya yang lama memang banyak hal yang tidak terjawab pada waktu itu,'' pikirku.



Sebagai contoh, ketika aku menanyakan soal trinitas dan keberadaan Yesus sebagai Tuhan kepada pastor, jawaban dari semua pertanyaaannya tersebut berakhir pada kata dogma, yakni ajaran yang sudah ada sejak dahulu dan tidak boleh dipertanyakan oleh orang-orang yang beriman kepada Yesus.
Ketika mendengar jawaban seperti itu dari sang pastor, akhirnya aku lebih memilih untuk mundur dari agama Katolik. Keputusan untuk keluar dari agama Katolik, menurutku, juga dilandasi oleh kenyataan mengenai praktik-praktik keagamaan yang aku lihat hanya sebagai sebuah ritual kosong, tanpa arti.

'Saya melihat selama ini teman-teman saya datang ke gereja hanya untuk sebuah proklamasi kalau dia sudah punya pacar, kemudian dibawa ke gereja atau sekadar hanya untuk pamer pakaian bagus,'' ungkapnya.

Ketika aku memutuskan meninggalkan agama Katolik, sejak saat itu pulalah ia tidak percaya adanya Tuhan Sang Mahapencipta. Masa-masa seperti itu ia alami hingga menjelang akhir duduk di SMP.
Keyakinannya bahwa Tuhan itu ada muncul setelah ia mempelajari ilmu biologi bahwa penciptaan manusia dari sperma yang tidak mempunyai akal. Dari sini ia memahami bahwa manusia itu diciptakan dari sesuatu yang amat istimewa. ''Kemudian saya kembali yakin bahwa Tuhan itu ada. Tapi, namanya siapa ini yang belum jelas,'' pikirku.

Percaya tapi tak beragama

Meskipun meyakini bahwa Tuhan itu ada, namun hal itu tidak lantas membuatku memutuskan untuk memilih salah satu ajaran agama sebagai jalan hidupku, ''Ketika saya mencari siapa sesungguhnya Tuhan itu ke Kristen Protestan, tidak dapat. Begitu juga di agama Buddha, karena tuhannya juga bersifat manusia, tidak layak untuk dijadikan Tuhan.

Percaya Tuhan, tapi tidak beragama, begitulah kira-kira gambaran kehidupan spiritual yang sempat kujalani selama kurun waktu lima tahun. Selama itu pula, aku hidup dengan bayang-bayang tiga pertanyaan besar. Yakni, setelah mati manusia mau ke mana, untuk apa manusia diciptakan di dunia, dan dari mana asal mulanya alam semesta tercipta.

Aku terus mencari jawaban dari ketiga pertanyaan besar ini. Proses pencarian itu berakhir di pertengahan tahun 2002, begitu diriku menginjak bangku kuliah semester ketiga di Institut Pertanian Bogor (IPB). Ketika itu, diriku memutuskan pindah tempat kos. Di tempat kos yang baru ini, aku tinggal bersama-sama dengan mahasiswa yang beragama Islam.

Suatu ketika salah seorang teman kosku yang Muslim menyarankannya untuk menemui seorang ustadz untuk mendiskusikan tiga pertanyaan besar itu. ''Saya bilang, selama ini saya diskusi dengan ustadz sama saja. Mereka enggak ada bedanya dengan pastor, cuma mereka pintar menyembunyikan kejahatannya,'' kataku menanggapi saran temanku kala itu.

Temanku ternyata tidak putus asa untuk membujukku agar mau bertemu dengan guru ngaji itu. Ketika aku bertemu langsung dengan sang ustadz, diriku menemukan pandangan mengenai Islam yang sangat jauh berbeda dengan apa yang dipahaminya sebelumnya.

''Ternyata yang saya temukan dalam Islam berbeda. Saya menemukan suatu konsep yang sangat luar biasa. Di mana dia (Islam--Red) menyediakan konsep akhirat dan juga dunia. Artinya, Islam ini bisa menjawab seluruh pertanyaan saya.

Dari sini kemudian diri
ku tertarik untuk mempelajari Alquran lebih dalam. Salah satu ayat di dalam Alquran yang membuatnya berdecak kagum adalah surat Albaqarah ayat 2 yang menyatakan
any7Ï9ºsŒ Ü=»tGÅ6ø9$# Ÿw |=÷ƒu ¡ ÏmÏù ¡ Wèd z`ŠÉ)­FßJù=Ïj9 ÇËÈ
Kitab[11] (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa

Kendati demikian, pada saat itu aku masih mengira bahwa yang menciptakan kitab suci umat Islam ini adalah seorang manusia biasa, seperti halnya kitab suci agama yang lain. Namun, ketika sampai padanya penjelasan bahwa Alquran itu bukan buatan manusia, ia menganggap hal itu sebagai lelucon. Dia pun meminta bukti bahwa penjelasan itu benar adanya.

Keraguan tersebut kemudian terjawab melalui surat Albaqarah ayat 23 yang menjelaskan

bÎ)ur öNçFZà2 Îû 5=÷ƒu $£JÏiB $uZø9¨tR 4n?tã $tRÏö7tã (#qè?ù'sù ;ouqÝ¡Î/ `ÏiB ¾Ï&Î#÷VÏiB (#qãã÷Š$#ur Nä.uä!#yygä© `ÏiB Èbrߊ «!$# cÎ) öNçFZä. tûüÏ%Ï»|¹ ÇËÌÈ

dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah[31] satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.

Bagi diriku surat Albaqarah ayat 23 ini merupakan sebuah segel dan tantangan terbuka buat manusia, tapi manusia tidak ada yang bisa membuat seperti itu. Dari diskusi panjang tersebut aku merasa yakin bahwa Alquran merupakan kitab yang diturunkan dari Tuhan pencipta semesta alam, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk memilih Islam--di saat usiaku baru menginjak 18 tahun--sebagai jalan hidupku hingga kini.




Mengetahui anaknya masuk Islam, sudah pasti kedua orangku syok dan marah. Namun, kemarahan keduanya hanya ditunjukkan dalam bentuk rasa kekecewaan. ''Kalau sampai pada pengusiran memang tidak terjadi seperti yang dialami mualaf lainnya.''

Namun, dengan berbagai upaya yang aku lakukan selama tiga tahun, kini kedua orang tuaku sudah bisa menerima pilihan hidupku itu. Meski dalam beberapa hal, baik ayah maupun ibuku, masih belum bisa menerima perbedaan tersebut. Seperti ketika putriku yang masih berusia satu tahun mengenakan kerudung.

''Kalau anak saya dibawa ke tempat orang tua pakai kerudung, ibu saya tidak akan mau menggendongnya. Tapi, bapak saya masih mau menggendongnya,''.

Sementara ayahku merasa keberatan jika cucu perempuannya itu diminta untuk memanggilku dengan sebutan abi. Pasalnya, menurut ayah, panggilan abi tersebut tidak ada kewajibannya di dalam Alquran.

Kendati begitu, aku merasakan sebuah kepuasan diri yang tidak pernah dirasakan sebelum menemukan Islam. Selain itu, dengan meyakini Islam, hidupku menjadi lebih bermakna dan terarah.



''Merasa puas karena setiap fenomena yang saya lihat dalam hidup ini bisa dijelaskan dengan Islam. Saya juga lebih punya tujuan hidup karena saya sudah tahu dari mana asal saya, apa yang harus saya lakukan di dunia ini, dan saya mau ke mana setelah mati,'' ujarnya.

Dituturkan oleh Felix Siauw, Islamic Inspirator.

Memang bagi kita yang sudah berIslam sejak kita lahir, mungkin kita tidak pernah mengalami pengalaman baik pengalaman Reliji, maupun Intelektual, seperti para Mualaf yang menemukan Islam. Namun dari kisah diatas bisa kita Teladani bahwa
1. Hidup Adalah Pilihan
2. Pilihan kita akan menentukan masa depan kita nanti
3. Dan masa depan kita akan ditentukan oleh pilihan kita di masa lalu.

Jadi tunggu apalagi, wahai pemuda muslim, mari kita bergerak, berjuang dan bersatu tegakkan Ideologi Islam, Ideologi Herbal asli Ciptaan Allah SWT, dijamin 100%.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Watch videos at Vodpod and more of my videos

Followers

Foto Saya
bilal mubaraqi
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
a sore loser | full time dreamer | part time achiever | self centered servant | educator | big brother of insolent brothers | arts lover | half ass photographer
Lihat profil lengkapku